Senin, 28 September 20

79.930 Warga Langgar PSBB di DKI Jakarta

79.930 Warga Langgar PSBB di DKI Jakarta
* Ilustrasi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). (Foto: pu.go.id)

Jakarta, Obsessionnews.comPembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) merupakan istilah kekarantinaan kesehatan di Indonesia yang didefinisikan sebagai ‘Pembatasan kegiatan tertentu penduduk dalam suatu wilayah yang diduga terinfeksi penyakit atau terkontaminasi sedemikian rupa untuk mencegah kemungkinan penyebaran penyakit atau kontaminasi’.

PSBB merupakan salah satu jenis penyelenggaraan kekarantinaan kesehatan di wilayah, selain karantina rumah, karantina rumah sakit, dan karantina wilayah. Tujuan PSBB yaitu mencegah meluasnya penyebaran penyakit kedaruratan kesehatan masyarakat (KKM) yang sedang terjadi antarorang di suatu wilayah tertentu, seperti penyebaran virus Corona (Covid-19) yang melanda global saat ini.

Pembatasan kegiatan yang dilakukan paling sedikit meliputi peliburan sekolah dan tempat kerja, pembatasan kegiatan keagamaan, dan pembatasan kegiatan di tempat atau fasilitas umum. PSBB dilakukan oleh pemerintah daerah tingkat provinsi maupun kabupaten/kota setelah mendapatkan persetujuan Menteri Kesehatan melalui Keputusan Menteri.

Meski sudah diatur oleh pemerintah, terkadang masih ada saja masyarakat yang melanggar, bahkan acuh tak acuh terhadap peraturan tersebut.

Seperti data yang disampaikan oleh Polda Metro Jaya soal pelanggaran PSBB. Polda Metro Jaya mencatat ada 79.930 warga melanggar PSBB DKI Jakarta sejak diberlakukannya penindakan pada 13 April atau 46 hari lalu.

“Kita catat totalnya sebanyak 79.930 orang,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus saat dikonfirmasi, Jumat (29/5/2020).

Mayoritas warga yang melanggar aturan PSBB Jakarta adalah tidak menggunakan masker selama berada di luar rumah yakni mencapai 32.939 orang.

Kemudian, pengendara yang membawa penumpang melebihi kapasitas maksimal 50 persen atau setengah dari jumlah muatan. Total ada 14.014 kendaraan.

“Lalu ada 10.221 pengendara kendaraan roda dua yang membawa penumpang tidak satu alamat sesuai KTP,” ujar Yusri.

Tak hanya itu, 9.645 penumpang juga melanggar aturan PSBB karena tidak menerapkan jaga jarak atau physical distancing. Kemudian, 9.289 pelanggar yang tercatat tidak menggunakan sarung tangan.

“Sebanyak 1.568 ojek online kedapatan membawa penumpang dan 1.451 orang keluar rumah dengan suhu badan di atas normal, 803 kendaraan beroperasi melewati jam operasional (06.00-18.00 WIB),” beber Yusri.

Para pelanggar aturan PSBB tersebut tidak diberikan sanksi hukum. Petugas gabungan baru melakukan teguran terhadap para pelanggar agar tidak mengulangi pelanggarannya tersebut.

Kedepannya, petugas akan menindak tegas para pelanggar yang masih bandel. Tindakan tegas itu bisa berupa pidana 1 tahun penjara dan atau denda Rp100 juta yang diatur dalam Pasal 93 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Karantina Kesehatan. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.