Selasa, 7 Desember 21

Wudhu Bisa Cegah dan Sembuhkan Penyakit Stroke

Wudhu Bisa Cegah dan Sembuhkan Penyakit Stroke
* 1 attachment ilustrasi wudhu / istinsyaq. (takrimulquran)

Mengagumkan! Ternyata wudhu yang benar bisa mencegah ataupun menyembuhkan penyakit stroke. Wudhu yang benar diantaranya saat membasuh hidung dilakukan istinsyaq yaitu menghirup air.

Cara istinsyaq adalah mengambil air dengan telapak tangan ditekuk (sehingga satu atau dua telapak membentuk seperti wadah kecil), lalu menempelkan dua lubang hidung di telapak tangan yang berisi air tersebut, kemudian lanjut dengan satu kali gerakan menghirup air.

Peneliti Syarifuddin Abdullah mengamati, tampaknya sudah atau mulai jarang terlihat Muslim melakukan istinsyaq saat berwudhu. Padahal, jika istinsyaq dilakukan dengan benar, maka air yang dihirup dari telapak tangan akan masuk ke lubang hidung, dan terasa sampai di ubun-ubun, dan pada saat bersamaan, akan terasa seperti ada “proses kesetrum yang ringan”, yang bisa dirasakan seperti bunyi: tiieeennng, yang berlangsung selama sepersekian detik, habis itu plong dan segar.

Bagi yang belum terbiasa melakukan istinsyaq, awalnya mungkin akan terasa kaget.

Di kalangan sebagian Muslim, ada keyakinan bahwa istinsyaq merupakan “amalan penyegar tubuh”, khususnya bila dilakukan ketika berwudhu di waktu subuh, tidak lama setelah bangun tidur. Tapi istinsyaq bisa dilakukan kapan saja.

Konon, istinsyaq dapat berfungsi untuk merangsang pembuluh darah ke otak. Makanya istinsyaq diasumsikan dapat mencegah stroke.

Dulu, dan mungkin juga hingga saat ini, di pondok-pondok pesantren, istinsyaq malah diyakini sebagai pencegah atau obat paling efektif untuk filek/ingusan. Makanya jarang ada santri yang mengalami filek/ingusan yang akut atau penyakit sinus.

Apapun itu, tiap praktek ritual keagamaan, termasuk istinsyaq ketika berwudhu, mestinya dilakukan dengan pertimbangan perintah agama saja. Bahwa sebagian praktek keagamaan memiliki manfaat kesehatan.

Bagi umat muslim, wudhu adalah salah satu ibadah penting sebagai syarat sahnya shalat, yang fungsinya untuk menghilangkan hadats kecil. Meskipun merupakan ibadah yang mengikuti shalat dan ibadah lainnya seperti thawaf, wudhu merupakan ibadah tersendiri yang terpisah dari ibadah lain, baik dari aspek niat, syarat. rukun, dan manfaatnya secara ruhani dan jasmani.

Ternyata, di balik kewajiban dan tuntunan wudhu, terdapat berjuta manfaat, salah satunya adalah manfaat kesehatan dan sebagai pencegah penyakit.

Salah satu nikmat kesehatan dari wudhu ini diakui para pakar kesehatan dunia. Leopold Werner Von Ehrenfels, peneliti asal Austria, mengatakan bahwa pusat-pusat syaraf yang paling peka dari tubuh manusia terletak di sebelah dahi, tangan, dan kaki, yang sangat sensitif terhadap air segar. Dengan senantiasa membasuh air segar pada pusat-pusat syaraf tersebut, maka orang akan memelihara kesehatan dan keselarasan pusat syarafnya.

Ahmad Syauqy Ibrahim mengatakan bahwa berwudhu secara sempurna bisa mengembalikan tubuh yang lemah menjadi kuat, merilekskan kekejangan syaraf-syaraf dan otot, menormalkan detak jantung, menghilangkan nyeri-nyeri otot, menghilangkan kecemasan, dan mencegah susah tidur di malam hari.

Wudhu bisa sebagai hidroterapi (terapi menggunakan air) yang menyehatnya. Dalam ilmu kedokteran, hidroterapi digunakan sebagai salah satu teknik fisioterapi pada pasien di antaranya yang mengalami hambatan fisik seperti pasien stroke. Temasuk dalam hal ini adalah terapi akupresur, yakni penyembuhan dengan cara memijit, menekan, dan mengurut bagian tubuh. Ketika seseorang berwudhu, dua terapi yang bermanfaat untuk pencegahan dan penyembuhan penyakit stroke tersebut setidaknya tercakup.

 

Istinsyaq

Dr Ade Hashman dalam bukunya yang berjudul Rahasia Kesehatan Rasulullah menjelaskan, istinsyaq atau menghirup air ke dalam hidung lalu dibuang kembali, merupakan suatu perbuatan yang mungkin tidak akan pernah dilakukan orang (apalagi secara rutin), kecuali jika ia berwudhu.

Mengutip pernyataan ahli bedah tumor, Dr Bahar Azwar, SP.B.Onk, Ade menjelaskan, jika terdapat tumor yang letaknya tersembunyi di dalam hidung maka aliran air di dalam hidung yang menyapu area nasofaring tersebut akan menimbulkan pendarahan. Dengan demikian, kegiatan ini merupakan deteksi dini bagi penderita tumor di daerah nasofaring.

Struktur jalan nafas melalui hidung merupakan basis pertahanan pertama pernapasan dan merupakan wilayah yang terbuka langsung dengan dunia luar.

Dalam rongga hidung juga dihuni banyak kuman, seperti streptoccus, pneumonia, neisseria, dan hermophilus sp, sehinga di samping saluran pencernaan, saluran pernapasan merupakan pintu masuk yang sangat mudah bagi banyak penyakit infeksi.

Penyakit ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut) dipastikan merupakan penyakit terbanyak (No 1 dari 10 besar penyakit) yang diderita masyarakat yang terdata di berbagai Puskesmas.

“Dengan istinsyaq maka ada upaya membersihkan selaput dari lendir hidung yang mungkin terkontaminasi oleh udara kotor serta kuman,”kata dr Hashman.

 

Wudhu yang benar

Panduan tata cara urutan wudhu yang baik dan benar, sebagai berikut :

– Mencuci / membasuh kedua telapak tangan tiga kali sambil membaca basmalah.

– Membersihkan mulut dan lubang hidung, masing-masing sebanyak tiga kali.

– Membasuh muka sebanyak tiga kali sambil mengucapkan doa niat wudhu.
Mencuci / membersihkan tangan kanan dan kiri, mulai dari ujung jari hingga pangkal / batas siku, masing-masing sebanyak tiga kali.

– Mengusap kepala mulai dari dahi hingga batas rambut.

– Menyapu/membersihkan kedua telinga mulai bagian daun telinga bawah dan menuju bagian atas.

– Mencuci / membersihkan kaki kanan dan kiri, mulai dari ujung jari merata hingga mata kaki, masing-masing sebanyak tiga kali.

Tahapan awal adalah mencuci tangan. Mencuci tangan sebelum melakukan kumur atau memasukkan air ke hidung akan memberikan kebersihan yang maksimal, sesuai dengan anjuran kesehatan ketika ingin melakukan sesutu hendaknya tangan dalam keadaan bersih.

Membersihkan tangan dan bagian rongga tubuh mempunyai maksud agar panas tubuh terangkat ke bagian atas tubuh dan akhirnya terbuang keluar melalui lubang atau rongga tubuh bagian atas seperti hidung, mulut, mata dan telinga

Lalu pada saat menyiram bagian wajah biasanya akan terasa merinding atau kita merasakan sangat dingin. Hal itu dikarenakan bergeraknya hawa panas tubuh dari bagian bawah badan ke arah bagian sensitif atas manusia seperti kening, mulut, hidung dan telinga.

Tubuh manusia memiliki regulasi yang tinggi karena terdapat thermo regulator (pengatur suhu) di otak. Ketika suhu tubuh panas, maka otak akan memerintahkan pembuluh darah untuk melebar agar terjadi penguapan dan penurunan suhu. Sebaliknya, otak akan memerintahkan pembuluh darah menyusut bila tubuh kedinginan.

Bila pembuluh darah yang sedang melebar karena kepanasan tiba-tiba disiram air dingin, maka bisa menyebabkan pembuluh darah pecah. Jika hal tersebut terjadi di pembuluh darah otak, maka bisa menyebabkan stroke. Hal yang sama juga terjadi ketika pembuluh darah yang sedang menyusut diguyur dengan air panas. Maka wudhu harus urut jangan sampai kita mengusap kepala terlebih dahulu sebelum tubuh ini bisa menyesuaikan dengan air yang dingin tersebut.

Kondisi ini juga sering terjadi pada orang yang suka mandi uap. Jika selesai mandi uap yang panas kemudian langsung masuk ruangan AC, maka orang tersebut bisa pingsan. Perubahan suhu yang tiba-tiba bisa membahayakan pembuluh darah.

Jadi, orang yang memiliki penyakit jantung, hipertensi, ada masalah dengan pembuluh darah atau isi darahnya sendiri, harus hati-hati dengan perubahan suhu yang tiba-tiba.

Oleh karena itulah disyariatkan untuk tertib untuk menghindari risiko kaget, dan disarankan saat udara terlalu dingin atau panas dan suhu tubuh sedang dalam kondisi sebaliknya, maka perlu memberikan tubuh penyesuaian terlebih dahulu.

Bila kita menerapkan aturan wudhu ini (tertib) secara benar dan sesuai dengan anjuran Islam secara terus menerus, maka kita akan merasakan manfaatnya. Badan terasa segar dan ringan dalam bergerak serta terhindar dari penyakit influenza, masuk angin dan stroke.

 

Kisah Milyader Stroke

Sebuah kisah nyata dari seorang miyarder dari Saudi-Arabia turunan Yaman.

Dirinya yang mendapat gejala stroke, pusing terus menerus yang tidak berkesudahan,

Dokter di Saudi sudah angkat tangan, alias sudah menyerah, dan dokter tersebut disarankan untuk berobat ke “Dokter” di Swiss.

Setelah melalui pemeriksaan oleh “Dokter Swiss” menjelaskan sambil tertawa kecil.

Anda khan orang Arab, tentu beragama Islam

Sementara sang milyarder penasaran dengan penjelasan sang Dokter Swiss tersebut.

Dokter tersebut menjelaskan, bahwa sebagai orang Islam semestinya, Anda tahu bahwa obatnya ada di Kitab Anda.

Dengan seribu bahasa, sambil memandang sang Dokter penuh keheranan, rasanya ia ingin cepat-cepat tahu, apa yang akan dijelaskan oleh dokter yang ternyata seorang profesor tersebut.

“Setiap Anda berwudhu, hiruplah air di hidung, sampai terasa di ubun-ubun.” jelas sang profesor

Ini adalah tuntunan wudhu dalam hadits bab bersuci, ia pun terdiam malu, sambil dalam hatinya membenarkan penjelasan sang profesor.

Singkat kata, tanpa obat, Alhamdulilah sembuh total.

Dengan menghirup air ketika wudhu 3 X, dimana kebanyaan orang selalu menyepelekan ajaran Nabi SAW, mencegah stroke, dan stop stroke sekarang. (*/Red)

Diolah dari berbagai sumber

 

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.