Sabtu, 20 April 19

Banyuwangi Bakal Dulang Pundi Wisatawan Malaysia

Banyuwangi Bakal Dulang Pundi Wisatawan Malaysia
* Wonderful Banyuwangi Hot Deals. (foto: dok Bupati Banyuwangi)

Jakarta, Obsessionnews.com – Banyuwangi, siapa yang tak kenal dengan kota ini? Kota yang terletak di ujung Jawa Timur ini bakalan mendulang pundi-pundi wisatawan.

Pasalnya, berkat dukungan Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Pemerintah Kabupaten Banyuwangi meluncurkan program Wonderful Banyuwangi Hot Deals pada Kamis (10/1/2019). Program ini berlaku mulai Januari sampai Maret 2019.

Dari keterangan tertulis yang diterima Obsessionnews.com pada Jumat (11/1) Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, program ini dikhususkan untuk menyasar wisatawan asal Malaysia.

Harga yang ditawarkan pun sangat memikat. Dalam program ini, wisatawan hanya perlu membayar 995 MYR (Ringgit Malaysia) atau berkisar Rp 3,8 juta untuk mendapatkan paket wisata berlibur ke Banyuwangi.

Biaya tersebut sudah termasuk tiket Kuala Lumpur-Banyuwangi pergi-pulang yang dilayani Citilink, serta menginap dua malam di sejumlah hotel berbintang di Banyuwangi. Selain itu wisatawan juga mendapat transportasi lokal, menikmati sejumlah destinasi wisata, hingga berkuliner.

Anas menambahkan, dalam mengolah paket hot deals ini melibatkan semua pemangku kepentingan. Mulai dari hotel, pengelola destinasi, hingga agen perjalanan wisata. Kalau di pemasaran smartphone ada strategi bundling, jual ponsel sekaligus layanan operator selulernya.

“Nah ini di wisata, ada tiket pesawat, hotel, kuliner, destinasi wisata, dibundel dalam satu paket penjualan. Harga lebih murah. Kalau bahasanya Pak Menpar Arief Yahya, more for less. You get more, you pay less. Wisman dapat banyak keuntungan dengan harga bersaing,” ujar Anas.

Anas meyakini strategi itu bisa menggerakkan pariwisata lokal di saat low season. Karena perilaku konsumen pasti senang dengan diskon.

“Apalagi kalau diskonnya besar seperti paket Wonderful Banyuwangi Hot Deals ini,” ujar pria kelahiran Banyuwangi, 6 Agustus 1973 ini.

”Tinggal strategi waktunya. Kapan didiskon? Ya pas lagi sepi seperti di awal tahun. Penawaran apalagi dengan diskon pasti menciptakan permintaan,” tambah Anas.

Ke depan program-program serupak akan terus dilakukan Banyuwangi. Seperti saat bulan puasa. Dimana bisa dipastikan tingkat kunjungan wisatawan nusantara menurun. Apalagi Banyuwangi mengandalkan wisata alam seperti pegunungan, pantai, dan taman nasional.

”Maka pas bulan puasa nanti, paket wisatanya kita konsentrasikan ke pasar non-Muslim. Wisatawan Australia, misalnya. Kita galang mereka lewat Bali melalui paket wisata di Banyuwangi,” tutur mantan anggota MPR dan DPR ini.

Sementara itu menurut Menteri Pariwisata Arief Yahya Wonderful Banyuwangi Hot Deals sangat tepat. Program ini berhasil diterapkan di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). Di tahun 2018, target 500.000 paket pun terlampaui bahkan sebelum akhir tahun 2018.

“Ini juga kita terapkan di Jakarta dan Bali untuk mendongkrak kunjungan wisatawan di low season,” ujarnya.

Menurut pria kelahiran Banyuwangi, 2 April 1961 ini, program Hot Deals ini untuk mendorong wisatawan untuk berwisata dengan iming-iming harga murah. Imbasnya tentu terisinya slot kosong di industri pariwisata.

“Sekaligus mencapai target 20 juta kunjungan wisman di tahun 2019,” ucap Arief Yahya.

Program Hot Deals bukan merupakan program banting harga. Tetapi bertujuan menggunakan kapasitas yang harusnya tidak terpakai (idle capacity) menjadi hal yang bermanfaat. Dari idle capacity ini akan dijual dengan harga yang sangat menarik yang melibatkan berbagai industri yang ada di Banyuwangi.

“Kita hanya memanfaatkan slot kosong. Dimana pada low season wisman cenderung sepi. Ini yang kita manfaatkan dengan cara memberikan penawaran harga yang tidak bisa mereka tolak,” pungkas Menpar Arif Yahya. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.