Rabu, 12 Agustus 20

Bagaimana Memulai Koperasi?

Bagaimana Memulai Koperasi?
* Suroto (Direktur Induk Koperasi Usaha Rakyat -INKUR). (Foto : www.inkur.id)

Saat ini banyak koperasi yang berdiri di berbagai kota. Siapa pun dapat mendirikan sebuah koperasi, baik perseorangan maupun yang memiliki badan hukum. Modal dari usaha koperasi didapat dari seluruh anggotanya sehingga jalannya usaha ini juga disesuaikan oleh aspirasi serta kebutuhan bersama, ungkap Tim Promosi Unsoed Ir.Alief Einstein, M.Hum. Senin (6/7), saat mendampingi pemaparan alumni Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsoed angkatan 1995 Suroto,SE.

Pertanyaan Bagaimana Memulai Koperasi selalu ditanyakan pada pendiri Kopkun, Purwokerto (www.kopkun.com) Suroto. Ia menjawab dengan singkat : awali dengan membuat simpanan rutin di komunitas anda. Setiap simpanan yang terkumpul itu jadikanlah sebagai dasar untuk memberikan pinjaman bilamana orang yang menyimpan itu butuh dana.

Jadikanlah sebagai prinsip menyimpan dulu baru meminjam dan pinjamkan uang itu pertama-tama sama dengan jumlah tabungan. Bunganya 1 persen saja dan 0.5 persen sebagai tambahan tabungan setiap mengangsur.

Berikanlah upah sedikit sebagai penghargaan kepada yang mengurus tabungan dan pinjaman. Jumlahnya 10 persen saja dari surplus setiap tahunnya dan untuk cadangan tambahan modal kolektif sebesar 20 persen.

Setelah tabungan berkembang. Motivasilah anggota komunitas anda dengan kewirausahaan agar mereka dapat menggunakan pinjaman untuk hal produktif. Kalau tabungan anggota5 mencukupi lumayan besar. Ajaklah mereka untuk investasi mendirikan toko milik bersama. Bagilah keuntungan dari toko itu tersebut dengan konsep siapa belanja lebih banyak mendapat keuntungan lebih banyak. Tapi dasarnya adalah belanja ethis bukan konsumeris.

Setelah toko itu berkembang kemana mana. Didik dan ajaklah anggota untuk menyisihkan 0.5 persen dari setiap uang belanja mereka untuk membeli bahan kebutuhan dari para petani, nelayan, petambak, untuk sayuran, umbi umbian, kacang, beras, ikan, daging, garam, dan lain-lain.

Belilah dengan harga yang menguntungkan mereka. Toh sebagai konsumen akan tetap mendapatkan harga murah dibanding bilamana mereka harus terpotong keuntungannya oleh tengkulak kecil, tengkulak besar, dan pabrik yang membutuhkan bahan baku.

Lambat laun, ajaklah mereka petani dan nelayan, peternak dan petambak kecil itu untuk juga mendirikan toko sehingga mereka juga dapat memasarkan barangnya secara langsung ke konsumen.

Sembari berjalan lakukan hal yang sama kepada mereka yang bergerak dibidang industri rumah tangga. Kalau mereka sudah punya kecukupan modal dari menabungkan keuntungan. Ajaklah mereka dirikan pabrik. Untuk memproduksi barang barang kebutuhan seperti sandang, pangan, dan energi yang selama ini anda penuhi dari pabrik milik para pemodal kapitalis.

Teruslah bangun ketekunan seperti itu. Kembangkan kemudian sayap usaha ke usaha asuransi mutual, dirikan rumah sakit milik bersama, kembangkan pendirisn dan pengelolaan perumahan milik bersama, bangun industri alat berat untuk menyokong usaha usaha rakyat.

Kemudian ciptakan usaha usaha koperasi ke jurusan yang lebih luas lagi untuk tangani usaha penyediaan listrik, energi, distribusi kebutuhan pokok, kelola layanan publik, kembangkan hutan rakyat milik bersama, kelola tambang bersama, operasikan kapal besar untuk menangkap ikan dan pesiar bersama dan selenggarkan kegiatan ekspor.

Dirikanlah sekolah dan universitas yang dimiliki bersama. Lembaga penelitian yang didukung pembiayaannya dari koperasi. Didik anak-anak itu dengan dasar pentingnya arti kerjasama, solidaritas dan keadilan sebagai fondasi untuk kembangkan ilmu pengetahuan yang penting bagi pertumbuhnya peradaban di masyarakat.

Ketua Koperasi Kosakti (www.kosakti.id) Suroto mengatakan bahwa semua itu dimulai dari hal sederhana. Memulai menabung dari komunitas sosial di lingkungan anda dan mempraktekkanya. Dari mengelola uang kecil kecil. Keberhasilanya sangat ditentukan oleh ketekunan, kesabaran, dan semangat anda untuk mecapai masa depan yang lebih baik.

Suroto yang juga Direktur Induk Koperasi Usaha Rakyat -INKUR ( www.inkur.id) yakin kalau anda melakukannya sekarang maka kelak masa depan generasi kita akan hidup berkecukupan dan hidup dengan kualitas yang lebih baik. Bahkan bukan tidak mungkin, persatuan yang kuat dari anda semua anggota-anggota koperasi itu akan dapat dikendalikan kearah mana ombak kepentingan, kebijaksanaan, dari penyelenggaraan negara ini. Suroto juga yakin, kelak akan lahir pemimpin-pemimpin besar dari hasil didikan koperasi itu. (Red)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.