Kamis, 27 Januari 22

Awas! Mi Instan Berbahaya Bagi Kesehatan Tubuh

Awas! Mi Instan Berbahaya Bagi Kesehatan Tubuh
* Sajian mi instan. (Foto: grid.id)

Mi instan masih menjadi pilihan menu santap favorit di tengah geliat kesibukan dan kehidupan masa kini yang dituntut serba cepat.

Penyajian mi instan yang tidak ribet, ditambah dengan beragamnya rasa yang ditawarkan oleh produsen semakin membuat mi instan menjadi primadona.

Hal yang menjadi kegusaran para pecinta mi instan adalah berita simpang-siur tentang bahaya mi instan. Konsumen menjadi kebingungan membedakan mana yang fakta dan mana yang mitos saking banyaknya informasi yang beredar tentang mi instan.

Berikut ini fakta tentang mi instan menurut para dokter.

1. Mi instan mengandung cairan lilin?
Dokter spesialis gizi klinik, DR. dr. Samuel Oetoro, MS, Sp.GK menjelaskan bahwa produk mi instan yang sudah memiliki izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI) bebas dari kandungan lilin.

Namun, mi instan produksi rumahan ataupun yang belum diteliti oleh BPOM RI bisa saja mengandung lilin. Sering kali, karena ingin tampilan mi menjadi lebih menarik, maka penjual mi instan melapisi adonannya dengan cairan lilin agar tampak mengkilap.

Di lini masa, beredar video yang menunjukkan mi instan yang terbakar ketika disulut dengan api, kemudian diklaim bahwa mi instan tersebut terbakar karena mengandung cairan lilin.

Faktanya, menurut dr. Sungadi Santoso yang menjelaskan melalui kanal YouTube-nya mengatakan bahwa mi instan bisa terbakar karena dua hal. Pertama, mi instan terbuat dari tepung yang diberi minyak sehingga lengket dan kemudian diproses dengan deep frying. Kedua, mi instan memiliki kadar air yang sangat rendah (kering). Dua hal tersebut yang membuat mi instan mudah dibakar.

2. Mi instan mengandung bahan pengawet dan penyedap rasa yang berbahaya?
DR. dr. Samuel Oetoro, MS, Sp.GK menjelaskan bahwa bahan pengawet yang digunakan di dalam produk mi instan yang sudah terdaftar di BPOM RI adalah natrium benzoat. Natrium benzoat adalah bahan pengawet khusus makanan yang telah lulus uji sehingga tidak berbahaya.

Dokter spesialis gizi klinik, Dr. Juwalita Surapsari, Sp. GK menjelaskan bahwa kandungan penyedap rasa dalam produk mi instan yakni monosodium glutamate (MSG) berjumlah sedikit sesuai dengan batasan BPOM RI.

Dr. Juwalita melanjutkan dengan mengatakan ada sebuah penelitian yang menyebutkan bahwa MSG berbahaya jika dikonsumsi dalam jumlah besar dan dimasukkan ke dalam tubuh melalui suntikan, bukan melalui oral.

Pengawet dan penyedap rasa dalam mie instan dapat berbahaya apabila mi instan dikonsumsi secara kontinu setiap pagi, siang, dan malam.

dr. Sungadi Santoso menjelaskan jika seseorang mengonsumsi mi instan terlalu sering maka zat pengawet, penyedap, dan zat-zat lain di dalam mi instan akan menumpuk di dalam tubuh. Penumpukan zat tersebut tidak dapat dinetralisir oleh tubuh.

3. Mengonsumsi mi instan menyebakan hipertensi?
Lagi-lagi DR. dr. Samuel Oetoro, MS, Sp.GK mengatakan bahwa merupakan fakta apabila mengonsumsi mi instan dapat memicu hipertensi karena mi instan memiliki kandungan garam yang tinggi.

Satu bungkus mi instan mengandung 900 – 950 miligram garam. Padahal batas maksimal kebutuhan garam per hari bagi orang dewasa adalah 2000 miligram (atau sekitar 1 sendok teh garam). Sehingga mengonsumsi satu porsi mi instan langsung memangkas separuh jatah asupan garam per hari kita.

4. Merebus mi instan bersama bumbunya bisa menyebabkan kanker?
Dr. Juwalita Surapsari, Sp. GK menjelaskan bahwa belum ada penelitian yang menyatakan jika mi instan secara langsung menjadi faktor penyebab kanker. Kanker sendiri merupakan penyakit dengan multi faktor sehingga sulit dikatakan satu faktor menjadi penyebab kanker.

Sedangkan DR. dr. Samuel Oetoro, MS, Sp.GK mengatakan, bahwa mi instan bisa menjadi pemicu terbentuknya kanker jika dikonsumsi secara berlebihan misalnya mengonsumsi mi instan lima kali dalam sehari.

DR. dr. Samuel Oetoro, MS, Sp.GK menjelaskan bahwa di dalam mi instan ada kandungan natrium karbonat yang mana jika natrium karbonat terkena suhu tinggi maka dapat memicu kanker.

5. Sering mengonsumsi mi instan menyebabkan obesitas?
Dampak mi instan terhadap obesitas tergantung pada pola konsumsi. DR. dr. Samuel Oetoro, MS, Sp.GK menjelaskan, jika mi instan dikonsumsi dalam porsi besar dan kemudian diberi bahan tambahan seperti keju, sosis, kornet, telur, tentu mampu menyebabkan obesitas. Terlebih jika selain mengonsumsi porsi besar mi instan, ditambah juga mengonsumsi makanan lain dalam porsi yang banyak.

Satu bungkus mi instan mengandung sekitar 250 – 300 kilo kalori. Sehingga bila hanya mengonsumsi satu porsi mi instan, maka tidak akan menyebabkan obesitas.

Walaupun tidak menyebabkan obesitas jika hanya dikonsumsi sedikit, namun tetap tidak dianjurkan mengonsumsi mi instan setiap hari karena membahayakan tubuh.

6. Mi instan menyebabkan seseorang mengalami malnutrisi?
Spesialis penyakit dalam, Dr. Ahmad Fariz Malvi Zamzam Zein, Sp. PD menjelaskan bahwa mi instan dapat menyebabkan seseorang mengalami malnutrisi jika menjadikannya sebagai makanan pokok tanpa mengonsumsi makanan lain. Hal ini karena mi instan hanya memiliki kandungan nutrisi yang rendah dan tidak mencukupi kebutuhan tubuh.

Dr. Juwalita Surapsari, Sp. GK menerangkan bahwa mi instan hanya mengandung karbohidrat dan lemak. Karbohidrat pada mi instan bukan merupakan sumber karbohidrat yang baik karena memiliki serat yang rendah.

Selain itu, Dr. Juwalita Surapsari, Sp. GK menjelaskan bahwa kandungan lemak dalam minyak mi instan adalah jenis lemak jenuh. Minyak dalam mi instan mengandung 60% lemak jenuh.

Batas lemak jenuh per hari yang boleh dikonsumsi oleh orang dewasa adalah 7% dari total kalori yang dibutuhkan oleh tubuh dalam sehari. Total kalori yang dibutuhkan adalah 2000 kalori, sehingga batas maksimal lemak jenuh yang bisa dikonsumsi adalah sekitar 15 gram (tiga sendok teh). Dengan demikian kandungan lemak jenuh pada mi instan sudah mencapai batas limit kebutuhan.

dr. Sungadi Santoso pun menambahkan jika hanya mengonsumsi mi instan setiap hari maka tubuh akan mengalami defisiensi (kekurangan) zat gizi makro (protein, karbohidrat, lemak) dan mikro (vitamin, mineral, dan fitonutrisi) yang diperlukan oleh tubuh.

7. Tips mengonsumsi mi instan agar tidak membahayakan tubuh
Bagi para pecinta mi instan, berikut ini adalah aturan yang harus kamu taati agar Anda tetap dapat menikmati cita rasa mi instan tanpa membahayakan tubuh Anda:

Konsumsi produk mi instan yang sudah terdaftar dalam BPOM RI.

Jangan jadikan mi instan sebagai pengganti makanan pokok.

Batas konsumsi mi instan adalah dua kali dalam satu bulan.

Sebaiknya tambahkan sayur saat mengonsumsi mi instan dibanding dengan menambahkan bahan tinggi lemak seperti telur, kornet, atau keju. (IDN Times/Red)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.