Jumat, 24 Mei 19

Arief Yahya Dinobatkan Sebagai Menteri Berprestasi Tinggi

Arief Yahya Dinobatkan Sebagai Menteri Berprestasi Tinggi
* Menteri Pariwisata Arief Yahya. (Foto: FB Kemenpar)

Jakarta, Obsessionnews.com – Sejak menduduki kursi Menteri Pariwisata pada 2014 Arief Yahya memiliki kinerja yang kinclong. Berkat kinerjanya yang gemilang tersebut Arief diganjar berbagai penghargaan.

Terbaru menteri yang berasal dari Banyuwangi, Jawa Timur, ini dinobatkan sebagai menteri yang berprestasi tinggi dalam Kabinet Kerja 2014-2019 dalam ajang Penghargaan Prestasi Tinggi Kabinet Kerja. Yang juga mendapat penghargaan itu adalah Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Keuangan Sri Mulayani Indrawati, Menteri Perhubungan Budi Kaya Sumadi, dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan.

Acara penghargaan Prestasi Tinggi Kabinet Kerja diselenggarakan oleh Lembaga Kajian Nusantara (LKN) bersama Ikatan Ahli Manajemen Proyek Indonesia (IAMPI). Acara pemberian penghargaan berlangsung di Suhana Hall, The Energy Building Jakarta, Rabu malam (24/4/2019).

Siaran pers Kementerian Pariwisata menyebutkan penghargaan yang diberikan kepada Arief Yahya atas prestasinya dalam mengembangkan pariwisata nasional dalam empat tahun terakhir.

Ketua LKN Samsul Hadi mengatakan, penetapan prestasi tinggi yang dicapai Arief mempertimbangkan beberapa indikator, di antaranya terus naiknya devisa sektor pariwisata dari tahun ke tahun, dan semakin besarnya pariwisata menciptakan banyak kesempatan kerja yang menggerakkan ekonomi lokal.

Selain itu hingga September 2018 terlihat bahwa pencapaian prestasi destinasi pariwisata prioritas telah melampui target.

“Prestasi lainnya adalah daya saing pariwisata Indonesia terus membaik selama 4 tahun terakhir dan tentu saja memberikan kontribusi positif pada penerimaan devisa negara yang mendorong kualitas investasi menjadi lebih baik,” kata Samsul.

Arief menjelaskan, pertumbuhan pariwisata Indonesia dalam beberapa tahun terakhir mencapai 25,68 persen, sedangkan kawasan ASEAN hanya tumbuh 7 persen dan di dunia hanya 6 persen.

Sementara itu indeks daya saing pariwisata indonesia menurut World Economy Forum (WEF) juga menunjukkan perkembangan menggembirakan naik 8 poin. Bila pada 2015 berada di peringkat 50 melonjak menjadi peringkat 42 pada 2017, sedangkan target berikutnya berada di ranking 30 dunia pada 2019.

Sumbangan devisa dari sektor pariwisata meningkat sejak 2015 dari US$ $12,2 miliar, menjadi US$ 13,6 miliar di tahun 2016, dan meningkat menjadi US$15 miliar pada tahun 2017. Pada 2018 perolehan devisa pariwisata diproyeksikan sebesar US$ 17,6 miliar dengan perhitungan capaian 16,2 juta wisman dikalikan aspa (avarage spending per-arrival) atau rata-rata pengeluaran per kunjungan sebesar US$ 1.100/wisman.

“Perolehan devisa pariwisata tahun ini akan menempatkan posisi pariwisata sebagai penghasil devisa terbesar, mengalahkan atau sejajar dengan devisa crude palm oil (CPO) sebesar US$ 16 miliar berada di urutan teratas,” tutur Arief.

Ketua Pelaksana Penghargaan Prestasi Tinggi Kabinet Kerja 2014-2019 yang juga sebagai sebagai Wakil Ketua IAMPI Darma Tyanto Saptodewo menjelaskan, penyelenggaraan acara pemberian penghargaan ini dimaksudkan untuk mendorong meningkatnya keselarasan antara Kementerian dan Lembaga dalam mewujudkan ketercapaian tujuan pembangunan nasional.

“IAMPI menginginkan agar dana masyarakat digunakan untuk kegiatan yang mempunyai manfaat besar bagi masyarakat dan dikelola secara efisien dan efektif,” tandasnya. (arh)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.