Kamis, 23 Januari 20

Anak Usaha Koperasi Kisel Didorong Melantai di Bursa Saham

Anak Usaha Koperasi Kisel Didorong Melantai di Bursa Saham
* Deputi Bidang Pengawasan Kemenkop UKM, Suparno dalam jumpa pers di Jakarta, Jumat (5/7/2019). (Foto: dok Kemenkop UKM)

Jakarta, Obsessionnews.com – Kementerian Koperasi dan UKM menyambut positif capaian Koperasi Telekomunikasi Seluler (Kisel) yang mampu menduduki peringkat 94 dari 100 koperasi besar dunia versi World Cooperative Monitor (WCM). Kisel merupakan satu-satunya koperasi Indonesia yang tercantum namanya dalam jajaran peringkat koperasi dunia tersebut.

“Tentu ini merupakan sebuah capaian yang luar biasa yang patut kita apresiasi. Kami dari Kementerian Koperasi dan UKM ikut senang karena ada koperasi dari Indonesia yang masuk dalam daftar 100 koperasi besar dunia,” kata Deputi Bidang Pengawasan Kemenkop UKM, Suparno dalam jumpa pers di Jakarta, Jumat (5/7/2019).

Atas capaian itu, Kemenkop UKM mendorong supaya Kisel yang sudah memiliki 5 anak usaha berbentuk perseroan terbatas (PT) itu masuk ke bursa saham. Berdasarkan data Tahun Buku 2016, Kisel memiliki omzet sebesar Rp 5,7 triliun. Dengan melantai di bursa saham, Kisel akan tercatat sebagai koperasi kedua setelah Kospin Jasa dari Pekalongan.

“Saya pikir sudah saatnya bahwa dunia usaha harus ikuti dunia bisnis di lapangan. Kalau dia bisa melantai di bursa efek saya pikir sudah saatnya. Makanya ketika koperasi bikin PT itu biar bisa flexibel. Makanya kita berikan ruang dan kesempatan yang seluas-luasnya,” ujar Suparno.

“Saya pikir kisel juga akan ikuti Kospin jasa Pekalongan kalo dia di sektor keuangan ini di bidang lainnya,” sambungnya.

Ketua Pengurus Kisel, Suryo Hadiyanto mengakui pihaknya sudah memikirkan untuk mengikutkan anak usahanya masuk bursa saham. Namun untuk mencapai target tersebut menurut dia bukanlah perkara mudah. Sebab banyak hal yang harus dipersiapkan salah satunya melalui langkah inovasi.

“Kita sadar banget melantai di bursa saham itu bukan yang mudah, masuknya juga mempertahankan juga sulit. Kita semua bisnis organisasi. Dari 5 usaha itu mana yang firm. Ada beberapa hal supaya ketika melantai ada sesuatu yang baru setiap kuartal. Saat ini kita lagi sertifikasi dan standarisasi sistem ISO,” katanya.

“Kan bukan besarnya bisnis yang kita siapkan IPO tapi bahwa perusahaan ini siap karena secara bisnis dia OK dan secara bisnis ke depannya ada potensial untuk growth ini baru dipikirkan. Kuartal pertama kuartal itu harus kita pastikan. Nah itu yang baru kita maping nah apa saja inovasi-inovasi yang bakal disiapkan untuk IPO,” lanjut Suryo.

Dalam jajaran 300 koperasi besar dunia versi WCM, Kisel menduduki peringkat 94 dengan penilaian berbasis rasio pendapatan koperasi berbanding PDB Nasional. Sedangkan untuk kategori Other Service atau Jasa lainnya, Kisel menduduki peringkat pertama mengalahkan Selectour dari Prancis dan Koperasi Permodalan Felda Malaysia Berhad dari Malaysia. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.