Senin, 19 April 21

Yusril Kecam Pemerintah Pertahankan Presidential Threshold pada Pemilu 2019

Jakarta, Obsessionnews.com – Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra ngotot presidential threshold atau ambang batas presiden tak diperlukan pada Pemilu serentak 2019.

Oleh karena itu Yusril mengecam sikap pemerintah dan beberapa fraksi di Panitia Khusus (Pansus) Rancangan Undang-Undang (RUU) Pemilu yang tetap mempertahankan adanya  presidential threshold berapa pun jumlahnya.

“PBB menganggap tidak relevan membicarakan mengenai presidential threshold pada saat dilaksanakan pemilu serentak,” kata Yusril seperti dilansir sebuah media online, Kamis (22/6/2017).

Yusril menjelaskan dia termasuk salah seorang yang mengajukan pemilu serentak ke Mahkamah Konstitusi (MK) beberapa tahun lalu. Ketika itu dia mengusulkan pemilu serentak dilakukan pada 2014, tapi MK mengatakan pemilu serentak tahun 2019.

“Oke, selama lima tahun itu kan pemerintah harus mempersiapkan perangkat perundang-undangannya. Tapi, sampai sekarang ini belum siap juga,” tuturnya.

Yusril mempertanyakan sikap ngotot pemerintah yang mempertahankan presidential threshold 20-25 persen. Menurutnya, bagaimana menghitung ambang batas presiden kalau pemilu diadakan serentak. Itu sesuatu yang tidak mungkin.

“Yang ditakutkan partai besar kalau tidak ada presidential threshold dalam pemilu serentak mendatang suaranya bisa drop. Partai kecil justru bisa naik,” katanya.

Dengan pemilu serentak, lanjutnya, masyarakat memilih calon presiden dan partai. Bila masyarakat memilih presiden populer, namun tidak diusung partai besar, maka suara partai besar akan menurun. Bila calon presiden populer didukung partai kecil dan menang, maka partai kecil akan naik kelas ke papan atas.

“Apa sih angka 20-25 persen? Kalau dibilang supaya presiden memperoleh dukungan parlemen. Kalau yang dukung 20 persen, tapi 80 persen enggak dukung ngapain juga, enggak ada gunanya juga kan,” tegasnya. (arh)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.