Sabtu, 16 Oktober 21

Yazid Mahfudz Ucapkan Selamat kepada Bupati Kebumen Terpilih Arif Sugiyanto

Yazid Mahfudz Ucapkan Selamat kepada Bupati Kebumen Terpilih Arif Sugiyanto
* Bupati Kebumen Yazid Mahfudz. (Foto: Humas)

Kebumen, Obsessionnews.com – Kurang dari satu bulan Yazid Mahfudz akan mengakhiri jabatannya sebagai Bupati Kebumen. Jabatan orang nomor satu di Kota Beriman ini selanjutnya akan dipegang oleh Wakil Bupati Kebumen Arif Sugiyanto yang kini sudah ditetapkan KPU sebagai Bupati Kebumen terpilih untuk periode 2021-2024.

Mengakhiri jabatannya pada 17 Februari 2021, Yazid menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Kebumen. Ia menyadari sejak menjabat sebagai bupati, pihaknya masih memiliki banyak kekurangan dalam merealisasikan program-program yang sudah dijanjikan. Semua karena dia merasa bukan orang sempurna.

“Saya sendiri mohon maaf jika selama saya menjabat banyak kekurangannya, ada hal-hal yang tidak berkenan bagi masyarakat Kabupaten Kebumen agar dimaafkan, karena saya bukan Superman saya adalah manusia biasa yang ada kekurangan dan kelebihannya. Untuk itu, saya secara tulus mengucapkan mohon maaf yang sebesar-besarnya atas kekurangannya selama ini,” ujar Yazid kepada wartawan, Kamis (21/1/2021).

Selama menjabat, Yazid mengaku tidak punya masalah apapun. Setelah purna tugas, pihaknya mengaku tidak punya obsesesi atau ambisi apa-apa, hanya ingin menjadi rakyat biasa, seperti dulu pada saat dirinya belum punya jabatan apa pun.

“Alhamdulillah saya sudah selesai dengan baik tidak ada masalah selama saya menjabat, dan mohon doa restu kepada masyarakat Kebumen saya kembali ke masyarakat. Seperti biasa sebagai warga biasa dan saya tetap akan mendukung pemerintahan yang ada,” ucap Yazid.

Selama menjabat sebagai bupati, Yazid menyatakan, setidaknya pihaknya sudah melakukan sesuatu untuk menjadikan Kebumen menjadi lebih baik. Beberapa penghargaan kata dia, sudah didapat, di antaranya menerima tiga inovasi Goverment Awards, yakni penghargaan dari Kementerian Dalam Negeri.

Lalu kata dia, ada pendirian mall di Kebumen, tepatnya di Bumirejo. Pelayanan publik juga disebut semakin baik. Kemudian juga dengan ditetapkannya Geopark Karangsambung, Karangbolong, dan sedang menuju UNESCO untuk menjadi Global Geopark.

“Ini perlu ditindaklanjuti pemerintah yang akan datang, dan inovasi kampung garam ini sangat luar biasa. Ini nomer 45 menyisihkan inovasi-inovasi kabupaten lain. Ini juga harus dikembangkan,” ucapnya.

Menurut dia, untuk memajukan Kebumen butuh inovasi, dan kerja sama yang baik antara bupati, wakil bupati dengan para OPD dan seluruh jajaran masyarakat. Tak lupa, Yazid mengucapkan selamat kepada Arif Sugiyanto yang sudah terpilih sebagai Bupati Kebumen, menggantikan dirinya.

“Kepada Bupati terpilih saya mengucapkan selamat kepada H. Arif Sugianto yang akan dilantik pada tanggal 17 Februari menggantikan saya. Tentunya kondisi Kabupaten Kebumen saat ini sangat luar biasa, aneka ragam pariwisata ada laut ada pegunungan dan masyarakatnya macam-macam, ucapnya.

Ia pun memberikan pesan bahwa bupati adalah milik semua warga Kebumen. Karena itu, bupati ke depan kata dia, harus lebih banyak lagi melihat, dan mendengarkan aspirasi masyarakat. Takkalah penting, bupati dan wakil bupati harus kompak.

“Bupati dan wakil bupati harus kompak, kalau tidak kompak nggak mungkin akan jalan Pemerintahan,” ucapnya.

“Dan yang terakhir bupati harus fokus pada pekerjaannya. Sebagai bupati jangan disambi ini penting. Karena kalau masih disambi dengan usaha-usaha yang lain tidak akan fokus. Fokus pun belum tentu baik apalagi tidak fokus,” tambahnya.

Adapun hal perlu diselesaikan dan menjadi PR yang berat bagi bupati yang baru adalah pengentasan kemiskinan. Menurutnya, kemiskinan ini juga berkaitan dengan mental masyarakatnya. Artinya kata dia, masyarakat Kebumen ke depan harus diajak berpikir maju, bermental kuat, cerdas dan giat bekerja.

“Penyelesaian kemiskinan masalah mental. Kesehatan dan SDM juga. Maka, saya berinovasi untuk mendirikan UNS di Kebumen. Karena SDM kita masih rendah itulah masalah kemiskinan terkait masalah SDM kesehatan dan lain sebagainya,” jelasnya.

‘Di kebumen surplus padi 120 ribu ton, orang miskin di Kebumen bukan karena tidak makan. Tapi karena penghasilannya itu yang belum memenuhi standar,” tukas Yazid. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.