Rabu, 22 September 21

YKI Beri Kesadaran Masyarakat di Pesisir Pantai Soal Penyakit Kanker

YKI Beri Kesadaran Masyarakat di Pesisir Pantai Soal Penyakit Kanker
* Ketua Umum Yayasan Kanker Indonesla, Aru Wisaksono Sudoyo saat persentasi materi kanker di YKI, Jakarta Pusat, Jumat (5/5/2017)
Jakarta, Obsessionnews.com Yayasan Kanker Indonesia (YKI) bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan RI (KKP), akan menyelenggarakan kegiatan kesehatan bertajuk ‘Mewujudkan Hidup Sehat Masyarakat Nelayan’ guna menambah pengetahuan dan meningkatkan kesadaran masyarakat di pesisir pantai mengenai penyakit kanker dan pentingnya pola hidup sehat dalam mencegah dan melawan kanker.
Kegiatan ini akan diselenggarakan pada Minggu, 7 Mei 2017 dimulai pukul 06:30 WIB di kawasan Pelabuhan Kali Adem Dishub DKI Jakarta di Muara Angke, Jakarta Utara.
Saat ini, penyakit kanker merupakan permasalahan di Indonesia dengan prevalensi yang cukup tinggi, yaitu 1,4 per 1000 penduduk atau sekitar 347.000 orang (Risdeskas 2013). Kematian akibat kanker menduduki peringkat nomor 7 di Indonesia dengan prosentase 5.7% dari seluruh penyebab kematian (Riskesdas 2007) dan merupakan penyebab kematian ke-3 dengan kejadian 7,7% dari penyebab kematian karena penyakit tidak menular, setelah stroke dan penyakit jantung (Sistem Informasi RS 2010).
Kanker tertinggi pada perempuan adalah kanker payudara dan leher rahim, dan pada laki-laki adalah kanker paru dan kanker kolorektal. Permasalahan kanker di Indonesia menghadapi berbagai kendala, antara lain rendahnya kesadaran masyarakat, faktor sosial budaya (Kemenkes 2016), yang menyebabkan hamplr 70% penderita kanker ditemukan dalam stadium lanjut.
Ketua Umum Yayasan Kanker Indonesla, Aru Wisaksono Sudoyo mengatakan, Sebagian besar kanker berhubungan dengan perilaku dan lingkungan, maka YKI menyambut baik kerjasama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk meningkatkan pola hidup sehat. Untuk itu pihaknya akan memberi penyuluhan tentang bahayanya penyakit kangker.
“Meningkatkan pengetahuan akan bahaya penyakit kanker. Melakukan pemeriksaan deteksi dini kanker kepada para nelayan,” ujar Aru Sudoyo di gedung YKI di Jakarta Pusat, Jumat (5/5/2017).
Aru Sudoyo menjelaskan bahwa kanker dapat dicegah dengan mengurangi faktor resiko, seperti tidak merokok atau terpapar dari asap rokok, tidak mengkonsumsi alkohol, melindungi kulit dari paparan sinar ultra violet, menghindari obesitas dengan diet seimbang dan aktivitas fisik, serta mencegah lnfeksi yang berhubungan dengan kanker.
“Selain itu, dengan melakukan deteksi atau skrining sehingga bisa terdiagnosa dini dan mendapatkan pengobatan dengan hasil yang baik,” jelasnya. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.