Selasa, 5 Juli 22

Aturan Shalat Idulfitri di Rumah

Aturan Shalat Idulfitri di Rumah
* Ilustrasi shalat Idulftri di rumah. (Foto : IWKZ)

Berdasarkan Fatwa MUI Nomor 28 Tahun 2020 tentang Panduan Kaifiat Takbir dan Shalat Idul Fitri Saat Pandemi COVID-19, tata cara salat Idulfitri di rumah adalah sebagai berikut.

Shalat Idulfitri yang dilaksanakan di rumah dapat dilakukan secara berjamaah dan dapat dilakukan secara sendiri (munfarid).

Jika shalat Idulfitri dilaksanakan secara berjamaah, maka ketentuannya adalah, jumlah jamaah yang salat minimal 4 orang, satu orang imam dan 3 orang makmum.

 

Usai shalat Id, khatib melaksanakan khutbah.

Jika jumlah jamaah kurang dari empat orang atau jika dalam pelaksanaan salat jamaah di rumah tidak ada yang berkemampuan untuk khutbah, maka shalat Idulfitri boleh dilakukan berjamaah tanpa khutbah.

Jika shalat Idulftri dilaksanakan secara sendiri (munfarid), maka ketentuannya adalah berniat salat Idulfitri secara sendiri dan dilaksanakan dengan bacaan pelan (sirr).

Untuk yang shalat Id munfarid, tidak ada khutbah.

Tata Cara Shalat Idulfitri Berjamaah di Rumah

Berdasarkan Fatwa MUI Nomor 28 Tahun 2020, tata cara shalat Idulfitri secara berjamaah di rumah adalah sebagai berikut:

1. Sebelum shalat, disunahkan memperbanyak bacaan takbir, tahmid, dan tasbih.

2. Shalat dimulai dengan menyeru “ash-shalâta jâmi‘ah”, tanpa azan dan iqamah.

3. Memulai dengan bacaan niat dalam hati untuk shalat Idulfitri bagi imam atau makmum.

4. Membaca takbiratul ihram (الله أكبر/ Allahu Akbar) sambil mengangkat kedua tangan.

5. Membaca takbir sebanyak 7 kali (di luar takbiratul ihram) dan di antara tiap takbir itu dianjurkan membaca:

سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ

Bacaan latin: “Subhanallah wal hamdulilah wa laailaahaillallah wa Allahu Akbar”

6. Membaca surah al-Fatihah, diteruskan membaca surah yang pendek dari Alquran.

7. Dilanjutkan dengan rukuk, iktidal, sujud, duduk di antara dua sujud, sujud kedua (seperti salat biasa). Kemudian, berdiri lagi untuk melaksanakan rakaat kedua.

8. Pada rakaat kedua, yakni sebelum membaca al-Fatihah, mengucapkan takbir sebanyak lima kali sambil mengangkat tangan.

Lima takbir itu di luar takbir saat berdiri (takbir qiyam).

Di sela-sela setiap takbir disunahkan membaca:

سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ.

Bacaan latin: “Subhanallah wal hamdulilah wa laailaahaillallah wa Allahu Akbar”

9. Lalu, membaca Surah al-Fatihah, diteruskan membaca surah yang pendek dari Al-Quran.

10. Kemudian dilanjutkan dengan rukuk, iktidal sujud, duduk di antara dua sujud, sujud kedua dan duduk tasyahud akhir, serta diakhiri dengan salam.

11. Setelah salam, disunahkan mendengarkan khutbah Idul Fitri.

Jika jumlah jamaah kurang dari empat orang atau jika dalam pelaksanaan salat jamaah di rumah tidak ada yang berkemampuan untuk khutbah, maka shalat Idulfitri boleh dilakukan berjamaah tanpa khutbah. (Red)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.