Minggu, 26 September 21

Yaqut Optimis Candi Borobudur Jadi Pusat Ibadah Umat Budha Dunia

Yaqut Optimis Candi Borobudur Jadi Pusat Ibadah Umat Budha Dunia
* Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas. (Foto: Humas Kemenag)

Jakarta, obsessionnews.com – Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas optimis Candi Borobudur dapat menjadi pusat tempat ibadah umat Budha dunia.

Hal ini disampaikan Yaqut ketika memberikan sambutan pada Dharmasanti Tri Suci Waisak 2565 Tahun Buddhis di Auditorium HM Rasjidi, Kementerian Agama, Jakarta, Kamis (27/5/2021). Hadir dalam acara ini pimpinan Majelis Keagamaan Budha dan para pejabat negara. Umat Budha mengikuti agenda ini secara daring melalui aplikasi zoom meeting. Sementara Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan sambutan secara virtual.

Dharmasanti Tri Suci Waisak 2565 Tahun Buddhis mengangkat tema ‘Bangkit Bersatu untuk Indonesia Maju’. Acara ini disiaran secara langsung TVRI dan kanal Youtube Kemenag RI.

“Keinginan dan cita-cita kita bersama menjadikan Borobudur sebagai pusat tempat agama Budha dunia,” kata Yaqut.

“Saya optimis ini bisa dilakukan dengan kebersamaan dan bersatunya seluruh umat Budha terutama yang ada di Indonesia,” sambungnya.

Menurut Yaqut, jumlah umat Budha di ASEAN saat ini lebih dari 40 persen. “Menjadikan Borobudur sebagai pusat tempat ibadah umat Budha dunia menjadi harapan yang sangat mungkin untuk diwujudkan,” tegasnya.

Melalui momentum Dharmasanti Hari Raya Waisak,  Yaqut berharap umat Budha Indonesia terus berkomitmen untuk menjaga keseimbangan yang paripurna, saling mendengar, saling melatih kemampuan mengelola dan mengatasi perbedaan yang ada. Kesadaran akan esensi Dharma ajaran Budha harus menjadi sumber kekuatan untuk membangun kebersamaan. Sebab dharma ajaran Budha hadir untuk kebahagiaan semua makhluk. Dharma hadir untuk menciptakan kehidupan keagamaan yang rukun, harmonis, damai, dan seimbang.

“Kebenaran Dharma itu merupakan keyakinan yang fundamental, yang harus dipraktikkan dengan penuh cinta kasih dan kasih sayang kepada semua makhluk. Karena itu, tidaklah berlebihan manakala hari ini, Umat Budha Indonesia meneguhkan diri untuk mempraktekan kehidupan beragama yang moderat,” tandasnya. (kemenag/red/arh)

 

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.