Minggu, 28 November 21

Waspadai! Kualitas Pemenang Tender Proyek PKJL

Waspadai! Kualitas Pemenang Tender Proyek PKJL

Jakarta, Obsessionnews – PT Angkasa Pura II melaksanakan pelelangan proyek pekerjaan peningkatan kapasitas dan jaringan listrik bandara Soekarno-Hatta (Proyek PKJL), Kisaran anggaran penambahan proyek tersebut memiliki pagu proyek sebesar 926 millar rupiah.

Gerakan Anti Manipulasi BUMN (GERAM BUMN) melihat adanya kejanggalan dalam penentuan lelang tersebut. Berdasarkan SK nomer: ND.1422/00.1/04/2015 tertanggal 27 April 2015 menyatakan bahwa, Pernyataan ini selain berdasarkan hasil evaluasi administrasi, teknis dan harga juga Nota Dinas President Director Oprational dan Engineering.

Pernyataan nota dinas yang dijadikan salah satu pertimbangan dalam menentukan pemenang tender terlihat sangat janggal karena pada proyek proyek sebelumnya nota dinas tidak pernah dipergunakan sebagai dasar untuk pertimbangan dalam menentukan pengumuman pemenang tender.

Hal tersebut di duga kuat telah terjadi persekongkolan tender untuk memenangkan salah satu peserta tender.

“Kalau memang tidak salah, Dirut PT. Angkasa Pura II harus memberikan klarifikasi kebenarannya, Setidak-tidaknya Dirut memperhatikan beberapa Kaedah-kaedah hukum dan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” ujar Koordinator GERAM BUMN, Andianto di Jakarta, Senin (11/5/2015).

Sementara itu, Ketua Komisi VI DPR RI, Hafisz Tohir saat di konfirmasi terkait kabar pengembangan proyek PKJL menyikapi pentingnya pengembangan kapaitas dan jaringan listrik bandara Soekarno-Hatta. Keberadaan proyek tersebut memang harus ditingkatkan.

“Kami komisi VI setuju dalam rangka mengamankan airport yang punya securty tinggi dan bahaya jika black out sering terjadi,” ucapnya melalui pesan singkat.

Nada serupa juga di sampaikan oleh Anggota Komisi VI DPR RI, Lili Asdjudiredja, PT Angkasa Pura harus memperhatikan Kwalitas pemenang tender agar tidak terjadi kesalahan penunjukan. Karena ini menyangkut keselamatan banyak orang yang menggunakan transportasi pesawat terbang.

” Harus hati hati melakukan pemilihan pengerjaan Proyek tersebut, jika kwalitasnya kurang bagus akan mengakibatkan black out ,” Ucap Lili saat di hubungi.

Terkait hal tersebut Komisi VI akan memanggil PT Angkasa Pura II untuk menjelaskan permasalahan Proyek kapasitas dan jaringan listrik bandara Soekarno-Hatta ( proyek PKJL ), Namun saat ini terbentur dengan masa reses. Jadi akan di usahakan pasca reses akan melakukan pemanggilan. (Purnomo)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.