Jumat, 22 Oktober 21

Angka Positif Covid-19 Melonjak Usai Bencana, LaNyalla Minta Ada Ruang Isolasi di Pengungsian

Angka Positif Covid-19 Melonjak Usai Bencana, LaNyalla Minta Ada Ruang Isolasi di Pengungsian
* Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti. (Foto: istimewa)

Jakarta, obsessionnews.com – Tingginya angka positif Covid-19 di Sulawesi Barat (Sulbar) pascagempa mendapat sorotan dari Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti. Dari angka yang dilansir Emergency Medical Team Ikatan Dokter Indonesia (IDI) angka positif Covid-19 usai bencana melonjak sekitar 70 persen. LaNyalla  meminta pemerintah segera bertindak cepat untuk mengatasi hal tersebut.

 

Baca juga:

Menko PMK Cek Penanganan Pengungsi Korban Gempa Sulbar

Merasa Tidak Panik Lagi, Sebagian Warga Korban Gempa Sulbar Kembali ke Rumah

FOTO ACT Berangkatkan Kapal Kemanusiaan untuk Korban Gempa Sulbar

 

“Kasus Covid-19 yang melonjak sekitar 70 persen itu termasuk pengungsi dan relawan. Untuk mencegah kasus Covid-19 di pengungsian, harus segera dibuatkan ruang isolasi bagi penderita Covid-19 dengan cepat,” kata LaNyalla dalam keterangan resminya, Selasa (9/2/2021).

Perlu diketahui, rumah sakit khusus penanganan Covid-19 rusak akibat gempa yang melanda. Rusaknya fasilitas kesehatan tersebut bisa saja menjadi salah satu sebab tingginya angka positif Covid-19 di Sulbar usai bencana.

“Para relawan harus lebih cepat ditangani karena bisa jadi merupakan OTG (Orang Tanpa Gejala), sehingga sangat berpotensi menularkan kepada para pengungsi,” paparnya.

Senator dari daerah pemilihan Jawa Timur ini mengakui itu tak mudah menanggulangi bencana di wilayah pengungsian. Namun, tetap harus menjadi prioritas penyelamatan karena efeknya berdampak luas.

“Penanganan Covid-19 saat bencana memang tidak mudah. Tetapi tetap harus menjadi prioritas karena efeknya bisa meluas dan khawatir tidak dapat dikendalikan,” tuturnya.

Emergency Medical Team IDI mengingatkan pentingnya sarana isolasi di wilayah terdampak gempa di Kabupaten Majene dan Mamuju, Sulawesi Barat. Kasus COVID-19 di daerah-daerah tersebut meningkat sehingga mengakibatkan angka terkonfirmasi positif Sulbar naik 70 persen dalam 23 hari. (red/arh)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.