Minggu, 5 Desember 21

Warga Tondano Distop Makan Daging Anjing dan Kucing

Warga Tondano Distop Makan Daging Anjing dan Kucing

Tondano, Obsessionnews Komunitas Tondano Dog Lovers dan Animal Friends Manado Indonesia(AFMI) mengajak masyarakat untuk menyayangi binatang dengan tidak menjadikan anjing dan kucing sebagai makanan sehari-hari.

Maklum, tingginya minat warga Tondano Kabupaten Minahasa terhadap konsumsi daging anjing dan kucing kini mulai menimbulkan keresahan bagi sebagian orang khususnya para pemuda dan masyarakat yang paham terhadap pentingnya menjaga dan memelihara hewan dengan baik.

Hari ini, Sabtu (5/4/2015), Tondano Dog Lovers bekerjasama dengan Animal Friends Manado Indonesia mengadakan kampanye “Stop makan Anjing dan Kucing!”. Dalam kegiatan ini Ketua Tondano Dog Lovers, Marco Gumansing, berharap masyarakat sadar dan menjadi penyayang binatang bukan pemakan binatang.

“Iya kami berharap dengan adanya kegiatan ini warga sadar untuk tidak lagi menjadikan anjing dan kucing sebagai makanan tapi menjadikannya sebagai hewan yang patut dijaga dan dipelihara dengan penuh kasih sayang ” ujar Marco kepada obsessionnews.com di sela-sela acara kegiatan, Minggu (5/4).

Tondano2

Secara terpisah, pengurus Animal Frieds Manado Indonesia, Anne Paringkuan, berharap dengan kegiatan seperti ini masyarakat mampu menjadikan anjing dan kucing sebagai binatang peliharaan yang harus dilindungi dari kekerasan.

“Juga tidak dijadikan sebagai konsumsi harian, karena binatang juga punya hak untuk hidup dan mendapat perlindungan sama halnya seperti manusia!” serunya.

Ia pun berharap, semoga masyarakat minahasa khususnya Tondano bisa menyadari dan mengurangi kegemaran untuk mengkonsumsi daging anjing dan kucing, karena mereka adalah binatang yang harus dilindungi dan dipeliharaa.

Hal ini, menurutnya, tidaklah mudah karena dasarnya warga minahasa (tondano) terkenal dengan hoby makan daging anjing dan kucing, namun ini tidak menjadikan mereka untuk tetap pasrah.

“Kami harus memulai gerakan merubah kebiasaan mengkonsumsi dan melakukan kekerasan terhadap bianatang menjadi penyayang binatang, kalau bukan dari kitasiapa lagi yang akan perduli,” tutur Anne.

Tondano3

Sebagaimana diketahui, kegiatan tersebut rutin dilakukan setiap minggu, sebagai ajang penyadaran dan edukasi kepada masyarakat. (Waode Tribula)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.