Sabtu, 23 Oktober 21

Yusril Protes Berita Tentang SK Agung Laksono Menyesatkan

Yusril Protes Berita Tentang SK Agung Laksono Menyesatkan

Jakarta, Obsessionews – Kuasa hukum Partai Golkar kubu Aburizal Bakrie, Prof Yusril Ihza Mahendra SH memprotes pemberitaan beberapa media online, seperti Kompas dan Tempo. Pasalnya, media-media tersebut dinilai ‘menyesatkan’ pembaca seolah-olah Yusril mengakui keabsahan Golkar kubu Agung Laksono.

“Beberapa media online termasuk Kompas dan Tempo membuat judul berita saya menyatakan bahwa kepengurusan Agung Laksono sudah sah. Judul seperti itu juga muncul di running text Kompas TV. Judul berita seperti itu bisa menyesatkan bagi orang yang hanya baca judul berita tanpa membaca utuh isi beritanya,” tegas Yusril dalam rilisnya yang diterima Obsessionnews, Kamis (26/3/2015).

Yusril menilai, informasi yang dikeluarkannya di ruang Fraksi Partai Golkar DPR RI pada Rabu (25/3) kemarin, bisa dimanfaatkan media untuk menggalang opini sesat. Padahal, menurut Yusril, keabsahan surat keputusan (SK) Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) tersebut harus dilihat dari segi formil dan materilnya.

“Ada kecenderungan orang malas membaca berita secara utuh, tapi hanya baca judulnya saja. Ini dimanfaatkan media untuk galang opini sesat. Keabsahan sesuatu surat keputusan itu harus dilihat dari segi formil dan materilnya,” tandas Pakar Hukum Tata Negara UI ini.

“Secara formil SK menkumham yang mengesahkan kepengurusan Agung Laksono adalah sah, karena dia memang berwenang terbitkan SK itu. Tapi secara materil SK tersebut mengandung kesalahan fatal, karena bertentangan dengan UU Parpol dan asas umum pemerintahan yang baik,” tambahnya.

Oleh karena itu, lanjut Yusril, pihaknya melakukan perlawanan terhadap SK Menkumham tersebut ke Pengadilan TUN dan meminta agar SK tersebut dibatalkan. “Jadi, judul berita yang menganggap seolah-olah saya menyatakan bahwa kepengurusan AL adalah sah, jelas hanya berita sepotong saja yang bisa bikin sesat,” tegas Mantan Mekumham era Presiden Gus Dur ini.

“Kalau memang sudah sah, mengapa kami cape-cape lakukan perlawanan. Jelas judul berita itu bikin sesat orang yang malas baca berita secara utuh,” protes Yusril pula. (Asma)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.