Sabtu, 24 Oktober 20

Wartawan Ingatkan Bahaya Quick Count

Wartawan Ingatkan Bahaya Quick Count
* PWI - PD

Jakarta – Kalangan wartawan yang tergabung dalam Perserikatan Wartawan Independen Pro Demokraai (PWI-PD) mengingatkan lembaga survei untuk berhati-hati dalam melakukan hitung cepat (quick count) dalam Pemilu 2019. Hitung cepat yang menipulatif sangat berisiko dan dapat memecah bangsa.

“Kegiatan quick count atau hitung cepat diharapkan tidak bersifat manipulatif dan tidak menyesatkan,” tegas pernyataan sikap PWI-PD yang dibacakan Ketuanya, Arief Gunawan dalam deklarasi di Rumah Forum Tebet, Jakarta Selatan, Senin (15/4/2019).

Deklarasi juga dihadiri mantan Juru Bicara Presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) Adhie Massardi dan Akademisi serta Peneliti Universitas Paramadina Dr Herdi Sahrasad.

Dalam pernyataan sikap PWI-PD yang dibacakan Arief mengingatkan, sangat berbahaya dan sangat berisiko bila kegiatan hitung cepat dilakukan dengan penuh kecurangan. “Quick count akan berdampak pada persepsi publik dan pada kualitas pemilu serta demokrasi di Indonesia!” serunya.

Adhie Massardi juga membenarkan, sangat berisiko bila lembaga survei dan kelompok yang melakukan hitung cepat dengan tujuan curang. “Sangat berbahaya apalagi kalau nanti dalam hitung cepat itu ada dua kelompok yang menghasilkan data berbeda” tuturnya.

“Tidak hanya membingungkan publik tetapi juga bisa membuat benturan di masyarakat,” tandas mantan Juru bicara Presiden Gus Dur ini.

Dalam bagian pernyataan lain PWI-PD juga menekankan agar media juga berhati-hati dalam mengabarkan atau memberitakan hasil hitung cepat. “Dalam memberitakan, pers harus objektif serta bertanggung jawab secara moral dan secara profesi.”

“Media massa nasional maupun media-media di daerah selayaknya ikut menyukseskan Pemilu 2019 ini dengan mengedepankan aspek profesionalitas, objektivitas serta menjalankan kode etik jurnalistik dan mentaati Undang-undang Pers,” tutupnya. (*)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.