Minggu, 19 Januari 20

Wow! Miss Universe 2019 Putri Berkulit Hitam Gelap

Wow! Miss Universe 2019 Putri Berkulit Hitam Gelap
* Zozibini Tunzi, Miss Universe 2019. (BBC)

Baru pertama kali ini, putri berkulit hitam asal Afrika terpilih menjadi Miss Universe 2019. Inilah Zozibini Tunzi meski ‘penyokong kecantikan alami’ namun ‘tidak pernah dianggap cantik’.

“Saya dibesarkan di dunia di mana perempuan yang tampak seperti saya, dengan jenis kulit seperti saya dan jenis rambut seperti saya, tidak pernah dianggap cantik.”

“Saya pikir sudah waktunya hal itu berhenti hari ini.”

Itulah pesan Zozibini Tunzi, perempuan asal Afrika Selatan yang baru dinobatkan sebagai Miss Universe.

Dia merupakan satu dari 90 lebih perempuan dari berbagai penjuru dunia yang ikut ambil bagian dalam kontes kecantikan di Atlanta, Amerika Serikat.

Zozibini berhak mengenakan mahkota setelah mengalahkan finalis asal Puerto Rico, Madison Anderson, serta Sofia Aragon dari Meksiko.

Para finalis ditanyai sejumlah pertanyaan mengenai beragam topik, seperti perubahan iklim, demonstrasi, dan media sosial.

Zozibini dirujuk penyelenggara Miss Universe sebagai perempuan yang “bangga menyokong kecantikan alami”. (BBC)

Pada pertanyaan terakhir, Zozibini ditanya apa yang harus diajarkan kepada para perempuan muda zaman sekarang? Jawabannya: kepemimpinan.

“Itu adalah sesuatu yang masih kurang pada perempuan muda dan wanita dewasa dalam waktu yang sangat lama. Bukan karena kami tidak ingin [memimpin], tapi karena label yang diberikan masyarakat terhadap perempuan,” paparnya.

“Saya pikir kami adalah makhluk paling kuat di dunia dan kami seharusnya diberikan setiap peluang.”

“Dan itulah yang harus kita ajarkan kepada perempuan-perempuan muda ini—untuk mengambil tempat.”

Zozibini adalah perempuan berkulit hitam pertama yang memenangi kontes Miss Universe sejak Leila Lopes pada 2011.

Leila yang mantan Miss Universe asal Angola itu mengucapkan selamat kepada Zozibini melalui Instagram dengan tulisan: “Selamat ya, kamu membuat kami sangat bangga.”

Menanggapi kemenangannya, Zozibini menulis: “Malam ini sebuah pintu telah dibuka dan saya tidak henti-hentinya bersyukur menjadi orang yang berjalan melaluinya.”

“Kiranya setiap anak perempuan yang menyaksikan momen itu selamanya meyakini kekuatan mimpi-mimpinya dan kiranya mereka menyaksikan wajah mereka tercermin pada wajah saya.”

“Saya bangga menyatakan nama saya Zozibini Tunzi, Miss Universe 2019!”

Tagar #MissUniverse lantas menjadi trending di Twitter dan namanya disebut oleh Oprah Winfrey.

Sejumlah orang menggarisbawahi pentingnya seorang perempuan berkulit hitam dengan rambut alami memenangi kontes kecantikan.

Zozibini, yang meraih gelar Miss Afrika Selatan pada Agustus lalu dirujuk penyelenggara Miss Universe sebagai perempuan yang “bangga menyokong kecantikan alami”.

Lebih lanjut, Zozibini disebut sebagai “pegiat yang berenjana (passionate) dan terlibat dalam peperangan melawan kekerasan bermotif gender”.

“Dia mendedikasikan kampanye media sosial untuk mengubah narasi seputar stereotipe-stereotipe gender.”

Kendati hadiahnya tidak diungkap penyelenggara Miss Universe, Zozibini diperkirakan mendapat gratis sewa apartemen di New York selama setahun dan upah senilai US$100.000 (Rp1,4 miliar).

Dia juga akan bepergian keliling dunia untuk bertemu media sekaligus mendapat peluang di bidang model.

Miss Universe dan kontes kecantikan lainnya berulang kali dikritik berbagai kalangan yang mempertanyakan apakah kontes-kontes tersebut punya tempat pada masyarakat zaman sekarang.

Seorang warganet mencuit: “Kontes kecantikan yang menempatkan perempuan bertarung satu sama lain sudah sangat ketinggalan zaman.”

Penyelenggara kontes-kontes itu kemudian berupaya menyesuaikan konsep acara. Beberapa bahkan berfokus pada raihan para kontestan dan memberikan panggung agar mereka bisa bersuara.

Kendati demikian, kontes Miss Universe masih menampilkan kompetisi pakaian renang sehingga para kontestan dapat berpose sembari mengenakan bikini—walau bagian itu tidak ditayangkan di televisi.

Tahun lalu, kontestan asal Inggris, Dee-Ann Kentish-Rogers, mengatakan kepada BBC bahwa kontes kecantikan masih punya tempat.

“Salah satu masalah terbesar yang dimiliki perempuan pada abad ke-21 adalah kesempatan sehingga orang-orang bisa mendengar mereka,” ujarnya.

“Kami harus sangat kreatif untuk menciptakan tempat untuk kami sendiri.”

Dia mengakui bahwa pertanyaan mengenai kontes kecantikan dan standar kecantikan “dapat dipahami”.

“Sebagai seseorang yang sudah melalui sistem itu, saya akan memperjuangkannya untuk perempuan-perempuan muda.”

Kontes kecantikan lainnya, Miss World, baru-baru ini dihujani kritik karena melarang ibu untuk ikut serta bersaing.

Model Veronika Didusenko, 24, diberi gelar Miss Ukraina 2018. Namun gelar itu dicabut ketika pihak penyelenggara mengetahui dia memiliki seorang putra.

Dia memutuskan untuk mengambil langkah hukum untuk melawan kebijakan kontes tersebut.

“Saya ingin membuat kontes itu lebih sesuai dengan zaman sekarang dan mencerminkan realitas perempuan masa kini–yang bisa menyeimbangkan karier dan kehidupan pribadi mereka dengan sempurna,” tuturnya kepada BBC Newsbeat. (*/BBC)

Sumber: BBC Magazine

 

 

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.