Sabtu, 16 Oktober 21

WNA di Rudenim Capai Rekor

WNA di Rudenim Capai Rekor
* Salah seorang bocah penghuni Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Semarang, Jawa Tengah.

Semarang, Obsessionnews – Jumlah warga negara asing (WNA) yang harus menghuni Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Semarang, Jawa Tengah,  mencapai rekor pada  Februari 2016 lalu. Sebanyak 120 WNA saat ini berdiam di dalam Rudeni berkapasitas 60 orang tersebut.

Kepala Rudenim Semarang, Heri Jonhard, melalui Kepala Seksi Registrasi Administrasi dan Pelaporan, Retno Suyatmi, mengatakan jumlah WNA ini adalah rekor sejak Rudeni dibangun pada tahun 2012 lalu. Total rekor juga meningkat 100% lebih pada bulan yang sama di tahun 2015.

“Ya ini mencapai rekor tertinggi, dimana kebanyakan berasal dari Timur Tengah,” ujar dia, Senin (14/3/2016).

rudenim 2
Rudenim Semarang.

Mayoritas WNA berasal dari Afghanistan. Mereka kebanyakan berstatus sebagai pengungsi dan pencari suaka dengan rincian 36 orang WNA laki-laki dan 22 orang perempuan. Selain itu, terdapat 10 WNA negara lain yang juga ikut terseret masalah keimigrasian.

“Terdapat perbedaan antara pencari suaka dan pengungsi. Kalau pengungsi lebih mudah untuk dicarikan tempat hunian di negara ketiga,” paparnya.

Membludaknya WNA di Rudenim Semarang disebabkan kapasitas bangunan yang tidak mencukupi. Pasalnya, Rudenim Semarang memiliki wilayah kerja tidak hanya Jawa Tengah saja, namun juga melingkupi Daerah Istimewa Yogyakarta dan Kalimantan Tengah. Disisi lain,

“Biasanya ketika sudah over, kami pindahkan sejumlah WNA ke house community atau Rudenim di Makassar,” jelas wanita berkerudung ini.

rudenim3
Kepala Seksi Registrasi Administrasi dan Pelaporan Rudenim Semarang, Retno Suyatmi.

Pihaknya menjelaskan, para WNA tidak diberikan kebebasan keluar. Namun, mereka diberi rekreasi ke tempat-tempat tertentu agar tidak mengalami stres berkepanjangan.

“Terutama anak-anak. Supaya tidak tertekan. Kami juga memberi mereka pendidikan seperti baca tulis dan fasilitas kesehatan,” tandasnya.

Terpisah, salah seorang penghuni Rudenim, Ku Myo Aung, warga Myanmar mengaku telah menghuni Rudenim sejak dua bulan lalu. Ia terpaksa masuk Rudenim lantaran paspor miliknya hilang dicuri orang.

“Saya punya istri di Boyolali. Saya saat ini masih menunggu proses supaya paspor saya kembali,” terang dia dengan bahasa indonesia terbata-bata.

Selama dua bulan, dia masih menunggu kepastian pengurusan paspor oleh istrinya. “Semoga bisa cepat keluar,” pungkas dia singkat. (Yusuf IH

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.