Kamis, 21 Oktober 21

Waspada Darurat Bawang! Pemerintah Kemana?

Waspada Darurat Bawang! Pemerintah Kemana?

Jakarta, Obsessionnews – Belum hilang rasa keterkejutan kita pasca kenaikan harga beras yang begitu tinggi. Kini diikuti oleh potensi kenaikan harga bawang merah. Dan tidak menutup kemungkinan diikuti pula oleh kenaikan harga bahan kebutuhan pokok lainnya.

Menurut pantauan Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI), Jumat pagi (6/3/2015), harga bawang di pasar Induk Kramatjati Jakarta berkisar Rp18.000/kg. Namun dalam hitungan jam, pada Jumat siang hari ini juga, terpantau terdapat kenaikan yang tinggi hingga menyentuh harga Rp25.000/kg.

DPP IKAPPI pun mencoba menghimpun informasi dari pengurus IKAPPI di beberapa daerah penghasil bawang. “Ternyata kami temukan harga benih bawang daun atau polong  sanggat mahal sehingga petani enggan melakukan aktifitas pertanian. Mereka nyaris tidak mendapatkan keuntungan bila menanam bawang dengan harga benih yang begitu tinggi,” ungkap Ketua Litbang DPP IKAPPI Ihsan Jauhari kepada Obsessionnews.com, Jumat (6/3).

“Tanpa rasa bosan kami meminta pemerintah lebih tanggap terhadap situasi ini. Jangan sampai situasi kenaikan harga bawang ini ditangani seperti penanganan kenaikan harga beras yang terkesan kagetan,” tegas Ihsan.

Ia berharap, Pemerintah harusnya mampu mengantisipasi segala potensi kenaikan. “Jangan hanya begerak seperti memadamkan api. Setelah ramai baru bereaksi. Pemerintah seperti selalu gagap merespon situasi,” tandas Ketua IKAPPI.

Padahal, lanjut Ihsan, Pemerintahan rezim Jokowi pernah berjanji saat kampanye lalu, bahwa akan selalu hadir ketika masyarakat menghadapi situasi sulit. “Tapi realita di lapangan (kini), pemerintah sepertinya tak berdaya menghadapi situasi kenaikan-kenaikan harga bahan pokok yang terjadi,” bebernya.

Bahkan, menurutnya, akan menjadi masalah jika kenaikan harga sudah tidak terkendali, sehingga menyengsarakan kehidupan masyarakat dengan ekonomi tingkat bawah. “Apalagi bila kenaikan tersebut mengakibatkan angka inflasi yang tinggi. Ini akan menurunkan kesejahteraan dan daya beli masyarakat,” tambahnya.

Ketua DPP IKAPPI mengingatkan, bila koordinasi pemerintah berjalan baik, semua potensi kenaikan harga pastilah bisa ditangani sejak dini. Dituturkan pula, Pemerintah juga harus segera ambil langkah ‘keroyokan’ yang melibatkan lintas Kementerian dan instansi.

“Jangan lagi menunjuk pedagang sebagai kambing hitam dari kelambanan kinerja pemerintah. Disamping  itu, upaya menangani sumber-sumber kenaikan harga menjadi urgent untuk dilakukan,” pintanya.

“Lalu apa saja penyebab kenaikan harga sehingga rakyat yang ekonomi lemah mengalami kesulitan? Langkah apa yang perlu dilakukan oleh pemerintah untuk mengendalikan kenaikan harga, terutama pangan hortikultura, agar tidak terulang? Pemerintah harus mampu menjelaskan ke rakyatnya!” serunya pula. (Ars)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.