Sabtu, 25 September 21

Warih Andang Tjahjono, Putra Lokal Pertama di Pucuk Toyota

Warih Andang Tjahjono, Putra Lokal Pertama di Pucuk Toyota
* Warih Andang Tjahjono, bersama Masahiro Nonami.

Jakarta, Obsessionnews.com – 1 April 2017, Toyota di Indonesia, PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) resmi memiliki bos baru. Ia adalah Warih Andang Tjahjono, pria asal Pati, Jawa Tengah kelahiran tahun 1963. Warih dipercaya menjabat sebagai Presiden Direktur TMMIN yang baru menggantikan Masahiro Nonami.

Ia sebelumnya menjadi wakil Masahiro Nonami yang telah memimpin perusahaan itu sejak tahun 2010. Nonami diganti karena mendapat promosi jabatan baru di TMMIN. Warih yang telah memiliki pengalaman kerja selama hampir 30 tahun menjadi putra lokal pertama yang menduduki pucuk pimpinan di perusahaan afiliasi manufaktur Toyota di kawasan Asia Pasifik.

“Saya merasa sangat terhormat mendapat kepercayaan untuk menjalankan amanat melanjutkan tampuk kepemimpinan di TMMIN. Saya sangat menghormati integritas, kerja keras, dan rasa cinta Indonesia dari pendahulu saya, Masahiro Nonami, yang telah sukses membawa posisi TMMIN sebagai salah satu basis produksi dan ekspor Toyota di Asia Pasifik. Menatap ke depan, berlandaskan pondasi kuat yang telah ditinggalkan oleh Pak Nonami, saya bertekad untuk memastikan bahwa TMMIN terus memberikan yang terbaik dalam menghadapi tantangan yang semakin ketat seiring dengan upaya terus-menerus mendukung dan memberikan kontribusi pada perkembangan industri otomotif Indonesia,” ujar Warih.

Warih mendapat gelar Sarjana Teknik Kimia dari Universitas Diponegoro pada tahun 1989. Selama berkarir di Toyota sejak tahun 1989, Warih menduduki beberapa posisi seperti Direktur Human Resources, General Affairs, Operation Management Consulting (2009-2011) dan Direktur Vehicle Manufacturing Karawang Plant & Production Engineering (2011-2014) sebelum menjabat sebagai Wakil Presiden TMMIN di tahun 2014.

Tak lama setelah resmi menjabat sebagai presiden direktur yang baru, Warih bersama jajaran direksi PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMI) menemui Presiden Jokowi. Selain menyampaikan penggantian pucuk pimpinan perusahaan pembuat dan eksportir kendaraan Toyota tersebut, ditegaskan pula komitmen terus mengembang industri di Indonesia.

Rombongan petinggi Toyota yang datang menemui Presiden Jokowi terdiri dari Presiden Toyota Motor Corporation (TMC) Akio Toyoda, Senior Managing Officer TMC Shigeru Hayakawa, Presiden Direktur TMMIN Masahiro Nonami, Wakil Presiden Direktur TMMIN Warih Andang Tjahjono, CEO of Asia, Middle East & North Africa Region TMC Hiroyuki Fukui dan Wakil Presiden Direktur PT Toyota-Astra Motor (TAM) Henry Tanoto.

Warih menurutkan di dalam pertemuan lebih banyak disampaikan realisasi investasi periode 2015-2017. Di antaranya pengembangan pabrik dan peluncuran model-model baru yang berpengaruh terhadap rantai produksi dan suplai produk Toyota di Indonesia.

Kepada Presiden Jokowi juga disampaikan tentang perkembangan eksport Toyota yang diproduksi di Indonesia. Tahun lalu jumlah total ekspor kendaraan Toyota yang dilakukan sejak 1987 telah mencapai 1 juta unit.

“Salah satu tantangannya ke depan adalah eksport ke Australia,” ungkap Warih.

TMMIN bertanggung-jawab untuk melakukan kegiatan produksi dan ekspor model Toyota di Indonesia. Pertama didirikan dengan nama PT. Toyota-Astra Motor (TAM) di tahun 1971, secara bertahap TMMIN membangun kapabilitas produksi dan ekspornya hingga saat ini mampu mengoperasikan 5 fasilitas produksi yang tersebar di kawasan Sunter – Jakarta dan Karawang – Jawa Barat.

Dari kelima fasilitas itu, TMMIN memproduksi Kijang Innova, Fortuner, Vios, Yaris, Sienta, dan Etios Valco serta 2 tipe mesin bensin yaitu TR-K dan R-NR. Tahun lalu, lebih dari 218.000 unit mobil utuh dan 210.000 mesin utuh diproduksi oleh fasilitas-fasilitas TMMIN.

Aktivitas ekspor TMMIN sendiri dimulai pada tahun 1987 dengan pengiriman generasi ke-3 Kijang, Kijang Super, ke Brunei Darussalam. Saat ini, Toyota Indonesia melakukan ekspor dalam bentuk kendaraan utuh (CBU – Completely Built-Up), kendaraan terurai (CKD – Completely Knock Down), mesin, komponen, serta alat bantu produksi di proses pengelasan berupa jig dan di proses pengepresan berupa dies.

Tahun lalu, ekspor kendaraan utuh merek Toyota dari Indonesia mencapai 169.100 unit ke lebih dari 80 negara tujuan di Asia, Afrika, Amerika Latin, Karibia, dan Timur Tengah. Angka ini berkontribusi sebesar 87 persen terhadap total ekspor mobil utuh dari Indonesia. Tahun 2016 juga menjadi tonggak penting bagi kegiatan ekspor kendaraan bermerek Toyota yang saat itu menggenapi tercapainya akumulasi 1 juta unit ekspor. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.