Selasa, 23 April 19

Bandara Kertajati Sepi Penumpang, Menhub: Itu Ide Pemprov Jabar

Bandara Kertajati Sepi Penumpang, Menhub: Itu Ide Pemprov Jabar
* Wajah Bandara Kertajati, Majalengka. (Foto: Medsos)

Jakarta, Obsessionnews.com – Bandar Udara Internasional Jawa Barat (BIJB) atau Bandara Kertajati sudah beroperasi selama satu tahun. Namun miris, pembangunan bandara tak sesuai ekspetasi karena sampai saat ini bandar udara itu masih sepi penumpang.

Hal ini yang kemudian mendapat sorotan dari Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK). Menurut JK, pembangunan Bandara Kertajati ada kesalahan analisis. Pihak pengelola tidak melakukan kajian yang mendalam sebelum bandara tersebut dibangun.

“Mungkin kurang penelitian, sehingga lokasinya tidak pas. Tidak pas untuk Bandung, tidak pas untuk Jakarta. Tanggung, jadi kalau mau ke Bandung, lewat Kertajati mesti naik mobil lagi sampai 100 km,” kata JK di Kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (9/4/2019) waktu itu.

Kajian mendalam yang dimaksud adalah soal letak geografis yang kurang mendukung. JK menyebut lokasi bandara terlalu jauh dari Kota Bandung. Sementara kota-kota di sekitar Majalengka, belum sepenuhnya mendukung untuk dikunjungi wisatawan.

“Karena airlines tidak bisa dipaksa kalau tidak ada penumpang. Siapa mau bayar kerugiannya? Kecuali di sekitar Kertajati itu Indramayu, Subang, atau apa lagi, berkembang baru bisa. Jadi sabar-sabar aja,” tuturnya.

JK menyebut bandara tersebut bisa dialihkan menjadi bandara militer. Namun dia menunggu kebijakan kementerian terkait untuk memajukan bandara itu. Karena jika hanya untuk bandara militer, JK menyebut tak butuh terminal.

“Ya mana bisa bandara dialihfungsikan. Ya bisa saja mungkin bandara militer. Bisa saja, Halim dipindahkan ke situ. Cuma bandara militer tidak butuh terminal. Terminalnya yang mahal. Ya lihatlah nanti ada usaha juga,” terangnya.

Menanggapi hal itu, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan bahwa proyek bandara tersebut adalah usulan dari pemerintah provinsi Jawa Barat (Jabar). Pihaknya sebagai otoritas yang berwenang hanya mewadahi kemauan daerah.

“Jadi saya menjawab skenarionya ya, Kertajati itu kita adalah ide pemda, selaku otoritas kami tidak mungkin ide itu kita campakkan itu, kita harus rangkul. Pemda itu harus kita ajak sama-sama,” kata Budi Karya ditemui di kantornya, Jakarta, Kamis (11/4/2019).

Ide dari Pemprov Jabar itu pada akhirnya menurut dia perlu dirangkul bahkan dijadikan sebagai program nasional. Sebab, kata dia, pembangunan bandara tujuannya untuk mendukung kepentingan masyarakat.

“Kertajati adalah ide dari pemda. Kami menganggap itu nggak bisa nggak itu jadi program nasional. Kita rangkul itu, kita lakukan,” paparnya.

Terlepas dari itu, Budi Karya juga mengatakan, baik pemerintah Jabar maupun Kementerian Perhubungan bahu-membahu untuk memajukan bandara tersebut. Sehingga diharapkan ke depan bisa ramai sesuai dengan hasil yang diinginkan.

“Kita bahu-membahu, pemda saya undang, yuk kita bangun ini sama-sama, bahwasanya ada suatu hal yang ini ya kita tanggung sama-sama,” tambahnya. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.