Jumat, 3 Februari 23

Aksi Diam Ribuan Aremania Lumpuhkan Jalan Malang Raya 135 Menit

Aksi Diam Ribuan Aremania Lumpuhkan Jalan Malang Raya 135 Menit
* Suporter Arema FC, Aremania, aksi turun ke jalan dengan berdiam diri di Jalan utama, tuntut penuntasan tragedi Kanjuruhan: (CNN Indonesia)

Suporter Arema FC, Aremania, kembali menggelar demonstrasi menuntut pengusutan tragedi Kanjuruhan dengan cara menutup akses jalan utama Malang Raya, tepatnya di kawasan pintu masuk Exit Tol Karanglo, Kabupaten Malang selama 135 menit.

Sejak pukul 12.30 WIB, Aremania secara bertahap mulai mendatangi wilayah persimpangan Exit Tol Karanglo dan menutup seluruh akses jalan mulai dari wilayah masuk Kota Malang jalur Arjosari maupun wilayah keluar Malang jalur Singosari-Lawang.

Aremania menggelar aksi lumpuhkan jalan utama Malang Raya selama 135 menit demi menuntut kejelasan kasus Kanjuruhan.

Tak hanya persimpangan saja, berdasarkan pantauan, ribuan Aremania juga menutup akses underpass Karanglo. Lalu lintas lumpuh, kemacetan total pun terjadi.h

Salah satu Aremania, Harie Pandiono, mengatakan aksi melumpuhkan jalan 135 menit di hari kerja ini merupakan kesepakatan Arek Malang, sebagaimana 135 korban jiwa Tragedi Kanjuruhan.

Mereka pun meminta maaf kepada warga Malang dan seluruh pengguna jalan jika aksinya membuat lalu lintas macet.

“Kesepakatan turun jalan dari titik Gajayana Malang menuju tiga titik dan berhenti 135 menit. Jadi kami meminta maaf karena membuat Malang macet,” ujar Harie.

Salah satu Aremania lainnya bernama Ambon Fanda mengatakan aksi ini dilakukan karena sampai detik ini kepolisian masih tidak jelas mengusut Tragedi Kanjuruhan, dalam laporan model B.

“Laporan model B yang masuk di Polres Malang juga baru kemarin ditindaklanjuti. Kenapa harus menunggu kami turun baru mereka gerak,” kata Fanda.

Fanda mengatakan aksi ini juga mereka lakukan dengan diam. Sebagaimana para penyidik kepolisian yang diam dan tak mau terbuka atas proses hukum Tragedi Kanjuruhan.

“Hari ini kita hanya aksi diam, melihat mereka yang memang juga diam setelah membunuh saudara kami. Mungkin untuk selanjutnya kita akan ujarkan tuntutan dengan orasi yang ada,” katanya.

Setelah melumpuhkan jalan di kawasan Exit Tol Karanglo selama satu jam hingga pukul 13.30 WIB. Ribuan Aremania kemudian beriring-iringan konvoi menuju Polres Malang hingga akhirnya finish dan berhenti di Mako Brimob, wilayah Ampeldento, Kabupaten Malang. (CNNIndonesia/Red)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.