Kamis, 19 Juli 18

Bintang Puspayoga, Istri Menteri Koperasi dan UKM yang Jago Main Tenis Meja

Bintang Puspayoga, Istri Menteri Koperasi dan UKM yang Jago Main Tenis Meja
* Bintang Puspayoga, mantan atlet tenis meja andalan Bali.

Jakarta, Obsessionnews.comBintang Puspayoga, istri Menteri Koperasi dan UKM AAGN Puspayoga, dikenal sebagai sosok olahragawati di kalangan Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Kerja (OASE), atau perkumpulan para istri menteri.

Aksi Bintang Puspayoga dalam pertandingan eksibisi dalam turnamen tenis meja Piala Menteri Koperasi dan UKM 2017 di Gedung SMESCO Indonesia, Jakarta, Senin (14/8/2017).

Meski perempuan dengan nama lengkap I Gusti Ayu Bintang Darmawati ini ikut aktif bersama OASE, kegemarannya bermain tenis meja tak bisa ditinggalkan. Tenis meja baginya bukan sekadar olahraga, tetapi lebih pada menyalurkan hobi yang digemari sejak masih gadis. Bertubuh mungil, Bintang jago main tenis meja.

Bintang Puspayoga menyerahkan piala dan hadiah kepada para pemenang turnamen tenis meja Piala Menteri Koperasi dan UKM 2017 di Gedung SMESCO Indonesia, Jakarta, Senin (14/8/2017).

Sebagai istri menteri yang notabene sibuk dengan kegiatan sosialnya, Bintang mau berkumpul bersama komunitas tenis meja. Misalnya dalam ajang turnamen tenis meja Piala Menteri Koperasi dan UKM 2017 yang digelar oleh Forum Wartawan Koperasi (Forwakop) di Gedung SMESCO Indonesia, Jakarta, Senin (14/8/2017),  Bintang ikut menjajal bermain pingpong dan sempat memukau peserta yang hadir ketika menjalani partai eksibisi dengan Arif Rahman, wartawan penyandang disabilitas dari Obsession Media Group (OMG) dan mantan juara tenis meja khusus penyandang disabilitas tingkat  nasional. Padahal Bintang mengaku sudah lama tidak bermain pingpong.

Suatu ketika Forwakop menggagas turtamen tenis meja Piala Menteri Koperasi dan UKM 2017, Bintang sangat antusias diadakan even tersebut. Beberapa kali ia meluangkan waktu untuk berdiskusi dengan panitia. Setiap saat ia berkomunikasi dengan panitia untuk menanyakan persiapan yang sudah dilakukan panitia. Bentuk dukungan ini ditunjukan dengan bersedia membuka dan menutup turnamen tersebut.

 

Bintang mengatakan, sebagai mantan atlet tenis meja ia mengaku kangen untuk sesekali bermain pingpong secara serius. Ibu satu anak itu mengaku gembira berkumpul kembali dengan komunitas yang dulu sangat diakrabinya itu.

Bintang Pupayoga yang pernah menjuarai Kejuaraan Tenis Meja PB Perwosi pada Oktober 2010 di GOR Sumantri Brojonegoro, Jakarta, mengaku kesukaannya pada tenis meja karena cabang olahraga ini tidak memerlukan tempat khusus dan bisa dimainkan oleh berbagai kalangan tanpa batasan usia. Bisa dimainkan sepanjang tahun, siang atau malam tanpa khawatir cuaca buruk. Semua tubuh bergerak saat bermain tenis meja.

 

Saking cintanya pada tenis meja,  Bintang dipercaya menjadi Ketua Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Bali periode 2015-2019. Ia juga merintis kejuaraan tenis meja antar PKK Banjar se-kota Denpasar pada 2002. Tujuannya untuk  menjaring bibit-bibit andal cabang olah raga ini. Kini even tersebut  menjadi agenda tahunan PTMSI Provinsi Bali.

“Main tenis meja itu butuh latihan intensif.  karena bolanya kecil dan pantulannya cepat, sehingga harus penuh konsentrasi. Pandangan mata lengah sedikit, permainan bisa kacau,” ujar mantan atlet tenis meja andalan Denpasar, Bali itu.

Bintang memiliki 10 meja tenis di rumahnya, Purisatria, Bali. Pada waktu senggang ia bermain bersama keluarga, kolega dan atlet Bali. Ia juga punya sebuah meja tenis di rumah dinas menteri di kompleks Widya Chandra, Jakarta Selatan. Di sinilah ia mengasah kemampuanya dan hingga saat ini gaya permainan Bintang nyaris tak berubah.

Sejak suaminya, AAGN Puspayoga, masuk dalam jajaran Kabinet Kerja sebagai Menteri Koperasi dan UKM, Bintang harus membagi waktu antara olahraga tenis meja dengan kegiatan OASE. Organisasi yang dipimpin langsung oleh Ibu Negara Iriana Jokowi tersebut merupakan organisasi yang berkonsentrasi pada program pendidikan, kesehatan, pelayanan dan kepedulian sosial.

Organisasi ini menginginkan kerja para istri menteri bermanfaat buat banyak orang. Organisasi aksi perkumpulan istri pendamping menteri ini bertujuan mewujudkan Indonesia berkarakter, peningkatan konteks keluarga, sosial budaya.

 

Bintang rutin ikut dalam kunjungan OASE melakukan penyuluhan kanker serviks ke berbagai daerah. Kanker serviks adalah kanker yang muncul pada leher rahim wanita. Leher rahim itu memiliki fungsi sebagai pintu masuk menuju rahim dari vagina. Semua wanita dari berbagai usia itu berisiko untuk menderita kanker serviks. Tapi, penyakit ini cenderung mempengaruhi wanita yang aktif secara seksual.

Tidak hanya itu, wanita kelahiran Bali, 24 November 1968 itu juga acap kali mengunjungi pusat pelatihan perkoperasian dan kewirausahaan melalui Gerakan Kewirausahaan Nasional, saat berkecimpung di Dewan Kerajinan Nasional (Deskranas), sebuah wadah bagi perempuan untuk mengembangkan diri di dunia usaha.

Sebagai Ketua Bidang Manajemen Usaha Deskranas, Bintang Puspayoga mendorong perkumpulan perempuan untuk mendirikan koperasi. Dengan berdirinya koperasi bagi perempuan bisa menjadi sarana pemberdayaan bagi perempuan.

Bintang Puspayoga yang juga Ketua Dewan Penasihat Dharmawanita Kemenkop dan UKM, memberi contoh perkumpulan seperti Dharmawanita, PKK, potensial untuk mendirikan koperasi. Baginya kalau sudah mendirikan koperasi, harus dikelola secara profesional.

“Karena saat ini ada reformasi koperasi di mana tidak ada tempat untuk koperasi abal-abal, atau koperasi merpati yang jika ada bantuan saja berduyun duyun hidup, namun setelah itu mati,” kata Bintang. (Has)

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.