Jumat, 2 Desember 22

Akbar Faizal: Parlemen Perlu Terobosan Besar

Akbar Faizal: Parlemen Perlu Terobosan Besar
* Anggota DPR dari Partai Nasdem, Akbar Faizal.

Latar belakang jurnalis dan aktifis plus seni membuat Akbar Faizal, anggota DPR-RI asal Sulawesi Selatan memiliki standar kinerja sendiri: BERBASIS DATA. Kritis, lugas, tegas namun tetap santun. Dia selalu menjadi pendobrak di parlemen bahkan sejak hari pertama duduk di DPR.

Gagal melenggang ke Senayan pada pileg 2004, Akbar Faizal akhirnya lolos dari Dapil Sulawesi Selatan II (Sinjai, Bone, Maros, Bulukumba, Pangkep, Barru, Soppeng, Wajo, dan Kota Parepare) pada Pileg 2009.

Akbar Faizal bersama keluarga.
Akbar Faizal bersama keluarga.

Publik langsung mencatat namanya pada masa-masa awal kehadirannya di DPR. Peran sentralnya pada penyelidikan politik DPR di kasus skandal Bank Century berhasil memaksa publik memberi perhatian pada dirinya. Sebagai partai oposan saat itu, Partai Hanura dicatat publik lewat sepak terjang Akbar Faizal. Harian Kompas yang melakukan survei kinerja partai politik saat kasus Bank Century mencuat menempatkan Partai Hanura partai politik pemenang Pileg urutan kedua jika Pemilu dilakukan saat itu. Dan faktor Akbar Faizal adalah kata kuncinya.

Namun setahun lebih sebelum masa tugasnya berakhir, ia mundur dari DPR. Sebuah akrobatik politik yang oleh banyak pengamat menyebutnya sebagai akhir karir politik Akbar Faizal. Pasalnya, popularitasnya berada dipuncak. Hingga kini Akbar Faizal tak pernah membuka alasan dia mundur dari DPR dan keluar dari Hanura. “Saya tak akan pernah menjawab pertanyaan itu,” kata Akbar. Sejarah mencatat, Akbar politisi Sulsel pertama yang lolos ke DPR lagi lewat partai berbeda dari dapil yang sama.

Sebagai anggota DPR, Akbar Faizal dekat dengan rakyat.
Sebagai anggota DPR, Akbar Faizal dekat dengan rakyat.

Saat ini Akbar, lulusan IKIP Ujung Pandang (kini Universitas Negeri Makassar), duduk di Komisi III DPR yang membidangi Hukum dan HAM. Jika pada periode pertama Akbar berada pada posisi oposan, pada periode kedua ini berdiri kokoh dibarisan pendukung pemerintah. Lelaki Bugis ini mantan sekretaris Tim Pemenangan Nasional Jokowi–JK yang mengendalikan operasi pemenangan Jokowi –Jusuf Kalla dan menang pilpres. Akbar Faizal juga anggota Tim Transisi Pemerintahan Jokowi-JK yang ditunjuk langsung oleh Jokowi untuk merancang blue print pemerintahannya.

Meski pendukung pemerintah, sikap kritisnya tak berubah. Saat Presiden Jokowi mengangkat Arcandra Tahar sebagai Menteri ESDM, Akbar bersikap teguh menolak dengan berbagai argumentasi yang terukur. Ia juga bersikap keras saat penyelidikan DPR melalui Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) pada kasus ‘Papa Minta Saham’ dan Setyo Novanto harus mundur dari Ketua DPR.

Publik mencatat nama penyuka olahraga menembak ini pada banyak kasus seperti Terbunuhnya Salim Kancil di Lumajang oleh para mafia pasir atau matinya bocah Engelina di Bali. Terakhir, Akbar menginvestigasi langsung penipuan ratusan miliar Dimas Kanjeng di Probolinggo. Di Sulsel sendiri, Akbar menginisiasi Rumah Hukum Akbar Faizal yang melakukan pendampingan hukum bagi warga yang membutuhkan secara Pro Bono. Mulai dari kasus tanah, kriminalisasi guru hingga perseteruan warga dengan perusahaan perkebunan.

Untuk legislasi, Akbar terlibat penuh dalam berbagai UU khususnya Paket UU Politik. Saat ini, Akbar adalah anggota Panja UU KUHP dan Pansus Revisi UU Pemberantasan Terorisme.

Apa kata Akbar Faizal tentang parlemen saat ini? “Perlu banyak terobosan jika ingin mendapat tempat dihati publik,” kata Akbar. Baginya, kelemahan DPR saat ini tidaklah serta merta. Kesalahan telah dimulai bahkan sejak awal ketika para anggota DPR ini memulai karir di partai politik tempatnya bernaung. “Lima kelemahan utama parpol saat ini dan menjadi awal dari kelemahan parlemen kita,” jelas Akbar.

Pertama, serabutan melakukan rekrutmen  kader. Kemenangan dilihat semata sebuah tujuan dan melupakan prosesnya. Kedua, kaderisasi. Hampir tak ada partai kader di Indonesia selain semata sebagai sebuah klaim. Tak heran jika kader parpol hanya tampak gagah dalam uniform tapi gagap dalam menjelaskan dan meyakinkan publik tentang platform partainya. Beberapa partai baru mulai menyadari hal ini.

Ketiga, lemah pengelolaan parpol itu sendiri. Parpol tampak kesulitan bergeser dari paradigma lama dan kekuatan uang menjadi faktor tunggal dalam pengelolaan parpol. “Parpol dikelola seperti perusahaan,” tuturnya.

Keempat, payah dalam pengelolaan keuangan partai. Bendahara diperlakukan tak lebih dari kasir. Semua ini akibat uang parpol dalam seluruh sektor dikendalikan dari kantong ketua umumnya. Kekuatan modal mengendalikan seluruh sistem demokrasi kita yang memberikan otoritas kepada parpol untuk mengelolanya.

Kelima, lemah dalam pemberdayaan kader ketika terdistribusi untuk pelayanan publik. Yang seharusnya melayani tapi justru menuntut dilayani. “Demokrasi kita tak akan kemana-mana jika kelemahan ini tak teratasi secara mendasar,” tegas suami dari Andi Syamsartika Virawati ini.

Mimpi terbesar Akbar Faizal di DPR adalah terobosan melahirkan UU Akbar Faizal. Ya…sebuah UU yang dilabeli namanya sendiri. Bisa tentang penegakan hukum atau regulasi bidang ekonomi. Hal ini dimungkinkan meski pada akhirnya kesepakatan akhir tentang diterima atau tidaknya rancangan UU tersebut harus diambil berdasarkan kesepakatan antar fraksi. “Saya akan merasa paripurna jika bisa melahirkan UU Akbar Faizal meski ini tak pernah terjadi di model parlemen kita,” ungkap Akbar Faisal yang merupakan satu-satunya anggota DPR yang membuat Laporan Kinerja Tahunan.

Pria kelahiran Makassar 1968 ini selalu penuh dengan ide dan gagasan. Saat ini, Akbar sedang menyiapkan diri bertarung dalam perebutan jabatan Gubernur Sulawesi Selatan 2018. Jaringan yang dimilikinya serta akses terhadap pusat kekuasaan telah dikuasainya.

Akbar tetaplah Akbar yang dulu. Sederhana, hangat dan mudah masuk pada segala komunitas. Juga karakter keras dan lugasnya tak pernah bisa berubah. Publik hafal betul gaya dan intonasi suaranya pada semua debatnya di ruang-ruang publik semisal debat-debat di berbagai stasiun TV. Akbar adalah tamu tetap pada semua program unggulan seluruh TV nasional. (@arif_rhakim)

Artikel ini dalam versi cetak telah diterbitkan di Majalah Men’s Obsession edisi Oktober 2016.

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.