Sabtu, 2 Juli 22

Wujudkan Pelayanan Maksimal IPC Butuh Dukungan Seluruh Stakeholder

Wujudkan Pelayanan Maksimal IPC Butuh Dukungan Seluruh Stakeholder
* Direktur Utama IPC Elvyn G. Masassya (foto: Sutanto/OMG)

Jakarta, Obsessionnews.com – PT Pelabuhan Indonesia lI (Persero) atau Indonesia Port Corporation (IPC menggelar Stakeholder Gathering yang bertema “Menuju Pelayanan Terbaik Pelabuhan Kelas Dunia” di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat.

Acara tersebut juga dalam rangka menyampaikan informasi terbaru IPC kepada para stakeholder yang dalam hal ini adalah asosiasi-asosiasi pengguna jasa pelabuhan dan institusi-institusi pemerintah yang berkaitan dengan kepelabuhanan.

Dalam kesempatan ini, lPC menyampaikan beberapa up date terbaru mengenai perusahaan, diantaranya inisiasi pembangunan Container Freight Station (CFS) yang merupakan sentralisasi pusat distribusi terpadu pertama yang ada di Indonesia ini bertujuan untuk meningkatkan kelancaran arus barang di Pelabuhan Tanjung Priok, saat ini pembangunan CFS itu sendiri telah mencapai fase akhir dengan selesainya pelaksanaan uji coba sistem sehingga pada bulan November, dapat segera dioperasikan.

Melalui sinergi dengan Kementerian Perhubungan dan dukungan dari stakeholder, lPC telah berhasil melaksanakan Go-Live lnaportnet yang telah diimplementasikan di 16 pelabuhan dl seluruh Indonesia yakni Pelabuhan Belawan, Palembang, Teluk Bayur, Paniang, Pontianak, Banjarmasin, Balikpapan, Tanjung Priok, Tanjung Emas, Tanjung Perak, Makassar, Bitung, Ambon, Banten, Gresik, dan Sorong.

Perusahaan juga telah menyelesaikan seluruh persyaratan yang diwajibkan dalam kaitannya untuk melaksanakan IPO pada salah satu anak perusahaan IPC yaitu PT Jasa Armada Indonesia yang akan segera dilaksanakan di akhir tahun 2017.

Hal lain yang menggembirakan adalah telah dapat persetujuan dari Kementerian BUMN untuk pendirian anak perusahaan IPC yang baru yaitu PT Pelabuhan Indonesia lnvestama (PII) yang menjawab kebutuhan pengembangan bisnis pendukung, peningkatan kapasitas, pendanaan, penguatan, pengelolaan risiko, investasi serta peningkatan kapabilitas pengelolaan, patut dibanggakan juga karena PII juga merupakan perusahaan investasi pertama yang dimiliki perusahaan pelabuhan.

Untuk itu, IPC membutuhkan dukungan dari seluruh stakeholder. Hal tersebut guna berkolaborasi mewujudkan pelayanan maksimal bagi seluruh pengguna jasa. IPC juga yakin pihaknya mempunyai semangat dan harapan yang sama untuk perbaikan dan kebangkitan kepelabuhanan dan logistik Indonesia.

“Stakeholder Gathering ini merupakan langkah awaI menuju ke sana,” ujar Direktur Utama IPC Elvyn G. Masassya dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis (16/11/2017).

Acara ini turut dihadiri oIeh Kepala Kantor Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Priok Arif Toha, Kepala Kantor Kesyahbandaran Utama Tanjung Priok, Capt. Sudiono, maupun perwakilan dari asosiasi-asosiasi pengguna jasa dan mitra pelabuhan seperti lNSA, APBMI, ALFI, APTRINDO, APTMI, DEPALINDO, ASDEKI, APTISINDO, GlNSl, APBBMI, dan Iain-lain.

Diharapkan melalui kegiatan ini dapat terbentuk kesepahaman untuk mewujudkan sinergi berdasarkan profesionalisme dan mempererat ikatan yang telah terjalin antara IPC dengan seluruh stakeholder, mitra kerja dan pengguna jasa kepelabuhanan, serta senantiasa menjadi inspirasi serta motivasi IPC untuk dapat memberikan pelayanan serta inovasi yang lebih baik. (Poy)

 

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.