Selasa, 28 September 21

94.5% Pemilih Suka Kunjungan Jokowi ke Gempa Lombok

94.5% Pemilih Suka Kunjungan Jokowi ke Gempa Lombok
* Acara paparan LSI Denny JA di Jl. Pemuda, Rawamangun, Kamis (6/12/2018). (foto: Kapoy/OMG)

Jakarta, Obsessionnews.com – Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA kembali merilis tentang 6 isu besar yang punya efek elektoral selama dua bulan masa kampanye. Isu dan program yang menjadi hot issues di media konvensional dan trending topic di media sosial, ternyata mayoritas tak punya efek elektoral yang signifikan terhadap pemilih secara luas.

“Isu-isu tersebut lebih banyak menjadi sensasi dalam diskursus publik selama masa kampanye dan tak banyak berpengaruh pada naik turunnya suara capres. Dari survei terbaru LSI Denny JA, isu atau program yang punya efek elektoral adalah program kedua capres yang langsung bersentuhan dengan pemilih,” ujar peneliti LSI Denny JA Rully Akbar di Jl. Pemuda, Rawamangun,  Kamis (6/12/2018).

Enam isu tersebut, yakni penyelenggaran Asian Games, Kunjungan Jokowi ke Gempa Palu, Kunjungan Jokowi ke Gempa Lombok, Hoax Ratna Sarumpaet, Dollar 15ribu, dan Pembakaran Bendera Tauhid.

“Penyelenggaraan Asian Games didengar oleh 85.1% pemilih. Dari mereka yang pernah mendengar kegiatan ini, sebesar 96.5% menyatakan mereka suka dengan kegiatan tersebut,” tuturnya.

Sementara, kunjungan Jokowi ke Gempa Palu diketahui oleh 75.5% pemilih. Dari mereka yang mendengar sebesar 93.7% menyatakan bahwa mereka suka dengan kegiatan tersebut. Kunjungan Jokowi ke Gempa Lombok diketahui oleh 67.9% pemilih. “Dan sebesar 94.5% dari mereka yang tahu atau pernah mendengar menyatakan suka dengan kegiatan tersebut,” ungkap Rully.

Sedangkan Kasus Hoax Ratna Sarumpaet diketahui oleh 57.2% pemilih. Dan dari mereka yang tahu kasus tersebut, hanya sebesar 3.7% yang menyatakan suka. “Sementara mereka yang menyatakan tidak suka dengan kasus tersebut sebesar 89.5%,” jelasnya.

Sementara itu, 4 isu yang untungkan Prabowo adalah antara lain, pembakaran bendera tauhid/HTI (surplus 29%), politik sontoloyo (surplus 5 %), politik genderuwo (surplus 1 %), dan janji esemka (surplus 6%). “Kasus pembakaran bendera tauhid/HTI paling banyak memberikan surplus isu positif terhadap Prabowo-Sandi di media social,” beber Rully.

Bagi pasangan Parabowo-Sandi, isu pembakaran bendera tauhid (HTI) yang diketahui oleh 53.7% pemilih, sebesar 10.0% menyatakan mendukung Jokowi-Maruf. Dan sebesar 12.8% menyatakan lebih mendukung Prabowo-Sandi. “Artinya Prabowo-Sandi mengalami surplus positif di isu ini sebesar 2.8%,” katanya. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.