Selasa, 26 Mei 20

Ada 19 Negara yang Masih Bebas Corona, Apa Saja? Ini Datanya

Ada 19 Negara yang Masih Bebas Corona, Apa Saja? Ini Datanya
* Nauru, negara terkecil di dunia yang masih bebas corona. (Foto:Quora)

Jakarta, Obsessionnews.com – Setidaknya sudah tiga bulan virus corona ditemukan kasusnya pertama di China pada Januari 2020. Tak lama setelah itu penyebaran virus corona begitu cepat bagaikan kilat. Wabah Covid-19 ini langsung mendunia, menyerang sejumlah negara.

Kasus itu tercatat pada 13 Januari, di mana virus ini sudah menjadi masalah global. Kasus infeksi corona tiba-tiba dilaporkan telah terjadi di Thailand, Jepang, Korea Selatan, lalu kemudian menyebar sampai ke Amerika Serikat.

Di seluruh dunia, kasus yang awalnya hanya satu atau dua laporan, kini telah mewabah. Saat ini ada lebih dari satu juta kasus Covid-19 secara global, mulai dari Nepal sampai Nicaragua. Bahkan corona sudah menembus 201 negara.

Dengan jumlah kasus penularan yang terus bertambah, ternyata masih ada sejumlah negara yang bebas dari corona. Menurut data Universitas Johns Hopkins disebut pada 2 April 2020, terdapat 19 negara yang belum melaporkan temuan kasus virus Corona,

Negara yang masih aman dari infeksi corona adalah Komoro, Kiribati, Lesotho, Malawi, Kepulauan Marshal, Mikronesia, Nauru, Korea Utara, Palau, Samoa, Sao Tome dan Principe, Kepulauan Solomon, Sudan Selatan, Tajikistan, Tonga, Turkmenistan, Tuvalu, Vanuatu, dan Yaman.

Sebagian pakar mengatakan, di negara-negara tersebut mungkin sudah ada kasus tapi belum dilaporkan. Korea Utara misalnya, secara resmi pemerintahnya mengatakan tidak ada kasus positif corona, demikian juga dengan Yaman baru tercabik perang.

Kendati begitu, memang ada negara yang belum terpapar virus, biasanya adalah kepulauan kecil dengan jumlah penduduk sedikit. Bahkan, menurut data PBB, 7 dari 10 negara yang paling jarang didatangi itu lah yang bebas Covid-19.

Tanpa menerapkan pembatasan jarak sosial, tempat-tempat tertentu di dunia ini memang sudah terisolasi. Misanya Nauru, yang terletak di Laut Pasifik, berjarak 320 kilometer dari “tetangganya”, yang paling dekat adalah Pulau Banaba, bagian wilayah Kiribati.

Kota besar terdekat bisa dijangkau dengan penerbangan langsung dari Brisbane.

Nauru termasuk negara kedua terkecil (yang berupa daratan) setelah Monaco dan memiliki populasi 10.000 orang, termasuk kedua paling sedikit setelah Tuvalu. Tempat ini juga paling jarang dikunjungi. Setiap tahun kunjungan turis ke negara ini hanya sekitar 160 orang.

Sebagain orang mungkin menganggap tempat yang terpencil seperti itu tidak perlu khawatir dengan wabah corona. Namun, di negara yang hanya punya satu rumah sakit, tidak punya ventilator, dan kekurangan tenaga medis, wabah adalah bencana nasional.

Itu sebabnya pada awal Maret Nauru melarang kunjungan orang dari China, Korea Selatan, Italia, dan juga Iran. Pada pertengahan Maret, penerbangan dari Fiji, Kiribati, dan Kepulauan Marshall juga dihentikan, sementara penerbangan dari Brisbane dikurangi frekuensinya.

Selain Nauru, kini negara-negara kecil di Pasifik juga telah mencanangkan darurat nasional menghadapi Covid-19.

Pemerintah di negara tersebut menyadari, sebagai negara yang kecil dengan fasilitas kesehatan yang terbatas, setiap pasien dengan penyakit berat harus dikirim ke luar negeri. Itu sebabnya kini mereka berusaha menjaga agar kasus corona di negaranya tetap nol. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.