Selasa, 20 Agustus 19

Winda Ariyani Susilo Tingkatkan Literasi Membaca Melalui Clavis

Winda Ariyani Susilo Tingkatkan Literasi Membaca Melalui Clavis
* CEO Clavis Indonesia Winda Ariyani Susilo. (Foto: Sutanto)

Sangat membanggakan jika melihat hasil karya kedua penulis anak bangsa ini diakui pasar internasional, dan mampu bersaing dengan buku terbitan Clavis lainya dari berbagai dunia.

 Dengan memberdayakan para perempuan di Indonesia, Winda Ariyani Susilo membuat bisnis kerajinan tangan boneka wol yang dipasarkan di tempatnya tinggal, Amsterdam. Setelah berjalan sekitar 10 tahun lamanya, dia mengembangkan bisnis baru di Indonesia. Dia membawa Clavis Publishing ke Indonesia dengan tujuan ingin meningkatkan literasi membaca kepada anak-anak di Tanah Air.

Sejak menikah, Winda mengikuti sang suami yang berkebangsaan Belanda. Itulah masa ketika dia dituntut harus mandiri, termasuk mengurus keluarga. Dia pun memilih berhenti berkarier dan mengembangkan bisnis, sembari mengurus putra-putrinya.

Kala pertama memutuskan berbisnis, yang terpikirkan dalam benaknya adalah bagaimana caranya memberdayakan para perempuan di Indonesia agar mereka bisa selalu berkarya.

Setelah melalui pelatihan, Winda menyaring ratusan ibu dan perempuan yang tersebar di pelosok negeri untuk berkreasi. Mereka membuat sebuah kerajinan tangan, seperti boneka wol, tokoh dalam Clavis Publishing ‘Lily & Milo’, kemudian dipasarkan di Amsterdam melalui perusahaannya, Kiddos Industries B.V. Hal itu sungguh menjadi suatu kebanggaan dan kepuasan tersendiri baginya. Selain karena mampu memberdayakan perempuan Indonesia, dia juga bisa membawa produk dalam negeri bersaing di dunia internasional.

“Kami memberikan training, bahan materi, dan membeli kembali hasil produksi mereka dengan hasil yang tidak mengecewakan. Jadi, mereka bisa menyekolahkan anak-anak dan membiayai kehidupan sehari-hari. Mereka mempunyai pemasukan sambil mengasuh maupun mengurus keluarga,” ucap Winda sembari tersenyum.

Itulah salah satu cerminan perempuan sociopreneur yang satu ini, yaitu memiliki kepedulian sosial tinggi. Apa pun yang dilakukannya, termasuk dalam urusan bisnis, baginya akan lebih berarti jika melibatkan banyak masyarakat dan membantu kesejahteraan mereka.

Setelah memberdayakan para perempuan di pelosok negeri, kini saatnya Winda memperhatikan generasi penerus bangsa. Melihat literasi membaca di negeri ini yang semakin menurun akibat berbagai gawai, dia tergerak untuk meningkatkan kembali minat baca pada anak-anak.

Pertama kali dipikirkannya adalah menghadirkan buku bacaan anak-anak yang menarik sesuai dengan usia masing-masing. Berawal dari pertemuannya dengan tim Clavis Publishing di Belgia, dia kemudian tergerak membawa Clavis Books ke Tanah Air di bawah bendera PT Clavis Global Indonesia. Lewat buku-buku berkualitas terbitan Clavis Publishing, dia yakin dan optimis akan mampu membuat budaya membaca anak-anak Indonesia kembali hidup dan bergairah.

Menariknya, Winda tak hanya memasarkan buku-buku terbitan Clavis yang sudah ada ke Indonesia. Dia juga berhasil mendapatkan penulis, sekaligus ilustrator berbakat tanah air untuk menerbitkan buku Clavis Indonesia. Di antaranya adalah Ratna Kusuma Halim dengan bukunya berjudul Bunga Penyihir Cilik dan Wahyu Kuncoro bersama buku Payung Nina. Sangat membanggakan jika melihat hasil karya kedua penulis anak bangsa ini diakui pasar internasional dan mampu bersaing dengan buku terbitan Clavis lainnya dari berbagai dunia.

“Bahkan ada beberapa penerbit asing yang tertarik membeli copyright karya tersebut, seperti dari Cina dan beberapa negara di Eropa,” ungkap ibu dari Farrell Putra dan Aimeelyn Putri ini.

Selain itu, Clavis Indonesia yang baru setahun berdiri, kini sudah memiliki Clavis Concept Store di Bandung. Di tempat ini, siapa pun bisa datang untuk belajar sembari bermain, terutama untuk anak-anak dan para orangtua.

Perkembangannya juga dapat terlihat dari program-program yang digagas Winda, berkolaborasi dalam program Corporate Social Responsibility (CSR) dengan beberapa perusahaan multinasional di Indonesia.

“Kita akan bekerja sama dengan CSR perusahaan untuk melaksanakan literasi Indonesia, seperti mengadakan English Corner dan perpustakaan di daerah. Sudah ada beberapa perusahaan asing yang tertarik berkolaborasi,” ujar perempuan kelahiran Bandung ini.

Dalam rangka meningkatkan minat baca kepada anak-anak, Clavis Indonesia juga menjalankan story telling, yaitu ‘Clavis goes to School’ di kota Bandung. Kedepan, dia berharap bisa membawanya ke sekolah-sekolah di kota lainnya, selain Bandung. (Suci Yulianita)

Artikel ini dalam versi cetak dimuat di Majalah Women’s Obsession Edisi Agustus 2019 dengan tema “17 Perempuan Tangguh 2019”

 

 

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.