Rabu, 20 Oktober 21

Workation Gabungkan Bisnis dengan Kegiatan Bersantai

Workation Gabungkan Bisnis dengan Kegiatan Bersantai
* Ilustrasi keluarga yang menikmati liburan. (Foto: Sutanto/obsessionnews.com)

Jakarta, obsessionnews.com – Merebaknya virus Covid-19 mengharuskan mayoritas orang bekerja dari rumah demi memutus rantai penyebarannya. Setelah beberapa bulan terkurung di rumah tentunya kerinduan untuk bepergian kian memuncak. Keinginan meninggalkan kamar tidur dan bersantai di pantai atau pegunungan nan mengagumkan makin membuncah.

Mengambil cuti untuk berlibur. (Foto: Sutanto/obsessionnews.com)

 

Berbagai tempat mulai dibuka kembali dengan menerapkan protokol ketat, memberi peluang bahwa bepergian akan segera dimungkinkan.

Kita mungkin tidak dapat berlibur ke Eropa tahun ini, tapi cukup  banyak tempat di Tanah Air yang mungkin sudah waktunya kita eksplorasi lebih mendalam.

Namun, apabila work from home (WFH) menghalangi liburan yang kita inginkan, jangan buru-buru kecewa.

Workation alias working vacation mungkin jawaban yang tepat untuk kita. Konsep liburan ini menggabungkan bisnis dengan kegiatan bersantai. Jika selama pandemi orang-orang terpaksa harus bekerja dari rumah, workation menjadi pelarian yang dibutuhkan dan memberikan kesempatan untuk membawa pekerjaan dalam liburan. Kondisi saat ini memungkinkan untuk bekerja dari tempat yang berbeda, tapi masih dalam jangkauan berkendara. Kita bisa tinggal di hostel, hotel, homestay, atau bahkan di sebuah vila sambil bekerja dan berlibur. Dengan demikian akan terjadi keseimbangan antara kerja maupun kehidupan sehari-hari.

Walaupun sempat dikecam, karena menghilangkan batas-batas antara bekerja dan berlibur, workation kini tampaknya menjadi ide menarik pasca-pandemi. Bayangkan kita berada di daerah pegunungan yang menyegarkan atau duduk di tepi pantai dengan laptop, pakaian nyaman, dan segelas minuman dingin. Siapa yang tidak menginginkannya, terutama sekarang ini? Biro perjalanan pun mulai mengeksplorasi workation agar orang-orang bisa menikmati waktu bekerja sekaligus berlibur.

Mengingat suasana pandemi yang belum mereda, sebagian tempat hanya membuka 50% kapasitasnya dan memfungsikannya sesuai panduan kesehatan. Mereka berusaha menyediakan lingkungan aman, memiliki sanitasi yang baik, koneksi internet lancar, dan sejumlah aktivitas rekreasional menarik.

Jepang adalah salah satu negara yang sedang dilanda demam workation. Negeri sakura ini memang dikenal dengan jam kerja yang panjang dan pegawainya jarang mengambil cuti untuk berlibur. Beberapa perusahaan besar, seperti Japan Airline memperkenalkan program workation untuk mendorong karyawan mengambil cuti. Tujuannya adalah untuk mengurangi tingkat stres dan meningkatkan produktivitas.

Lelah bekerja kita bisa berjalan-jalan santai atau sekadar mencari udara segar di luar ruangan yang dekat dengan alam. Jadi, mengapa harus bekerja dari rumah jika, kita bisa bekerja dari lokasi pegunungan maupun tepi pantai nan indah? (Nur Asiah/red)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.