Jumat, 24 Januari 20

Zulkifli Hasan Sukses Jadikan MPR Berwibawa

Zulkifli Hasan Sukses Jadikan MPR Berwibawa
* Ketua MPR Zulkifli Hasan.

Terpilih sebagai MPR periode 2014-2019 membuktikan ia punya pengaruh kuat di lembaga legislatif. Pengaruhnya kian besar ketika terpilih menjadi Ketua Umum Partai Amanat Nasional 2015-2020, dan merapat ke koalisi pendukung pemerintah.

Sebagai Ketua MPR, Zulkifli melakukan gebrakan, yakni kembali kepada UUD 1945 untuk menjadikan Indonesia sebagai Negara besar yang bermanfaat bagi rakyat Indonesia dengan memberikan peran yang besar kepada MPR. Terobosan Zulkifli itu diwujudkan gencarnya melakukan sosialisasi empat pilar kebangsaan, yakni Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI. Prestasi lainnya adalah sukses menjadikan lembaga tertinggi negara tersebut berwibawa, dan mampu mengontrol lembaga-lembaga tinggi negara.

Belum setahun menduduki kursi Ketua MPR, Zulkifli mendapat amanah memimpin PAN, yang dalam Pemilu 2014 menduduki peringkat kelima dengan meraih 9.481.621 suara atau 7,59%. Dalam pemilu tersebut PAN mendapat 49 kursi di DPR. Terpilihnya Zulkifli menjadi orang nomor satu di PAN sungguh mengejutkan banyak pihak, termasuk pengamat politik. Di luar dugaan Zulkifli menaklukkan ketum petahana Hatta Radjasa.

Belum hilang rasa kaget yang menghinggapi banyak kalangan atas terpilihnya Zulkifli menjadi Ketum PAN, ia kembali membuat kejutan. Yakni membawa gerbong PAN mendukung pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Dukungan resmi PAN kepada pemerintah diungkapkan Zulkifli dalam konferensi pers bersama Presiden Jokowi, Ketua Majelis Pertimbangan Pusat (MPP) PAN Soetrisno Bachir,  Sekretaris Jenderal  (Sekjen) PAN Eddy Soeparno, dan Ketum Partai Hanura Wiranto, pada awal September 2015.

Zulkifli mengatakan ada kesamaan pandang antara PAN dengan kelompok partai pendukung pemerintah dalam menghadapi kondisi ekonomi global. “Kesamaan pandang kita adalah perlu ada ketahanan nasional yang didukung seluruh komponen bangsa agar kita dapat mempertahankan kelangsungan hidup bernegara dan berbangsa Indonesia,” katanya.

Sebelumnya PAN menjadi bagian dari Koalisi Merah Putih (KMP) yang mengusung duet Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Ketum PAN Hatta Radjasa dalam Pilpres 2014. Pasangan ini dikalahkan oleh duet Jokowi – Jusuf Kalla (JK) yang diusung oleh Koalisi Indonesia Hebat (KIH).

Zulkifli menegaskan, dukungan PAN terhadap pemerintah berlaku tanpa syarat, yakni PAN tidak minta jatah menteri. Namun, dalam praktiknya, Jokowi memberikan apresiasi terhadap langkah PAN tersebut. Jokowi merekrut seorang kader PAN, Asman Abnur, dalam Kabinet Kerja.

Dalam perombakan atau reshuffle kabinet jilid II, Rabu 27 Juli lalu, Jokowi memberi amanah kepada Asman Abnur sebagai Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, menggantikan Yuddy Chrisnandi. Masuknya kader PAN dalam Kabinet Kerja tersebut merupakan bukti kepiawaian Zulkifli dalam berpolitik.

Pria yang berlatar belakang pengusaha ini bergabung dengan PAN sejak partai ini didirikan pada 1999. Ia mendapat kepercayaan menduduki jabatan Ketua Departemen Logistik DPP PAN periode 2000-2005.

Kariernya terus bersinar, di mana pada tahun 2005 terpilih sebagai Sekjen PAN masa bakti 2005-2010. Selanjutnya menempati posisi Ketua DPP PAN periode 2010-2015. Kemudian tahun 2015 terpilih sebagai Ketum PAN.

Pada Pemilu 1999, yang merupakan pemilu pertama di era reformasi, Zulkifli gagal menjadi anggota. Kemudian pada Pemilu 2004 Zulkifli berhasil melenggang ke Senayan, julukan populer Gedung MPR/DPR yang berlokasi di Senayan, Jakarta Pusat. Ketika itu ia terpilih menjadi anggota DPR dari daerah pemilihan Lampung.

Perjalanan karier politiknya terus berkilau ketika dipercaya oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai Menteri Kehutanan periode 2009-2014 dalam Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II.

Pada Pemilu 2014 Zulkifli kembali terpilih sebagai anggota DPR dari dapil Lampung. Selanjutnya menduduki jabatan Ketua MPR. Sebagai wakil rakyat Zulkifli aktif turun ke lapangan untuk menyerap aspirasi rakyat. Selain itu ia rutin bersilaturahmi dengan masyarakat di dapilnya.

Prestasi-prestasi cemerlang yang diukirnya itu membuat dirinya terpilih sebagai salah satu dari 71 tokoh berpengaruh di Indonesia tahun 2016 versi Majalah Men’s Obsession edisi Agustus 2016. (@arif_rhakim)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.