Jumat, 10 Juli 20

Wiranto Perintahkan Polri Amankan Surat Suara Hasil Pencoblosan

Wiranto Perintahkan Polri Amankan Surat Suara Hasil Pencoblosan
* Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto saat menggelar konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (27/6/2018).

Jakarta, Obsessionnews.com – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto meminta jajaran kepolisian untuk mengawal secara ketat surat suara hasil pencoblosan dari setiap tempat pemungutan suara (TPS). Pengawalan ini penting agar surat suara itu bisa sampai dengan aman dan tepat waktu ke KPU provinsi.

“Ini baru proses pencoblosan di TPS, masih ada tahapan tahapan lain yang menunggu. Misalnya, membawa hasil pencoblosan surat suara ke tingkatan berikutnya dari TPS ke provinsi,” ujar Wiranto saat menggelar konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (27/6/2018).

Tidak hanya itu, dengan melakukan pengawalan secara ketat juga bisa mencegah adanya upaya pihak-pihak yang tak bertanggung jawab untuk mengubah hasil perolehan suara di TPS. Hal ini menurut Wiranto perlu menjadi perhatian agar tidak terjadi persoalan bagi para kontestan dan masa pendukungnya. 

“Agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan, ada kecurigaan, ada hal yang membuat perhitungan menjadi absurd, ini dihindari dengan pengawalan yang ketat dan itu sudah disampaikan ke petugas di lapangan,” kata Wiranto.

Meski begitu, Wiranto menuturkan bahwa berdasarkan hasil laporan dari 171 wilayah, tahap pencoblosan Pilkada Serentak 2018 berlangsung aman dan terkendali. Menurut dia, tidak ada gangguan keamanan maupun teror yang mengganggu proses pencoblosan di 387.586 tempat pemungutan suara (TPS).

“Berdasarkan laporan dari seluruh wilayah, tidak ada gangguan keamanan, tak ada aksi teror yang meneror TPS-TPS,” papar Wiranto.

Kendati demikian ia mengakui ada sejumlah persoalan teknis di beberapa TPS, antara lain kurangnya surat suara dan adanya surat suara yang dilarikan oleh petugas KPPS.

Namun, kata Wiranto, persoalan tersebut udah dapat diatasi. Selain itu ia juga menegaskan bahwa tidak ada pelanggaran netralitas oleh aparat Polri, TNI dan BIN selama proses pencoblosan. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.