Rabu, 26 Januari 22

Wow! #UninstallGojek Gara-gara Dukung LGBT

Wow! #UninstallGojek Gara-gara Dukung LGBT
* Tagar #UninstallGojek menjadi viral setelah muncul sebuah unggahan di media sosial yang dinilai sebagian warganet sebagai tanda penerimaan Gojek terhadap kelompok LGBT di Indonesia.

Tagar #UninstallGojek menjadi viral setelah muncul sebuah unggahan di media sosial yang dinilai sebagian warganet sebagai tanda penerimaan Gojek terhadap kelompok LGBT di Indonesia.

Sampai Minggu (14/10) siang, saat berita ini ditulis, tagar #UninstallGojek, menurut pencatatan Spredfast, sudah digunakan lebih dari 30.000 kali sejak Sabtu (13/10) sore WIB, sepeti dilansir BBC News Indonesia.

Awalnya adalah unggahan di media sosial seorang karyawan Gojek terkait Hari Melela Nasional (National Coming Out Day) yang diperingati pada 11 Oktober lalu.

Unggahan tersebut menampilkan kampanye internal yang menyatakan bahwa “GO-JEK membawa isu inklusivitas dan keragaman dengan lebih serius dengan menerapkan kebijakan non-diskriminasi kepada kelompok yang kurang terwakili, yaitu LGBT, meski ini adalah perusahaan Indonesia”.

Unggahan tersebut juga mengklaim bahwa ada 30 lebih karyawan serta pendukung LGBT yang profilnya ditampilkan dalam rangkaian galeri foto untuk berbagi apa artinya “penerimaan, kebebasan, autentisitas, kebebasan, dan persamaan”.

Gojek kemudian memberikan pernyataan resmi terkait tersebar luasnya unggahan tersebut di media sosial, bahwa “post tersebut merupakan pendapat dan interpretasi pribadi dari salah satu karyawan GO-JEK terhadap salah satu event internal dengan tema keberagaman”.

Namun para pengguna media sosial juga menggunakan tagar itu untuk menyoroti bahwa banyak perusahaan teknologi lain penyedia layanan atau perangkat yang sering digunakan oleh warganet telah memposisikan diri sebagai ‘sekutu’ bagi kelompok LGBT.

Selain dari pro-kontra terhadap tagar tersebut, ada juga pengguna media sosial yang sudah mencuitkan dampak dari boikot aplikasi transportasi tersebut.

Tetapi ada juga yang membandingkan ‘dukungan’ Gojek terhadap kelompok LGBT dengan kasus pelecehan seksual yand dilakukan oleh pengemudi Grab, aplikasi transportasi saingan Gojek, yang penanganannya juga sempat viral karena dianggap tidak tepat oleh warganet.

Langkah Grab untuk mempertemukan pengemudi yang dituduh melakukan pelecehan seksual dengan korban untuk melakukan mediasi dianggap tidak sensitif terhadap korban.

Di Spredfast, tagar #UninstallGrab, meski sudah muncul sejak Kamis (11/10) siang WIB, namun sampai berita ini ditulis pada Minggu (14/10) siang, digunakan dalam sekitar 1.600 cuitan. (Red)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.