Kamis, 6 Agustus 20

Apkasi Siap Sosialisasikan Empat Pilar Bersama MPR

Apkasi Siap Sosialisasikan Empat Pilar Bersama MPR
* Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Apkasi (Apkasi) dan MPR RI melakukan penandatanganan memorandum of understanding (MoU). (Foto: Apkasi)

Jakarta, Obsessionnews.com – Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Apkasi (Apkasi) dan MPR RI melakukan penandatanganan memorandum of understanding (MoU) untuk melakukan kegiatan bersama sosialisasi empat pilar MPR RI di Gedung Nusantara MPR, Senayan Jakarta, Rabu (8/7/2020).

Penandatangan dilakukan oleh Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo dan Ketua Umum Apkasi Abdullah Azwar Anas (Bupati Banyuwangi).

Anas menegaskan, Apkasi dan jajaran pemerintah kabupaten siap bersama dengan pimpinan MPR untuk melakukan sosialisasi empat pilar MPR RI ini.

Dengan begitu, tentu perlu dilakukan dengan cara dan model-model baru. Apa yang telah ditempuh oleh Ketua MPR dengan masuk ke lini-lini komunitas milenial ini merupakan terobosan.

“Cara-cara baru ini yang akan memandu kita untuk berubah apalagi munculnya Covid19 ini telah memunculkan tatanan baru dan menumbuhkan kembali seperti misalnya semangat gotong royong yang ini merupakan salah satu nilai-nilai Pancasila dan telah menjadi bagian dari keseharian kita,” ujar Anas dalam keterangan tertulisnya, Kamis (9/7).

Dia berharap MPR bersama-sama dengan kabupaten-kabupaten bisa bersinergi menggunakan formula bagaimana caranya agar empat pilar MPR RI ini sampai ke daerah-daerah, terutama kepada generasi muda dan anak-anak yang punya cara pandangnya kekinian.

“Harapannya dengan adanya MoU dan webinar yang kita lakukan ini, kami para bupati bisa mendengar langsung bagaimana cara-cara agar empat pilar MPR RI ini sampai ke generasi-generasi baru kita, terutama kepada para Generasi Milenial maupun Generasi Z,” tambah Anas.

Sementara itu, Bambang mengakui bahwa kegiatan sosialisasi empat pilar MPR RI ini mungkin kurang begitu populer. Meski begitu harus tetap semangat mencari cara-cara baru dalam memberikan pembelajaran dan pemahaman agar nilai-nilai Pancasila tertanam di setiap generasi di tengah derasnya arus informasi dan teknologi.

“Kita harus waspada bahwa selain ancaman-ancaman terorisme maupun ancaman komunisme, adalagi yang lebih serius yakni ancaman akan rusaknya gaya hidup generasi muda,” ujarnya.

Tak hanya itu, sosialisasi empat pilar ini sambil mengingatkan kepada generasi muda akan pentingnya nilai-nilai, budi pekerti dan filosofi Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Ketua MPR juga menyitir butir ketentuan UUD 1945, Pasal 18 (1) yang menyebutkan bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia dibagi atas daerah-daerah provinsi, kabupen dan kota, yang dalam konteks implementasinya, pemkab menjadi ujung tombak dalam mengatur dan mengelola tata pemerintahan dan tatanan kehidupan masyarakat di daerah.

Semangat membangun daerah diselaraskan dengan semangat membangun ikatan kebangsaan dan nasionalisme. “Inilah harapan dan cita-cita kita dalam berbangsa dan bernegara,” tuturnya.

Untuk itu, dia mengarapkan partisipasi dari para bupati sebagai kepada daerah di seluruh wilayah Indonesia yang tergabung di Apkasi dalam menjalankan tugas, fungsi dan wewenang kepemerintahannya untuk dapat berperan aktif menyampaikan narasi-narasi kebangsaan yang berisikan nilai-nilai luhur.

“Baik kepada perangkat daerah maupun kepada seluruh lapisan masyarakat,” imbuh pria yang akrab disapa Bamsoet.

Dia menambahkan, dinamika kehidupan masyarakat di 416 kabupaten anggota Apkasi di seluruh Indonesia tentu memiliki keterkaitan dengan kehidupan nasional maupun global, karenanya institusi yang dipimpinnya konsisten membangun karakter bangsa melalui pemasyarakatan empat pilar MPR RI kepada seluruh elemen bangsa.

“Biar gampang kita mengingat 4 pilar MPR RI ini sebagai PBNU, P merupakan singkatan untuk Pancasila, B untuk singkatan Bhineka Tunggal Ika, N untuk singkatan NKRI dan U untuk menyebutkan UUD 1945,” tambah Bamsoet. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.