Sabtu, 25 Januari 20

Warganet Yogyakarta Deklarasi Lawan Hoax

Warganet Yogyakarta Deklarasi Lawan Hoax
* Kalangan netizen, blogger, youtuber dan seniman digital Yogyakarta bersama  Forum  Pemuda Kreatif menggelar deklarasi  gerakan melawan hoax di Loco Coffe Shop, Jalan Malioboro, Yogyakarta. Kamis (21/2/2019) siang. (Foto: ist)

Jakarta, Obsessionnews.com – Kalangan netizen, blogger, youtuber dan seniman digital Yogyakarta bersama Forum Pemuda Kreatif menggelar  deklarasi  gerakan melawan hoax di Loco Coffe Shop, Jalan Malioboro, Yogyakarta. Kamis (21/2/2019) siang. Deklarasi warganet Yogjakarta ini dilakukan agar menciptakan suasana aman, nyaman, dan kondusif di wilayah Yogyakarta pada Pemilu 2019. Gerakan melawan hoax dilakukan dengan cara mengedukasi Warganetizen Yogyakarta melalui kampanye kreatif di dunia maya.

Ketua pelaksana kegiatan Hafyz Marshal mengatakan, terlaksananya kegiatan ini untuk mengedukasi seluruh masyarakat Yogyakarta melawan hoax dan isu SARA yang marak saat ini. Gerakan ini sebagai kontribusi kreatif warganet Yogjakarta untuk ikut aktif menyukseskan Pileg dan Pilpres 2019.

 

Baca juga:

Ma’ruf Amin: Pembuat Hoax Tempatnya di Neraka

Sebut Harga Beras dan Daging RI Tertinggi di Dunia, Prabowo Buat Hoax?

Jokowi Anti Islam Itu Hanya Hoax

 

“Warganet Yogyakarta bersama Forum Pemuda Kreatif mencoba ikut ambil bagian sebagai garda terdepan melawan hoax dan menangkal isu SARA demi terciptanya Pemilu 2019 yang damai. Hal tersebut menjadi penting guna menjamin keberlanjutan pembangunan nasional manusia Indonesia seutuhnya yang saat ini gencar dilakukan,” ujar Hafyz di depan peserta kegiatan diskusi dan deklarasi, Kamis.

Dalam siaran pers yang diterima obsessionnews.com,  Hafyz berharap melalui acara ini masyarakat luas memiliki pengetahuan untuk selektif memilih berbagai informasi yang tersebar di media sosial. Sedangkan bagi kalangan warganet diharapkan dapat melawan hoax dengan aktif memproduksi konten-konten positif yang membangkitkan optimisme bangsa menatap masa depan dengan ikut menyukseskan penyelenggaraan Pemilu 2019.

Pesta Demokrasi Jangan Jadi Momok

Sementara itu aktivis media sosial Prihadi Beny Waluyo mengatakan, bahwa pesta demokrasi jangan menjadi momok bagi masyarakat. Dan juga jangan dijadikan momen pihak-pihak tertentu untuk menyebarkan konten negatif mulai dari isu SARA hingga isu hoax ,terutama di kalangan penggiat media sosial.

“Warganet khususnya kalangan blogger , youtuber dan content creator lainnya harusnya dapat memanfaatkan pesta demokrasi dengan gembira dan optimis melalui konten konten tulisan, grafis dan vlog,  serta bentuk kreatif lainnya yang mendidik dan menghibur guna menciptakan proses demokrasi yang berkualitas. Bukannya justru mencari kesalahan, apalagi memecah belah dengan konten konten berbau SARA. Jangan sampai isu agama dan informasi hoax menjadi alat kepentingan jangka pendek yaitu hanya untuk menang di pesta demokrasi dengqn cara tidak bermartabat,” ujar Beny.

Senada dengan Beny,  Ramaditya Domas Hariputro Jurnalis yang hadir sebagai pemateri mengungkapkan, kampanye kreatif melawan hoax juga harus dilakukan oleh masyarakat netizen guna membendung gerakan-gerakan yang mengeksploitasi kabar berita hoax didunia maya pada kontestasi politik saat ini sehingga beresiko menggangu pelaksanaan Pemilu 2019 .

“Pemahaman terhadap fungsi media sosial merupakan salah satu konsep untuk membangun pengetahuan masyarakat terhadap tekanan isu-isu terkini yang berpeluang dipolitisasi menjadi hoax, apalagi menjelang pemilu 2019 yang semakin dekat ini,” tandas Ramaditya.

Acara diskusi bertema “Peran Warganet dan Media dalam Melawan Hoax dan Politisasi SARA Demi Pemilu yang Damai, Berkualitas, dan Bermartabat” yang dilanjutkan dengan deklarasi gerakan warganet Yogjakarta melawan hoax juga menghadirkan sejumlah tokoh masyarakat, akademisi dan kalangan penggiat media sosial serta jurnalis media lokal maupun nasional. Gerakan melawan hoax untuk menyuksedkan Pemilu 2019 tersebut juga diharapkan dapat dilaksanakan di berbagai wilayah lainnya melalui berbagai cara kratif oleh kalangan warganet. (arh)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.