Sabtu, 16 Oktober 21

Yusril Raih Dukungan Dari Pelajar Islam Indonesia

Yusril Raih Dukungan Dari Pelajar Islam Indonesia
* Yusril Ihza Mahendra.

Jakarta, Obsessionnews – Diskusi Reboan yang digelar Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia (KB PII) di Rumah KB PII di Cikatomas, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (23/3/2016), menghadirkan bakal calon gubernur DKI Jakarta, Yusril Ihza Mahendra.

Ketua Umum PB PII Nasrulah menyebut Yusril sebagai keluarga Masyumi. Ia pun tak segan menyatakan dukungannya agar Yusril maju mengikuti Pilgub DKI Jakarta 2017.

“Pastinya kader Masyumi hanya satu. Kalau Adhyaksa agak nyambung sedikit, Sandiaga Uno agak susah nyambungnya, tetapi kalau Yusril nyambungnya jelas,” kata Nasrulah yang juga politisi Partai Amanat Nasional (PAN) di awal diskusi.

Karena kedekatan keluarga itulah, menurut dia, PB PII merasa lebih jelas dengan Yusril. Sebagai keluarga, sudah sepantasnya Yusril mereka dukung.

Sementara itu, saat berbicara di depan peserta diskusi, Yusril mengaku dirinya adalah seorang Masyumi. Ketua Umum Partai Bulan Bintang itu juga sempat menyinggung sejarah ibu kota dengan Masyumi.

Menurutnya, sebagai partai yang pernah eksis di era 1940-1960-an, Masyumi pernah juga memimpin Jakarta. Yusril lalu menyebut nama Syamsuridjal, seorang Masyumi yang pernah memimpin Jakarta dengan status wali kota pada tahun 1953, ketika belum disebut sebagai gubernur.

“Sejarah Jakarta pernah dari Masyumi. Syamsuridjal itu sama seperti Jokowi, dulu jadi Wali Kota Solo, kemudian jadi Wali Kota di Jakarta,” kisah Yusril.

Lebih jauh Yusril berpandangan jika Masyumi merupakan partai yang berpaham Islam modern.

“Artinya, Islam yang rahmatan lil alamin. Tidak terbatas ruang dan waktu. Kita yakini Islam memberikan prinsip-prinsip dan asas bagaimana kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Yusril mengutarakan alasannya maju di Pilgub DKI Jakarta. Menurutnya, ia ingin menyelesaikan masalah Jakarta. Salah satunya dengan mengubah status pemimpin Jakarta menjadi menteri urusan ibu kota, yang langsung di bawah presiden.

Dengan demikian, nantinya pemimpin Jakarta kelak tidak terhambat dalam berkoordinasi dengan wilayah sekitarnya atau dengan pemerintah pusat. (Fath/@imam_fath)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.