Kamis, 5 Agustus 21

Waroeng Kemarang yang Keren Dukung Pariwisata Banyuwangi

Waroeng Kemarang yang Keren Dukung Pariwisata Banyuwangi
* Waroeng Kemarang di Banyuwangi, Jawa Timur. (Foto: Facebook/Kementerian Pariwisata)

Banyuwangi, Obsessionnews.com – Abdullah Azwar Anas membawa perubahan besar sejak dipercaya menjadi menjadi Bupati Banyuwangi, Jawa Timur, pada tahun 2010. Anas berhasil menyulap Banyuwangi menjadi daerah yang maju dan meraih berbagai penghargaan nasional dan internasional.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas. (Foto: Twitter @AzwarAnas_A3)

Sepanjang 2011-2016 Banyuwangi mengoleksi 72 penghargaan nasional dan internasional. Salah satu di antaranya prestasi yang bergengsi adalah pada Januari 2016 Banyuwangi menyabet penghargaan  2th UNWTO Awards Forum dari Badan Pariwisata Perserikatan Bangsa-Bangsa (The United Nations World Tourism Organization/UNWTO) di Madrid, Spanyol.

Lokasinya yang berdekatan dengan Pulau Bali menjadikan Banyuwangi menjadi salah satu destinasi wisata yang menyedot perhatian wisatawan mancanegara (wisman).

Pariwisata di Banyuwangi semakin afdol karena didukung tempat-tempat kuliner. Salah satu di antaranya adalah Waroeng Kemarang yang di-launching oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya Sabtu (16/6/2018).

Menteri Pariwisata Arief Yahya. (Foto: Facebook/Kementerian Pariwisata)

 

Tempat makan ini didirikan Wowok Meirianto dan Ririt, suami istri asal Desa Tamansuruh, Banyuwangi. Tempatnya sangat asri. Dikepung persawahan berkontur terasiring seperti yang ada di Bali.

Spot selfienya dijamin keren abis. Ada hamparan sawah menguning yang memanjakan mata. Balutan nuansa alam pedesaannya sangat terasa.

“Terima kasih dan selamat kepada Wowok dan Ririt yang telah mendukung pariwisata Banyuwangi dengan mendirikan Waroeng Kemarang,” tutur Arief seperti dikutip dari laman Facebook Kementerian Pariwisata, Minggu (17/6).

Menteri kelahiran Banyuwangi ini itu terlihat happy. Sunggingan senyumnya tak pernah berhenti ditebarkan ke audience yang hadir. Maklum, selain menyajikan pemandangan alam dengan bentangan sawah yang kece, Waroeng Kemarang juga dihiasi dengan taman-taman kecil yang cantik. Buat yang hobi selfie, warung ini bakal memenuhi hasrat berfoto. Tanpa aplikasi effect, foto yang dibuat bakal membuat iri yang melihat.

Bagian atasnya punya bangungan semi outdoor. Tampilannya menyerupai joglo. Itulah bangunan utama Waroeng Kemarang. Arsitekturnya berbentuk rumah adat Osing. Ukurannya jumbo. Sangat besar. Saking besarnya, rumah joglo tadi dinobatkan sebagai rumah adat Osing terbesar saat ini. Lebar bentangan kayu Penglarinya saja mencapai 13 meter.

“Ini destinasi kuliner baru di Banyuwangi,” tutur mantan Direktur Utama PT Telkom ini.

Bagian sawahnya juga terlihat keren. Desainnya berkonsep outdoor dengan pondok meja-kursi dan gazebo lesehan. Balutan sawah terasiring yang subur, udara segar, asri nuansa pedesaan, peralatan dapur dan perabot meja kursi yang klasik asli Banyuwangi, akan menjadi teman bersantai bagi siapapun yang datang kulineran ke sana.
“Saya betah di sana. Ada alunan musik dan kesenian tradisonal seperti gamelan angklung, gandrung dan barong Banyuwangi secara live,” timpal Kepala Bidang Pemasaran Area I (Jawa) Kemenpar Wawan Gunawan.

Bupati Nias Sokhiatulo Laoli juga seirama. Pria yang sedang berlibur ke Banyuwangi itu juga ikutan memuji Waroeng Kemarang.

“Ini perlu dicontoh Nias. Artistik. Unik. Makanannya tradisional, tapi nuansa internasional. Yang baik akan saya bawa ke Nias,” ucap Sokhiatulo.

Beragam komentar positif tadi makin membuat owner Waroeng Kemarang Meirianto tambah semangat. Bermodalkan tanggung jawab moral sebagai orang Banyuwangi, dia mengaku makin pede untuk mengangkat wisata kuluner daerah berjuluk Sunrise of Java itu. “Mimpi besarnya mengangkat pariwisata Banyuwangi. Ini kota termurah nomor dua setelah Solo. Living cost-nya rendah,” ujar Wowok.

Karenanya, ekowisata pun jadi pilihan utama. “Sawah salah satu bentuk ekowisata. Pas dengan nama Kemarang yang artinya bakul. Tempatnya nasi. Mudah-mudahanan setelah diisi nasi dan makanan tradisional pengunjung jadi betah berwisata kuliner di Banyuwangi,” harapnya.

Bagi yang penasaran, silakan jajal beragam menu tradisionalnya. Dari mulai Sego Tempong, Rujak Soto, Pelasan, Uyah Asem (Kesrut), Sego Janganan, Pecel Pitik, Kopi Lethek, Gedang Goreng, Sumping, Kucur, semua tersedia di Waroeng Kemarang.

Harganya? Dijamin nggak bakal bikin kantong bolong. Harga di Waroeng Kemarang relatif murah dibandingkan dengan resto-resto lain yang sekelas. Misalnya, harga segelas kopi hanya Rp.3000. Sego tempong (nasi, sayuran, sambal) hanya Rp.5000. “Sangat terjangkau. Namun, kualitas makanannya tidak murahan,” tambah Wowok. (arh)

 

Baca Juga:

Ridwan Hisjam Optimis Sektor Pariwisata Indonesia Terus Meningkat

Hasanah Halal Travel Fair, Upaya BNI Syariah Populerkan Pariwisata Indonesia

Ridwan Hisjam: Pariwisata Malang Berani Bersaing dengan Negara Luar

Best Achiever In Ministry Arief Yahya (Menteri Pariwisata RI)

Jelajahi Keindahan Destinasi Wisata Cilegon Saat Libur Lebaran

Tiap Hari Sekitar 100 Ribu Wisatawan Kunjungi Makam Sunan Ampel

Wisata Bahari Targetkan 4 Juta Wisatawan

5 Tempat Wisata di Hongkong Wajib Diserbu untuk Musim Panas yang Ceria

 

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.