Selasa, 25 Januari 22

Aneh! Jerapah Punya Tekanan Darah Tinggi Tapi Kenapa Tidak Sakit Jantung?

Aneh! Jerapah Punya Tekanan Darah Tinggi Tapi Kenapa Tidak Sakit Jantung?
* Jerapah. (grid.id)

Jerapah memiliki tekanan darah yang sangat tinggi, bahkan dua kali tekanan darah binatang lain 110/70 ataupun tekanan darah mamusia yang normal 120/80.

Karena sangat tingginya kepala jerapah, jauh dari jantungnya maka perlu tekanan darah yang sangat tinggi. Tapi mereka tidak terkena masalah kesehatan yang mengganggu penderita hipertensi. Bagaimana bisa?

Bagi kebanyakan orang, jerapah hanyalah hewan manis berleher panjang yang favorit dikunjungi di kebun binatang atau difoto saat safari.

Namun bagi seorang ahli fisiologi kardiovaskular, ada lebih banyak lagi yang bisa dipelajari dari para jerapah.

Jerapah ternyata telah memecahkan masalah yang membunuh jutaan orang setiap tahun: tekanan darah tinggi.

Solusinya, yang sejauh ini belum sepenuhnya dimengerti oleh para ilmuwan, terkait dengan organ bertekanan, irama jantung yang berubah, penyimpanan darah, dan tempat persediaan penyimpanan secara biologis.

Jerapah memiliki tekanan darah setinggi langit karena kepalanya yang sangat tinggi.

Kepala jerapah dewasa bisa mencapai 6 meter dari permukaan tanah, jarak yang sangat jauh bagi jantung untuk memompa darah melawan gravitasi.

Untuk memiliki tekanan darah 110/70 di otak (yang normal untuk mamalia besar), jerapah membutuhkan tekanan darah di jantung sekitar 220/180.

Tekanan setinggi itu tidak bermasalah bagi jerapah, tetapi pada manusia, tekanan setinggi itu bisa memicu berbagai masalah. Mulai dari gagal jantung, gagal ginjal, hingga kaki bengkak.

Pada manusia, tekanan darah tinggi kronis menyebabkan penebalan otot jantung.

Ventrikel kiri jantung menjadi lebih kaku dan kurang mampu mengisi lagi setelah setiap stroke, menyebabkan penyakit yang dikenal sebagai gagal jantung diastolik, yang ditandai dengan kelelahan, sesak napas, dan berkurangnya kemampuan untuk berolahraga.

Jenis gagal jantung ini yang terjadi pada hampir setengah dari 6,2 juta kasus gagal jantung di AS saat ini.

Ketika ahli jantung dan ahli biologi evolusi Barbara Natterson-Horowitz dari Harvard dan UCLA memeriksa jantung jerapah, dia dan muridnya menemukan bahwa ventrikel kiri mereka memang menjadi lebih tebal, tetapi tanpa kekakuan, atau fibrosis, yang akan terjadi pada manusia.

Para peneliti juga menemukan bahwa jerapah memiliki mutasi pada lima gen yang berhubungan dengan fibrosis.

Sesuai dengan temuan itu, peneliti lain yang memeriksa genom jerapah pada tahun 2016 menemukan beberapa varian gen spesifik jerapah yang terkait dengan perkembangan kardiovaskular dan pemeliharaan tekanan darah dan sirkulasi.

Pada Maret 2021, tim penelitian lain melaporkan varian spesifik jerapah dalam gen yang terlibat dalam fibrosis.

Jerapah punya trik lain untuk menghindari gagal jantung: irama listrik jantungnya berbeda dari mamalia lain.

Pada jerapah, fase pengisian ventrikel dari detak jantung diperpanjang, menurut Natterson-Horowitz.

Hal ini memungkinkan jantung untuk memompa lebih banyak darah dengan setiap detakan, sehingga jerapah bisa berlari kencang meskipun otot jantungnya lebih tebal.

“Yang harus dilakukan adalah melihat gambar jerapah yang sedang lari,” kata Natterson-Horowitz, “dan kita sadar bahwa jerapah telah memecahkan masalah.”

Mengapa jerapah tidak pingsan?
Tampaknya jerapah dapat menahan perubahan tekanan darah yang tiba-tiba ini.

Ketika jerapah dibius dan kepalanya dinaikkan dan diturunkan dengan tali dan katrol, Aalkjær menemukan bahwa darah menggenang di pembuluh darah besar leher saat kepalanya di bawah.

Lebih dari satu liter darah tersimpan, untuk sementara mengurangi jumlah darah yang kembali ke jantung.

Dengan lebih sedikit darah yang tersedia, jantung menghasilkan lebih sedikit tekanan pada setiap denyutan saat kepala menunduk.

Saat kepala diangkat lagi, darah yang disimpan tiba-tiba mengalir kembali ke jantung, yang merespons dengan tekanan tinggi yang kuat yang membantu memompa darah ke otak.

Belum jelas apakah ini juga terjadi pada hewan yang berada dalam keadaan bangun dan bergerak bebas, meskipun tim Aalkjær baru-baru ini mencatat tekanan darah dan aliran darah dari sensor yang ditanamkan pada jerapah yang bergerak bebas.

Dia berharap untuk mendapatkan jawabannya segera.

Jadi, bisakah kita belajar pelajaran medis dari jerapah?

Tak satu pun dari pengetahuan tentang jerapah ini yang sudah menghasilkan terapi klinis tertentu. Tapi itu tidak berarti tidak akan ada, kata Natterson-Horowitz.

Meskipun beberapa adaptasi mungkin tidak relevan untuk hipertensi pada manusia, pengetahuan ini dapat membantu ilmuwan biomedis memikirkan masalah dengan cara baru dan menemukan pendekatan baru untuk penyakit yang sangat umum ini.

Artikel ini pertama muncul di Knowable Magazine, dan diterbitkan ulang di bawah lisensi Creative Commons. Versi bahasa Inggris dari artikel ini, How giraffes deal with sky high blood pressure , bisa Anda simak di laman BBC Feature. (Red)

Sumber: BBC News

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.