Sabtu, 1 Oktober 22

Yang Ditakuti Musuh-musuh Islam

Oleh: Ustadz Felix Siauw, Pengarang dan Pengemban Dakwah

 

Mereka yang memusuhi Islam tidak takut dengan Muslim yang kaya, sebab yang kaya kebanyakan cinta dunia dan takut mati. Makin terikat dunia makin mudah dibeli.

Musuh-musuh Islam juga tak khawatir dengan Muslim yang menguasai teknologi, karena mereka juga bisa menyaingi itu. Bahkan mereka sudah jauh melebihi Muslim.

Mereka yang tak suka pada Islam malah senang dengan Muslim yang hanya peduli dengan akhlak semata, buta politik, tuli pada kedzaliman dan kebiadaban di depan mata.

Yang mereka takutkan dan khawatirkan adalah PERSATUAN kaum Muslim. Sebab dengan itu, kekuatan, harta, teknologi, akhlak, dan jumlah akan terikat utuh menyatu.

Dan ketika itu terjadi, Allah akan bersama mereka, melipatkan kekuatan mereka, menenangkan hati mereka, dan memberi kemenangan kepada mereka, siapapun musuhnya.

Sebab itulah Yahudi tak sudi kaum Muslim bersatu. Segala upaya akan dikerahkan agar kita terpisah satu dengan lain, saling hasad dan dengki, saling menjatuhkan antar kita.

Mulai dari pemisahan lewat nasionalisme, fanatisme kesukuan, hingga ego kelompok, bisik-bisik syaitan “aku lebih baik dari dia” terus digaungkan hingga kita terpecah-belah.

Padahal Indonesia, Malaysia, Palestina, Turki, Saudi, hanya nama. Hakikatnya aqidahnya satu, darahnya pun sama. Yang tertumpah di Palestina adalah derita di sini juga.

Sebab hanya Islam yang punya infrastruktur untuk menyatukan semua yang memiliki aqidah yang sama jadi satu kekuatan. Yang tak dimiliki peradaban dan agama manapun.

Salah satu infrastruktur penyatunya adalah masjid. Itulah kenapa kaum Muslim dihalangi dari Al-Aqsha, sebab percik kebangkitan ada saat jamaah di masjid sadar akan agama mereka.

Lihatlah dan saksikanlah betapa para ksatria Al-Aqsha itu menegurmu, menanyaimu sejauh mana cintamu pada Islam. Mereka membuktikan dengan ruh dan darah.

Rasulullah berucap ada 3 masjid yang engkau harus ingat-ingat, Masjidil Haram, Masjidil Nabawi, Masjidil Aqsha. Lalu sekarang, apa yang engkau sumbangkan buat Al-Aqsha?

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.