Senin, 13 Juli 20

WHO Hentikan Obat Corona Berbahaya yang Dikonsumsi Trump

WHO Hentikan Obat Corona Berbahaya yang Dikonsumsi Trump
* Donald Trump

Obat virus Corona (Conid-19) yang dikonsumsi oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump ternyata berbahaya dan bisa mematikan. Khawatir soal aspek keselamatan, WHO hentikan uji coba hidroksiklorokuin yang dikonsumsi Trump untuk menangkal Covid-19.

Pengujian obat malaria hidroksiklorokuin sebagai pengobatan Covid-19 telah dihentikan karena kekhawatiran akan aspek keselamatan, kata Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Percobaan di beberapa negara “sementara” ditangguhkan sebagai tindakan pencegahan, kata WHO, Senin (25/05).

Penghentian itu terjadi setelah studi medis baru-baru ini mengatakan obat itu dapat meningkatkan risiko pasien meninggal akibat Covid-19.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengatakan dia meminum obat itu untuk menangkal virus.

Presiden AS telah berulang kali mempromosikan obat anti-malaria itu, tindakan yang tak sejalan dengan saran tenaga medis dan peringatan dari pejabat di bidang kesehatan yang mengatakan bahwa obat itu bisa menyebabkan masalah jantung.

Pekan lalu, kajian yang dimuat jurnal ilmiah, Lancet, menyebutkan penanganan para pasien Covid-19 dengan obat antimalaria hidroksiklorokuin sama sekali tidak ada manfaatnya.

WHO, yang menjalankan uji klinis berbagai obat untuk menilai mana yang mungkin bermanfaat dalam mengobati Covid-19, sebelumnya mengatakan prihatin atas laporan bahwa sejumlah orang berusaha mengobati diri sendiri dan mengalami komplikasi serius.

Pada Senin (25/5), para pejabat di badan kesehatan PBB mengatakan hidroksiklorokuin akan dihapus dari uji coba tersebut sambil menunggu penilaian terhadap aspek keamanan.

Risiko meninggal dan komplikasi jantung
Hidroksiklorokuin aman bagi pasien malaria, serta pasien lupus atau arthritis, namun tidak ada uji klinis yang merekomendasikan hidroksiklorokuin bagi pasien yang terjangkit virus corona.

Kajian terbaru melibatkan 96.000 pasien Covid-19. Dari jumlah itu, hampir 15.000 di antara mereka diberikan hidroksiklorokuin, baik sebagai obat tunggal maupun dengan didampingi antibiotik.

Hasil kajian menyebutkan: pasien-pasien yang besar kemungkinan meninggal di rumah sakit dan mengalami komplikasi detak jantung adalah mereka yang mengonsumsi hidroksiklorokuin.

Tingkat kematian antara kelompok pasien Covid-19 sebagai berikut: hidroksiklorokuin 18%; klorokuin 16,4%, pasien-pasien yang tidak mengonsumsi hidroksiklorokuin dan klorokuin 9%.

Adapun pasien yang diberikan hidroksiklorokuin atau klorokuin yang digabungkan dengan antibiotik, tingkat kematian mereka bahkan lebih tinggi. Para peneliti mewanti-wanti bahwa hidroksiklorokuin sebaiknya tidak diberikan di luar uji klinis.

Ketika ditanya mengenai kajian yang dimuat jurnal Lancet ini, Koordinator Gugus Tugas Gedung Putih Penanganan Virus Corona, Dr Deborah Birx, mengatakan Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) telah “sangat jelas” mengenai kerisauan mengenai penggunaan hidroksiklorokuin sebagai obat pencegahan virus corona atau perawatan pasien Covid-19.

Dr Marcos Espinal, direktur Organisasi Kesehatan Pan American – bagian dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) – menekankan bahwa tidak ada uji klinis yang pernah merekomendasikan hidroksiklorokuin sebagai obat penanganan pasien Covid-19,

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengatakan dirinya mengonsumsi hidroksiklorokuin untuk menangkal virus corona.

Berbicara di Gedung Putih, Trump mengatakan kepada wartawan bahwa baru-baru ini dia mulai mengonsumsi obat untuk penyakit malaria dan lupus tersebut.

“Saya mengonsumsinya selama sekitar satu setengah pekan dan saya masih di sini, saya masih di sini,” ujarnya.

Ketika ditanya apa bukti yang dimilikinya bahwa obat itu berfaedah, Trump berkata: “Ini bukti saya, saya mendapat banyak mendapat kabar positif mengenainya.”

Trump, yang berulang kali menyanjung hidroksiklorokuin, menyebut banyak tenaga kesehatan mengonsumsi obat tersebut.

“Anda akan terkejut betapa banyak orang mengonsumsinya, terutama para pekerja di garis depan sebelum mereka tertular. Para pekerja di garis depan, banyak, banyak yang meminumnya. Kebetulan saya juga mengonsumsinya,” ujar Trump kepada para wartawan.

Larangan lembaga kesehatan AS?
Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (CDC), mengatakan tidak ada bukti obat-obatan atau jenis terapi yang bisa mencegah atau menangani Covid-19.

Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) bulan lalu merilis arahan bahwa hidroksiklorokuin “tidak tampak aman dan efektif”.

FDA mengutip sejumlah laporan bahwa obat tersebut bisa menyebabkan masalah ritme jantung pada pasien-pasien Covid-19.

Lembaga itu mewanti-wanti agar obat tersebut tidak digunakan di luar rumah sakit. Izin telah dikeluarkan untuk penggunaan sementara jika uji klinis tidak bisa dilakukan.

Saat ditanya apakah staf dokter Gedung Putih merekomendasikan agar dirinya mengonsumsi obat itu, Trump mengaku telah bertanya soal itu.

“Saya bertanya kepadanya, ‘bagaimana menurutmu?’ Dia berkata, ‘ya kalau Anda menginginkannya’. Saya bilang, ‘Ya, saya menginginkannya.'”

Sang presiden mengklaim dirinya mengalami “nol gejala” virus corona dan sering diuji. Dia menambahkan, dirinya juga mengonsumsi suplemen zinc harian.

Trump mengklaim bahwa hidroksiklorokuin ‘sepertinya punya dampak’. “Mungkin [berdampak], mungkin tidak. Tapi jika tidak, Anda tidak akan sakit dan mati.”

“Saya sudah mendengar banyak cerita bagus dan jika tidak bagus, saya katakan saya tidak akan sakit oleh karenanya,” tambahnya.

Trump menepis berbagai laporan mengenai efek samping buruk akibat mengonsumsi hidroksiklorokuin. Menurutnya, “satu-satunya hal negatif” yang dia dengar adalah dari sebuah kajian yang mencermati ketika obat itu diberikan kepada “orang dalam kondisi yang luar biasa parah”.

Dia juga mengklaim bahwa “laporan yang sangat tidak saintifik” dilakukan oleh “orang-orang yang bukan fans Trump”.

Trump tampaknya merujuk pada kajian awal pada April lalu terhadap sejumlah pasien Covid-19 di rumah sakit yang dikelola pemerintah AS untuk para veteran militer. Kajian itu menyebut hidroksiklorokuin tidak punya faedah dan bahkan mungkin menyebabkan kematian lebih banyak.

“Saya mendapat berita positif yang luar biasa mengenai hidroksi, dan saya katakan….apa salahnya?” kata Trump. “Pada suatu titik, saya akan berhenti.”

Selama beberapa pekan terakhir Trump selalu mendorong obat tersebut sebagai obat yang berpotensi mencegah atau menyembuhkan pasien-pasien Covid-19, meski sejumlah pejabat pemerintah di bidang kesehatan memberi peringatan.

Bagaimana pendapat para ahli kesehatan?
Menurut para dokter, obat itu punya potensi menimbulkan efek samping, termasuk gejala gagal jantung, pemikiran bunuh diri, serta tanda-tanda penyakit liver. Kalaupun digunakan, mereka menyebut obat itu harus dipakai “dengat sangat berhati-hati”.

Dua kajian terkini, yang keduanya melibatkan sekitar 1.400 pasien Covid-19 di New York, tidak menemukan manfaat apapun dari konsumsi hidroksiklorokuin.

Kajian lainnya yang dilakoni beberapa peneliti Prancis melibatkan 84 pasien rumah sakit yang mengonsumsi obat itu dan 97 lainnya yang menjalani perawatan standar. Hasilnya, hidroksiklorokuin disebut tidak punya dampak lebih baik atau lebih buruk.

Bulan lalu, Asosiasi Medis Amerika, Asosiasi Apoteker Amerika, dan Komunitas Apoteker Sistem Kesehatan Amerika, merilis pernyataan bersama yang menentang penggunaan hidroksiklorokuin serta beberapa obat lainnya sebagai pencegahan Covid-19.

Masih pada bulan April, mantan direktur badan vaksin pemerintah AS, Dr Rick Bright, mengklaim bahwa dirinya dipecat karena menolak mempromosikan hidroksiklorokuin.

Departemen Kesehatan menolak tudingan Dr Rick Bright. Presiden Trump menyebutnya karyawan yang “tidak puas”. (BBC News Indonesia)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.