Senin, 28 September 20

Agony Cinta untuk Perawat Orang-orang Hilang Ingatan

Agony Cinta untuk Perawat Orang-orang Hilang Ingatan
* Penulis dan seorang perawat orang hilang ingatan di Makkah. (Foto: Helmi Hidayat)

Jika bukan elegi cinta yang bisa saya ungkapkan untuk para perawat orang-orang stres dan hilang ingatan di Makkah, apa lagi? Pantat mereka kerap ditepuk, payudara mereka dipencet, tangan digigit, dada ditendang, bahkan kata-kata cabul kerap diungkapkan pasien laki pada mereka.

Sederet agony yang segera saya tumpahkan berikut ini rasanya tak cukup mewakili penderitaan,  kesabaran, juga pengorbanan mereka. Semua kisah dalam tulisan ini adalah nyata, tapi nama-nama pasien dan tempat asal mereka sengaja saya samarkan demi etika bermedia sosial.

Kita mulai dari kisah ini…

Malam telah larut ketika seorang pasien tua, dengan wajah memelas dan mata sayu, memanggil-manggil perawat yang bertugas di ruang isolasi Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), Makkah. Semua sudah tidur. Erna Assegahar, yang malam itu melakukan piket, segera membuka pintu jeruji besi yang memisahkan mereka.

Perawat asal Sulawesi Selatan ini menurut saja permohonan membuka pintu itu toh, dalam pikirannya, kedua tangan perempuan tua itu diikat di ranjang. Dia ingin tahu apa yang terjadi pada pasien yang dirawatnya. Usai membuka pintu Erna berjalan dengan keyakinan penuh ke tempat pembaringan perempuan tua asal sebuah provinsi di Sumatera itu.

Pages: 1 2 3 4 5

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.