Minggu, 26 Juni 22

6 Saksi Kasus Jiwasraya Penuhi Panggilan Kejagung

6 Saksi Kasus Jiwasraya Penuhi Panggilan Kejagung
* Gedung bunder JAM Pidsus. (Foto: flickr.com)

Jakarta, Obsessionnews.comKasus dugaan tindak pidana korupsi dalam pengelolaan keuangan dan dana investasi oleh di PT Asuransi Jiwasraya (persero) masih terus bergulir di Kejaksaan Agung (Kejagung) RI. Pasalnya tim Jaksa Penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (JAM Pidsus) Kejagung masih memanggil enam orang saksi ke gedung bundar Kejagung, Jakarta Selatan, atas kasus tersebut.

“Enam orang saksi memenuhi panggilan tim Jaksa Penyidik Tipikor dalam dugaan perkara tindak pidana korupsi dalam pengelolaan keuangan dan dana investasi PT Jiwasraya,” ujar Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Hari Setiyono dalam keterangan tertulisnya, Kamis (9/1/2020).

Keenam orang itu, yakni mantan Direktur Utama PT. Asuransi Jiwasraya (persero) Hendrisman Rahim, mantan Direktur Pemasaran PT. Asuransi Jiwasraya (persero) De Yong Adrian, Bancassurance Sales Manager PT. Asuransi Jiwasraya (persero) Bambang Harsono, Kepala Divisi Sumber Daya Manusia PT. Asuransi Jiwasraya (persero) periode 2015-2018 Udhi Prasetyanto, Kepala Divisi Sumber Daya Manusia PT. Asuransi Jiwasraya (persero) periode 2018-2019 Novi Rahmi, dan Direktur SDM & Kepatuhan PT. Asuransi Jiwasraya (persero) periode 2016-2018 Muhammad Zamkhani.

Seperti diketahui, kasus ini bermula dari adanya laporan yang berasal dari Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini M. Soemarno Nomor : SR – 789 / MBU / 10 / 2019 tanggal 17 Oktober 2019 perihal Laporan Dugaan Fraud di PT. Asuransi Jiwasraya (Persero) telah ditindak lanjuti oleh Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung RI dengan menerbitkan Surat Perintah Penyidikan Nomor : PRINT – 33 / F.2 / Fd.2 / 12 / 2019 tanggal 17 Desember 2019.

Penyidikan perkara ini terus dilakukan untuk mencari serta mengumpulkan bukti yang dengan bukti itu membuat terang tindak pidana yang terjadi dan guna menemukan tersangkanya.

Adanya dugaan penyalahgunaan investasi yang melibatkan grup-grup tertentu (13 perusahaan) yang melanggar prinsip tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance). Yang diduga akibat adanya transaksi-transaksi tersebut, PT. Asuransi Jiwasraya sampai dengan bulan Agustus 2019 menanggung  potensi kerugian negara sebesar Rp13,7 Triliun.

Potensi kerugian tersebut timbul karena adanya tindakan yang melanggar prinsip tata kelola perusahaan yang baik, yakni terkait dengan pengelolaan dana yang berhasil dihimpun melalui program asuransi JS Saving Plan.

Asuransi JS Saving Plan telah mengalami gagal bayar terhadap Klaim yang telah jatuh tempo sudah terprediksi oleh BPK-RI sebagaimana tertuang dalam laporan hasil pemeriksaan dengan tujuan tertentu atas pengelolaan bisnis asuransi, investasi, pendapatan dan biaya operasional. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.