Rabu, 29 Juni 22

Yogyakarta

Yogyakarta
* Tsamara Amany Alatas (kanan), Gabi (kiri), dan seorang abdi dalem Kraton Yogyakarta, Selasa (26/12/2017). (Foto-foto: dok. Tsamara Amany Alatas)

Di sela-sela kunjungan untuk persiapan verifikasi faktual KPU di Jawa Tengah, khususnya Solo Raya, saya menyempatkan kembali lewat Yogyakarta.

Kraton Yogyakarta.

Sebelum pulang ke Jakarta, saya sempat berjalan-jalan ke kawasan Kraton bersama kawan saya Gaby. Kami dipandu abdi dalem yang sudah 30 tahun mengabdi kepada Sultan. Banyak cerita-cerita menarik seputar Yogyakarta yang kami dapatkan dari beliau.

Tsamara Amany Alatas dan Gabi naik becak di Yogyakarta.

Kami melihat pakaian-pakaian yang harus dipakai prajurit, abdi dalem, pengasuh, dan para pekerja di Kraton tersebut. Kami juga melihat pakaian Sultan, Istri Sultan, pangeran-pangeran, hingga perbedaan pakaian keluarga Kraton perempuan yang sudah menikah dan belum menikah.

Kami juga sempat melihat Taman Sari, tempat mandi para selir Sultan. Namun Taman Sari kini menjadi kawasan wisata. Sultan Hamengkubuwono X hanya memiliki satu Istri sehingga keduanya sama-sama tinggal di Kraton.

Di Kraton ini, Bung Karno dan Bung Hatta pernah disumpah menjadi Presiden Republik Indonesia Serikat (RIS) sebelum akhirnya kembali lagi menjadi Negara Kesatuan.

Meski hanya sebentar, saya senang sekali bisa mampir ke Kraton. Salah satu kegiatan yang paling saya suka jika sedang liburan atau berkunjung ke daerah adalah mengunjungi tempat-tempat bersejarah. Dari sejarah, kita bisa belajar banyak.

Seperti kata Bung Karno: JAS MERAH! Jangan sekali-kali meninggalkan sejarah. (Tsamara Amany Alatas, Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Solidaritas Indonesia (PSI)

Sumber: Facebook.com

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.