Senin, 17 Januari 22

Washington, Pangkal Kerusakan AS

Washington, Pangkal Kerusakan AS

Presiden AS, Donald Trump menyebut kondisi Washington saat ini sedang kacau.

Trump di laman Twitternya menulis, “Pembersihan harus diubah menjadi pembersihan kotoran limbah. [Kondisi] lebih buruk dari yang dibayangkan. Orang-orang mengira [investigasi] dimulai dengan berita fiktif,”.

Statemen ini tentu bukan pertama kali keluar dari mulut Trump mengenai Washington sebagai simbol sistem politik AS. Sebelumnya, ia juga menyampaikan pernyataan senada pada pemilu presiden tahun 2016.

Trump dalam tulisannya yang dimuat di USA Today, sebelum digelar pilpres 2016, menulis, “Perubahan sebenarnya bermakna mengeringkan rawa kerusakan di Washington. Kita harus merenovasi dan memperbaiki sistem bobrok dari sepak terjang para politisinya yang bisa melanggar hukum tanpa sanksi, dan ulah para pejabat pemerintah yang mengedepankan lobi khusus melampaui kepentingan nasional. Jika kita menghendaki kebesaran AS, maka harus dilakukan pembersihan dari kerusakan,”.

Hingga kini, Trump dalam posisinya sebagai presiden AS, tetap meyakini adanya masalah kebobrokan di ibu kota negara ini. Sebuah pandangan yang jarang terjadi sebelumnya. Bahkan, Trump di Twitternya menyebut kondisi saat ini lebih buruk dari yang dibayangkan sebelumnya.

Sikap Trump ini memicu reaksi keras dari para politisi AS, terutama dari kementerian luar negeri. Masalah tersebut diperparah dengan kolusi antara Trump dan kubunya dengan Rusia dalam pemilu presiden lalu. Indikasi adanya berbagai kerusakan di tubuh pemerintahan AS, sebagaimana dikemukakan Trump, bukan masalah yang tersembunyi, dan selama ini diketahui oleh sebagai masyarakat AS sendiri. Maraknya kasus skandal korupsi, kolusi dan nepotisme di kalangan para pejabat tinggi AS sudah menjadi rahasia umum rakyat negara itu.

Mayoritas rakyat AS tahu benar bahwa Washington adalah tempat bagi para politisi AS untuk mengeruk keuntungan material, dan kubangan berbagai kebobrokan moral. Muara dari kekecewaan sebagian rakyat AS terhadap para politisi Washington dimanfaatkan dengan baik oleh Trump untuk mendulang suara dalam pilpres 2016. Meskipun demikian, Trump sendiri bukan orang yang bersih dan masih bagian dari sistem politik AS yang rusak.

Ted Cruz, salah seorang bakal calon presiden pada pilpres AS 2016 mengungkapkan pandangannya mengenai Donald Trump, “Bagaimanapun, Trump selama 40 tahun telah menjadi bagian dari kerusakan di Washington… dengan memanfaatkan sokongan orang-orang yang mendukungnya meraih kekuasaan di pemerintahan, ia tidak akan bisa mengatasi korupsi dan kolusi”. (ParsToday)

 

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.