Selasa, 4 Oktober 22

Yusril Sarankan Hamdan Tidak Maju Lagi Jadi Hakim MK

Yusril Sarankan Hamdan Tidak Maju Lagi Jadi Hakim MK

Jakarta – Mantan Menteri Hukum dan HAM Yusril Ihza Mahendra ikut menanggapi mengenai keputusan Ketua Mahkamah Konstitusi Hamdan Zoelva yang menolak mengikuti tahapan seleksi hakim MK berupa wawancara terbuka, dan menyatakan mundur dari proses seleksi tersebut.

Menurut Yusril keputusan itu dinilai sudah tepat. Bahkan bila perlu, Ia menyarankan agar Hamdan tidak lagi punya keinginan untuk menjadi hakim konstitusi. Lantaran hakim ibarat wakil Tuhan di bumi yang punya tanggung jawab besar menegakan keadilan tanpa pandang bulu.

“Kalau saya jadi Hamdan, saya pun akan memilih lebih baik tidak usah jadi hakim MK lagi. Jabatan hakim itu berat, banyak fitnah dan godaan,” ujarnya di Jakarta, Kamis (25/12/2014).

Pakar hukum tata negara ini juga mempunyai pertimbangan lain, bahwa kondisi Hamdan yang saat ini masih menjadi Ketua MK memang dilematis serba salah. Secara karier ia sudah menjadi hakim MK sejak 2008. Bahkan dalam perjalanannya Hamdan sempat terpilih menjadi wakil ketua MK, dan sekarang ketua MK.

“Kalau Hamdan diminta untuk menghadapi pansel seolah-olah dia calon hakim MK yang baru, perasaan pasti tidak enak,” ‎terangnya.

Meski jabatan Ketua MK itu menjadi kewenangan Presiden untuk memilih. Tapi kata Yusril, Hamdan juga sudah bersebrangan dengan Presiden Joko Widodo mengenai keberadaan Todung Mulya Lubis dan Refly Harun, calon anggota Pansel MK, yang ditolak MK karena dianggap sering berperkara di MK. Padahal keduanya ditunjuk menjadi Pansel oleh Jokowi.

‎”Maka, satu-satunya sikap yang harus diambil oleh Hamdan ialah jangan ikut seleksi lagi. Jadi orang biasa saja akan lebih baik‎,” terangnya.

Menurutnya, ‎sebagai seorang tokoh lebih baik Hamdan tidak perlu lagi berambisi untuk mengejar jabatan atau kedudukan. “Kita harus tunjukkan sikap dan pendirian bahwa jabatan itu tidak banyak artinya bagi hidup kita. Kita tidak cinta dan cari-cari jabatan dan kedudukan,” tandasnya.

Hamdan sendiri juga mengaku mudur dari proses seleksi itu karena ingin menjaga marwah dan wibawanya sebagai hakim ataupun Ketua MK. Hamdan beralasan, dirinya sudah mengemban tugas sebagai hakim MK cukup lama dan tidak perlu lagi mengikuti seleksi. (Abn)

 

Related posts