Sabtu, 19 Oktober 19

Anak Pemeran Video Porno Akhirnya Masuk Pesantren

Anak Pemeran Video Porno Akhirnya Masuk Pesantren
* Ilustrasi kekerasan seksual terhadap anak.

Bandung, Obsessionnews.com – Tiga anak yang pemeran video porno bersama orang dewasa di Bandung, Jawa Barat,  akhirnya dimasukkan ke pesantren. Mereka lebih dulu menjalani rehabilitasi di Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) guna memulihkan kondisi kejiwaannya.

“Setelah penyembuhan trauma selesai, kita kembalikan ke keluarga. Tetapi, karena kondisinya tidak ramah anak, sepertinya kita tidak dulu kembalikan ke keluarga. Anak-anak ini akan dibawa ke pesantren,” kata Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Masyarakat (DP3APM) Kota Bandung Dedi Supandi di Bandung, Selasa, (16/1/2018).

Menurut Dedi, anak-anak yang menjadi korban video porno itu tidak dikembalikan kepada keluarga. karena sebagian pelaku adalah keluarga. Dinas DP3APM Kota Bandung juga telah meminta izin kepada keluarga korban agar mereka dibawa ke pesantren. “Kami sudah menyampaikan hal itu kepada neneknya. Dia berharap anak-anak tersebut tetap mengenyam pendidikan,” kata Dedi.

Dedi mengatakan, pesantren pun telah setuju dan bahkan pengelolanya telah datang kepada keluarga korban. Namun Dedi menolak untuk memberitahukan nama pesantren tempat anak-anak tersebut mengenyam pendidikan.

“Masih di Bandung juga, tetapi saya tidak bisa memberi tahu nama pesantren tersebut, karena ini adalah masalah perlindungan anak,” kata dia.

Ketua P2TP2A Provinsi Jawa Barat Netty H mengatakan, keadaan anak-anak tersebut yang saat ini berada di penampungan P2TP2A semakin membaik.

“Mereka sudah mengerti konsep kebersihan diri, mereka mulai memiliki manajemen waktu, kapan mereka harus bangun, kapan mereka harus merapikan tempat tidur dan sebagainya sesuatu yang di rumah mereka sendiri tidak pernah dibiasakan,” kata dia. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.