Minggu, 17 Oktober 21

Waspada Daging Celeng dan Formalin, Bandung Bentuk URC

Waspada Daging Celeng dan Formalin, Bandung Bentuk URC
* Ikhsani Sadikin.

Bandung,  Obsessionnews – Komitmen Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dispertapa) Kota Bandung untuk mendukung terwujudnya Bandung sebagai Smart City melalui visi Terwujudnya Pertanian dan Ketahanan Yang Tangguh dan Unggul mendapatkan apresiasi positif dari berbagai pihak.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Dispertapa, Ikhsani Sadikin, saat Bandung Menjawab di Ruang Media, Jl. Wastukancana, Selasa (8/3/2016).

Beberapa program yang mendapatkan apresiasi diantaranya menurut Ikhsani adalah urban farming yang mendapatkan tanggapan positif bukan hanya dari Wali Kota Bandung, tetapi juga dari berbagai Kota dan Kabupaten lainnya.

“Selain urban farming, yang mendapatkan apresiasi adalah program raskin gratis, dimana Kota Bandung menjadi kota yang pertama yang menggratiskan Raskin sampai ke titik bagi, dan mendapatkan Raskin Award di tahun 2014,” ujarnya.

Ikhsan menegaskan, berbagai program kerja lain yang akan dikerjakan Dispertapa di tahun 2016 adalah menata Jl. Riau sampai Ahmad Yani, meningkatkan budidaya dengan screen house, meningkatkan wirausaha baru melalui urban farming,  dan melaksanakan secara rutin vaksinasi, desinfeksi dan depopulasi bila ada kasus kejadian zoonosa(penyakit hewan yang menular dan membahayakan manusia).

bandung URC-

Tahun ini Dispertapa akan menata Jl. Riau sampai Ahmad Yani dengan meletakkan tanaman Kastuba atau poinsettia di pot bambu yang digantungkan di pohon. “Kami mengamati, meniru dan memodifikasi dari salah satu kota di Thailand, untuk saat ini baru 200 titik pohon yang dikerjakan,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Ikhsan, tahun 2015 sudah ada 9 kecamatan yang telah membudidayakan tanaman dengan screen house dengan target tahun ini terdapat 6 kecamatan tambahan. “Kami juga mengadakan pelatihan-pelatihan terkait urban farming dengan target menciptakan 660 wirausaha baru,” paparnya.

Sedangkan untuk pelaksanaan vaksinasi, desinfeksi dan depopulasi tahun ini ditargetkan 8 kasus yang diminimalkan. Terkait kasus seperti beras klorin, apel beracun, peredaran daging celeng dan flu burung, Ikhsan menyampaikan bahwa kota Bandung tidak ditemukan kasus-kasus tersebut.

Ia juga menyampaikan apabila ditemukan kasus seperti itu, Dispertapa telah membentuk tim khusus. Penindakan lebih lanjut nantinya akan dilakukan oleh pihak kepolisian dan kejaksaan. “Alhamdulillah di kota Bandung hampir nihil kasus-kasus terkait makanan yang beracun maupun penyakit hewan yang menular manusia.

“Kami membentuk tim khusus atau urc (unit reaksi cepat) sehingga, tim khusus tersebut akan bergerak langsung ke tempat kejadian. Kami juga membentuk tim khusus bersama Dinkes, Diskominfo dan kepolisian guna melakukan pemantauan dan pengecekan di lapangan,” tambahnya. (Dudy Supriyadi)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.