Rabu, 18 September 19

Bakomubin Berharap Pemilu 2019 Dijadikan Ajang Fastabiqul Khoirot

Bakomubin Berharap Pemilu 2019 Dijadikan Ajang Fastabiqul Khoirot
* Ketua Umum Bakomubin KH. Tatang M. Natsir, Sekjen Bakomubin H. Abdurrahman Tarjo, SH, dan Ketua Mejelis Syuro Bakomubin KH. Anwar Sanusi saat menyampaikan konperensi pers di Jakarta, Jumat 911/1/2019).

Jakarta, Obsessionnews.com – Dewan Pimpinan Pusat Badan Kordinasi Mubaligh se-Indonesia (Bakomubin) mengimbau para elit politik untuk tidak melakukan tindakan yang menggiring pada perpecahan bangsa.

Menurut Bakomubin, Pemilu 2019 yang terdiri atas Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden harus menjadi momen penting untuk ber-tasbiqul khoirot (berlomba-lomba dalam kebaikan/prestasi).

Karena itu, Bakomubin mengimbau seluruh elemen masyarakat dan pemerintah untuk mengembangkan kehidupan politik yang yang demokratis berdasarkan Pancasila dan berpegang pada etika keadaban yang tinggi.

Imbauan tersebut disampaikan oleh Ketua Umum Bakomubin KH. Tatang M. Natsir, Sekjen Bakomubin H. Abdurrahman Tarjo, SH, dan Ketua Mejelis Syuro Bakomubin KH. Anwar Sanusi saat menyampaikan konperensi pers di Jakarta, Jumat 911/1/2019).

Bakomubin menggelar konperensi pers khusus berjudul Tausiyah Kebangsaan untuk menyambut pelaksanaan Pemilu 2019.Tatang M. Natsir menegaskan, keutuhan bangsa dalam bingkai NKRI tidak boleh rusak atau terkoyak hanya karena ada Pemilu yang berlangsung lima tahun sekali.

“Jangan sampai sikap kita yang tidak demokratis dan mengabaikan keadaban dalam politik sampai mengorbankan keutuhan dan persatuan bangsa,” tegas Tatang M. Natsir.

Terkait dengan pelaksanaan Pilpres 2019, Sekjen DPP Bakomubin H. Abdurrahman Tarjo menegaskan, bahwa bangsa ini membutuhkan kepemimpinan nasional yang kuat dan memiliki jiwa nasionalisme yang kokoh.

Bakomubin berkeyakinan, untuk membangun sebuah bangsa dan negara Indonesia yang dicita-citakan, yaitu bangsa dan negara Indonesia yang berdaulat, berkemajuan, beradab dan bermartabat dalam pergaulan dunia, bukanlah perkara yang mudah.

Karena itu lanjur dia, dibutuhkan kesadaran nasional yang tinggi, yaitu jiwa nasionalisme yang kokoh dari seluruh komponen bangsa dan kepemimpinan Nasional yang tangguh, kuat dan berwibawa yang mampu mengarahkan dan atau merealisasikan cita-cita Nasional.

Cita-cita nasional yang dimaksud yaitu membangun NKRI yang utuh, kokoh dan jaya serta mampu mewujudkan kemakmuran, keadilan dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia.

“Kepemimpinan Nasional yang tangguh, kuat dan berwibawa serta jiwa nasionalisme yang kokoh yang menyatupadukan seluruh komponen bangsa, adalah modal paling utama yang akan mengantarkan kepada tercapainya kemajuan dan kejayaan NKRI tercinta,” tegas Abdurrahman Tarjo. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.