Sabtu, 8 Agustus 20

Atasi Penyebaran Covid-19, Kabupaten Pesisir Selatan Siapkan Skenario New Normal

Atasi Penyebaran Covid-19, Kabupaten Pesisir Selatan Siapkan Skenario New Normal
* Ilustrasi New Normal. (Foto: tribunkaltim)

Sumbar, Obsessionnews.comKenormalan baru (new normal) terkadang juga disebut kewajaran baru atau kelaziman baru adalah sebuah istilah dalam bisnis dan ekonomi yang merujuk kepada kondisi-kondisi keuangan usai krisis keuangan, resesi global, dan pandemi Covid-19. Sejak itu, istilah tersebut dipakai pada berbagai konteks lain untuk mengimplikasikan bahwa suatu hal yang sebelumnya dianggap tidak normal atau tidak lazim, kini menjadi umum dilakukan.

Menghadapi pandemi virus Corona ini pemerintah tengah melakukan berbagai cara untuk memperkecil penularan virus yang ganas ini, yakni salah satunya memberlakukan skenario new normal.

Seperti yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat (Sumbar) saat ini tengah mempersiapkan skenario new normal atau tatanan kenormalan baru dalam upaya mengatasi infeksi virus Corona jenis baru maupun Covid-19 di daerah setempat.

“Pesisir Selatan siap menjalankan new normal sehingga semua sektor kembali menggeliat,” kata Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni, Kamis (28/5/2020).

Sebelumnya, Hendrajoni bersama Bupati dan Wali Kota telah mengikuti rapat evaluasi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dengan Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno secara virtual.

Pada rapat evaluasi tersebut Hendrajoni secara gamblang meminta agar gubernur tidak lagi memperpanjang PSBB Covid-19 di daerah setempat yang akan berakhir pada 29 Mei mendatang.

Beberapa hal yang menjadi pertimbangan pada usulan tersebut ialah berhasilnya pengendalian transmisi Covid-19 serta pertimbangan ekonomi. “Alhamdulillah Pesisir Selatan mampu mengendalikan transmisi lokal yang ada di Kecamatan Koto XI Tarusan dan semenjak 25 April 2020 tidak ada kasus baru di sana,” ucapnya.

Menurut dia, budaya new normal yang harus diterapkan diantaranya membudayakan memakai masker bila berada di luar rumah, jaga jarak dan selalu mencuci tangan menggunakan sabun dengan air mengalir. “Sudah saatnya masyarakat menjadikan protokol Covid-19 sebagai budaya,” kata Hendrajoni.

Secara keseluruhan, protokol kesehatan penanganan Covid-19 di daerah setempat telah berjalan dengan baik, termasuk tindakan terhadap warga yang diduga kontak erat dengan kasus positif.

“Hal itu saya katakan karena semua warga yang diduga kontak dengan kasus positif Covid-19, dalam waktu singkat langsung dikarantina dan dilakukan pengujian sampel swabnya,” imbuhnya.

Di Sumatera Barat sendiri ada tiga kabupaten kota yang tidak melanjutkan PSBB, yaitu Kabupaten Pesisir Selatan, Kota Bukit Tinggi dan Kota Padang Panjang. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.