Kamis, 19 September 19

Wirausaha Butuh Bantuan Permodalan dari Perbankan Nasional

Wirausaha Butuh Bantuan Permodalan dari Perbankan Nasional

Imar
Jakarta-Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi meminta dunia perbankan nasional agar membantu perkembangan wirausaha dan industri kreatif  di Indonesia. Kemudahan akses permodalan dengan suku bunga yang rendah dibutuhkan untuk menciptakan dan memperbanyak jumlah wirausaha sukses.

Pemerintah mendorong pihak perbankan agar meningkatkan komitmennya dalam mendukung tumbuhnya wirausaha dan industry kreatif, bantuan dari perbankan diharapkan membantu program-program pemerintah, “Kata Menakertrans Muhaimin Iskandar di Jakarta pada Kamis (4/4) seusai acara pencanangan pelaksanaan pelaihan kerja berbasis kompetensi wirausaha nasional di Balai Besar Pengembangan Produktivitas di Bekasi pagi tadi.

Muhaimin mengatakan selama ini pemerintah beserta pihak-pihak terkait menyadari perlunya keberadaan  wirausaha karena mempunyai nilai strategis dalam mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memperluas lapangan dan kesempatan kerja baru serta menopang perekonomian negara.

Namun, kata Muhaimin Segi kualitas dan kuantitas wirausaha harus terus dikembangkan. Berbagai kendala yang dihadapi wirausaha harus dikikis secara bersama-sama dengan melibatkan berbagai pihak terkait di pusat dan daerah.“Salah satu keluhan yang sering dilontarkan wirausaha adalah masih sedikitnya permodalan yang mudah dan cepat di dapat. Selain itu tingkat penetapan suku bunga yang dirasa tinggi masih menjadi kendala dalam perkembangan wirausaha, “kata Muhaimin.

Oleh karena ini Akses kepada perbankan dan permodalan harus dipermudah untuk menambah bantuan fasilitasi dari sektor-sektor pemerintah yaitu kementerian dan lembaga, yang ketiga melalui KUR (Kredit Usaha Rakyat) yang selama ini telah dilakukan pemerintah.Saat ini wirausaha di Indonesia masih berjumlah 570.339  orang. Jumlah ini hanya mencapai  0,24% dari jumlah penduduk Indonesia sejumlah 237,64 juta orang. Padahal sebuah  bangsa akan maju dan sejahtera apabila minimal 2% jumlah penduduk adalah wirausaha.“Untuk mencapai jumlah ideal, kita masih butuh tambahan sekitar 4.18 juta wirausaha, sehingga target ideal jumlah wirausaha sebanyak 4,75 juta wirausaha dapat tercapai dalam waktu tidak terlalu lamaUntuk membantu mempercepat pengembangan wirausaha, Muhaimin menawarkan kepada lintas kementerian dan lembaga, pihak swasta ,  masyarakat umum dan lulusan pendidikan agar memanfaatkan keberadaan Balai Latihan Kerja dengan menggelar pelatihan keterampilan kerja wirausaha yang berbasis kompetensi..“Kita berharap semua jenis pelatihan yang dikembangkan oleh pemerintah maupun swasta juga lembaga-lembaga pendidikan dan pelatihan betul-betul mempertimbangkan hasil pelatihan yang bisa langsung praktek dan menjadi pelaku usaha,” kata Muhaimin.

Yang perlu ditekankan adalah pembenahan kurikulum, instruktur pelatih yang kompeten serta praktek kerja yang terus menerus dimonitor dan difollow up sehingga kemajuan pelatihannya menjadi terukur. (rud)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.